KabarPedisirNews.Com
KARANG BARU ACEH, -
Menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Tamiang, satu nama muncul dengan gagasan pembenahan olahraga yang komprehensif, Hendriko Lubis.
Kepada kabarpesisirnews, Sabtu (19/9/2026), Hendriko menegaskan bahwa pemilihan Ketua KONI seharusnya tidak hanya membicarakan soal figur, tetapi harus menjadi momentum untuk membicarakan kembali wajah olahraga Aceh Tamiang ke depan.
Berikut petikan wawancara eksklusifnya:
kabarpesisirnews: Bagaimana Abang melihat dinamika pemilihan Ketua KONI Aceh Tamiang saat ini?
Hendriko Lubis: Di balik riuhnya pembicaraan tentang pemilihan Ketua KONI, ada suara yang tidak boleh tenggelam: suara atlet yang sedang berlatih, suara pelatih yang terus membina, dan suara cabang olahraga yang menunggu arah pembinaan yang lebih pasti. Sebab bagi olahraga, pergantian seorang ketua bukanlah garis akhir. Justru dari sanalah pekerjaan sebenarnya dimulai.
kabarpesisirnews: Apa yang paling mendesak dibenahi di tubuh KONI Aceh Tamiang?
Hendriko Lubis: KONI membutuhkan pengelolaan yang lebih terarah dengan menempatkan pembinaan atlet, peningkatan prestasi, profesionalisme serta keterbukaan organisasi sebagai bagian penting dalam menjalankan roda organisasi. Olahraga tidak bisa dibangun dengan pola kerja yang baru bergerak ketika kejuaraan sudah berada di depan mata.
kabarpesisirnews: Maksudnya?
Hendriko Lubis: Kita jangan hanya sibuk ketika ada kejuaraan. Atlet harus dibina jauh sebelum mereka turun bertanding. Seorang atlet tidak lahir sehari sebelum pertandingan. Ada proses panjang di belakangnya. Ada latihan berulang, kegagalan, evaluasi, kedisiplinan, dukungan keluarga, peran pelatih, kebutuhan peralatan hingga kesempatan mengikuti pertandingan.
kabarpesisirnews: Selama ini atlet baru diperhatikan saat dapat medali, bagaimana tanggapan Abang?
Hendriko Lubis: Itu yang harus kita ubah. Jangan menunggu medali baru berbicara tentang atlet. Perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti pada saat mereka memenangkan pertandingan. Pembinaan harus berjalan sebelum kompetisi, selama kompetisi dan setelah kompetisi. Atlet yang belum berhasil pun tetap membutuhkan pendampingan.
kabarpesisirnews: Jika Abang diberi amanah memimpin KONI, apa program prioritasnya?
Hendriko Lubis: Saya menawarkan sepuluh arah pembenahan.
Pertama, memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Kedua, memperluas pencarian bibit atlet muda sejak dini.
Ketiga, meningkatkan kemampuan pelatih dan SDM olahraga.
Keempat, memperkuat komunikasi dengan seluruh cabor.
Kelima, membangun tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.
Keenam, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRK.
Ketujuh, membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan swasta.
Kedelapan, mengoptimalkan fasilitas olahraga yang tersedia.
Kesembilan, membuat program berdasarkan target dan indikator prestasi yang terukur.
Kesepuluh, menjadikan KONI sebagai rumah bersama bagi seluruh insan olahraga Aceh Tamiang.
kabarpesisirnews: Tantangan organisasi sendiri seperti apa?
Hendriko Lubis: Persoalan olahraga bukan hanya mengenai kemampuan atlet. Organisasi yang menaungi atlet juga harus terus berbenah. KONI membutuhkan komunikasi yang sehat dengan cabor, pemerintah, pelatih, atlet dan masyarakat. Transparansi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Publik perlu tahu arah program, cabor perlu tahu bagaimana pembinaan dirancang, atlet perlu tahu kemana mereka akan dibawa.
kabarpesisirnews: Apa harapan Abang setelah pemilihan nanti?
Hendriko Lubis : Pemilihan boleh berganti, harapan atlet jangan berhenti. Dinamika antar figur tentu menjadi bagian dari proses organisasi.
Tapi yang lebih penting daripada sekadar memenangkan kontestasi adalah memastikan setelah proses pemilihan selesai, pekerjaan pembinaan justru semakin serius.
Karena atlet tidak hidup dari janji. Atlet butuh latihan. Pelatih butuh dukungan. Cabor butuh kepastian program. Yang dipertaruhkan bukan hanya pergantian seorang ketua, yang dipertaruhkan adalah bagaimana olahraga Aceh Tamiang menyiapkan generasinya untuk hari ini, esok, dan tahun-tahun yang akan datang."****
LIPUTAN : REDAKSI
EDITOR : REDAKSI