Jumat, 30 Oktober 2026

Disambut Bupati Asmar, Danlanal Dumai Tiba di Selatpanjang, Perkuat Sinergi TNI AL dan Pemkab Meranti

Disambut Bupati Asmar, Danlanal Dumai Tiba di Selatpanjang, Perkuat Sinergi TNI AL dan Pemkab Meranti




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menyambut kedatangan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji beserta rombongan di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kamis (29/10/2026).


Kunjungan kerja Danlanal Dumai tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung keamanan wilayah perairan, pembangunan kemaritiman, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.


Dalam kunjungan tersebut, Danlanal Dumai turut didampingi Ny. Genia Agung N. Kusumaji, Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (P) Darmawan Wijaksono, Dandenpomal Mayor Laut (PM) Fajar Untung Tri Sutopo, serta sejumlah rombongan lainnya.


Kedatangan rombongan disambut Bupati Asmar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kepala OPD, kepala bagian, serta tokoh masyarakat.


Penyambutan berlangsung dengan nuansa adat Melayu. Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak kepada Danlanal Dumai sebagai simbol penghormatan kepada tamu, dilanjutkan dengan tari persembahan dan pertunjukan pencak silat.


Bupati Asmar menyampaikan bahwa kunjungan Danlanal Dumai merupakan kesempatan penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI AL, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Sebagai daerah kepulauan, wilayah perairan merupakan bagian yang sangat penting bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena itu, sinergi dan koordinasi dengan TNI Angkatan Laut sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Asmar.


Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan, perikanan dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.


“Pemerintah daerah tentu menyambut baik setiap upaya untuk memperkuat kolaborasi. Kami berharap kunjungan ini membawa manfaat bagi masyarakat Meranti dan menjadi awal dari kerja sama yang semakin baik ke depan,” tambahnya.


Sebelum tiba di Selatpanjang, Danlanal Dumai bersama rombongan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Pos Pembinaan Teritorial (Binter) Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang di Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang.


Dalam kesempatan tersebut, Danlanal juga melaksanakan ibadah sekaligus menyerahkan bantuan Al-Qur'an kepada pengurus Masjid Attaqim yang berada di kawasan Pasar Tanjung Samak.


Rangkaian kunjungan Danlanal Dumai di Kabupaten Kepulauan Meranti dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026.


Pada Jumat (30/10/2026), Danlanal Dumai dijadwalkan mengikuti pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Forkopimda yang dipimpin Bupati Asmar.


Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam membahas berbagai hal terkait koordinasi dan sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung keamanan wilayah perairan serta kepentingan pembangunan daerah.


Bagi Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan kawasan pesisir yang luas, koordinasi dalam bidang kemaritiman menjadi salah satu hal penting.


Pemerintah daerah bersama TNI AL diharapkan dapat terus meningkatkan komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan maupun kondisi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terhadap masyarakat pesisir dan nelayan.


Usai pertemuan, rangkaian kegiatan dijadwalkan dilanjutkan dengan peninjauan potensi perikanan yang dikelola Posal Selatpanjang di Tambak Ikan Dorak.


Dalam agenda tersebut juga dijadwalkan dilakukan penebaran benih ikan sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi perikanan.


Selanjutnya, Danlanal Dumai bersama rombongan akan mengunjungi Posal Selatpanjang. Dalam kunjungan tersebut dijadwalkan peresmian dapur Posal, penandatanganan prasasti, peninjauan gedung, serta penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat nelayan.


Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara jajaran TNI AL dengan masyarakat pesisir sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pemberdayaan masyarakat.


Selain sektor kemaritiman dan perikanan, agenda kunjungan Danlanal Dumai juga menyentuh potensi ekonomi unggulan daerah.


Rombongan dijadwalkan mengunjungi Kilang Sagu Anak Ayam untuk melihat secara langsung aktivitas pengolahan sagu yang menjadi salah satu komoditas unggulan dan identitas ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi sagu Meranti sekaligus melihat secara langsung aktivitas masyarakat dalam mengembangkan komoditas tersebut.


Sementara pada Sabtu (31/10/2026), rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya usaha produksi rumahan mi sagu dan tanjak.


Melalui rangkaian agenda tersebut, kunjungan Danlanal Dumai tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan kolaborasi dalam mendukung potensi ekonomi masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap sinergi dengan TNI AL dapat terus terjalin dan ditingkatkan dalam berbagai bidang sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.


“Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keamanan wilayah perairan terjaga, potensi kemaritiman berkembang, dan masyarakat pesisir mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Asmar.


Dengan semakin eratnya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan TNI AL, diharapkan berbagai potensi daerah, khususnya sektor kemaritiman, perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir, dapat dikembangkan secara lebih optimal.


Kunjungan kerja Danlanal Dumai tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah serta mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti secara berkelanjutan."****





LIPUTAN     :      NUR
EDITOR        :      REDAKSI 

Kasus Tagboat Tabrak Perahu Tewaskan Nelayan dan Petugas Syahbandar Macet, Polres Muna Diduga Lakukan Pembiaran.

Kasus Tagboat Tabrak Perahu Tewaskan Nelayan dan Petugas Syahbandar Macet, Polres Muna Diduga Lakukan Pembiaran.






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,      -
Insiden kecelakaan laut akibat ditabraknya perahu pencari ikan oleh Kapal Tagboat (Tongkang) TB. Buana Marine XXI, BG Buana Jaya 3321 milik PT. Buana Maritim Sejahtera hingga menewaskan dua orang, sudah berlalu lebih dari satu tahun. Namun selama itu pula kasus ini semakin tak jelas juntrungannya. Diduga kuat, penyidik Polres Muna sengaja melakukan pembiaran dan terindikasi berpihak kepada  terduga pelaku.


Seperti diketahui, peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di perairan wilayah Selat Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara itu, merenggut nyawa dua orang, diantaranya seorang nelayan bernama La Rone (63) dan seorang Pegawai Syahbandar bernama La Onus (51) yang tengah melakukan patroli menggunakan kapal nelayan dimaksud.


Ironisnya, di tengah tidak jelasnya kasus tersebut, Kapal Tagboat (Tongkang) TB. Buana Marine XXI/BG Buana Jaya 3321 milik PT. Buana Maritim Sejahtera yang seharusnya menjadi barang bukti, justru masih digunakan secara bebas oleh pihak perusahaan.


Menyikapi hal tersebut, La Isarmono, SH, CCT didampingi Ahmad Julhidjah, SH dan La Nafo, SH dari Kantor Hukum Ahmad Julhidjah & Rekan selalu kuasa hukum korban La Onus secara tegas mempertanyakan kejelasan hukum, keadilan hukum dan kepastian hukum bagi kliennya menyusul mangkraknya kasus tersebut di meja penyidik Polres Muna.


"Cukup memprihatinkan memang. Karena di saat keluarga korban mencari keadilan, penyidik Polres Muna justru terkesan berpihak kepada pelaku yang ditandainya dengan bebasnya kapal Tagboat yang menabrak perahu klien kami hingga membuat 2 orang meninggal dunia," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).


La Isarmono juga mengungkapkan, bahwa dalam kasus ini kliennya selaku Istri dari Almarhum La Onus sebelumnya mempertanyakan Perkembangan Penanganan Perkara atas insiden itu namun Pihak Penyidik menyampaikan bahwa kejadian  tersebut diambil alih oleh pihak Penyidik Sat Reskrim Polres Muna yang sebelumnya ditangani oleh pihak Syahbandar Raha sehingga penanganannya dilakukan berdasarkan Laporan Polisi (LP) Model A.


"Karena itu, pihak keluarga melalui kami selaku kuasa hukum mengajukan permintaan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Tapi anehnya sampai sekarang permohonan itu seolah tidak digubris penyidik," sesalnya.
 

"SP2HP itu sudah kami ajukan sejak 18 Juni 2026. Tapi sudah berlalu hampir 5 bulan, tapi nihil balasan dari Polres Muna. Bahkan klarifikasi juga tidak ada," imbuhnya.
 

Atas situasi itu, La Isarmono, mencurigai serta menduga 
adanya
praktik-praktik penyelidikan yang tidak sehat dan tidak berkesinambungan 
serta tidak relevan sesuai dengan role kaidah hukum yang 
berlaku.


"Padahal jika merujuk pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara 
Republik Indonesia 
Nomor 6 Tahun 2019Tentang 
Penyidikan 


Tindak Pidana Serta Pasal 18 Ayat (1), Pasal 19 Ayat (1) dan Ayat (2) 
Undang-Undang 
Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP agar proses penyelidikan dan 
penyidikan tidak berlarut-larut, maka seharusnya berdasarkan 
penalaran hukum dan norma hukum yang berlaku kami selaku kuasa hukum menilai pihak penyidik Polres Muna 
terindikasi melakukan kesengajaan mengulur-ulur waktu dalam merampungkan proses penyelidikan dan penyidikan kecelakaan laut tersebut, terlebih lagi perlu digaris 
bawahi ada 2 nyawa yang hilang akibat ditabrak oleh Tagboat (Tongkang) 
TB. Buana Marine XXI/BG Buana Jaya 3321 milik PT Buana Maritim 
Sejahtera," tegasnya.
 

lanjut La Isarmono, lebih explisit ia mempertanyakan posisi Tagboat atau tongkang tersebut sebagai barang bukti yang sebelumnya disita oleh penyidik Polres Muna, beberapa bulan kemudian malah dipinjam-pakaikan sehingga barang bukti insiden itu bisa beroperasi kembali dengan bebas.


“Ini kan sudah jelas menciderai hukum dan keadilan bagi keluarga korban meninggal dunia. Terlebih poses penyelidikannya tidak ada kejelasan namun barang bukti yang awalnya disita malah kemudian dipinjampakaikan. Pertanyaannya, bagaimana jika terjadi sesuatu yang kita tidak bisa pastikan kondisi 
terhadap barang bukti tersebut. Rusak misalnya atau hilang di perairan Indonesi?.Apakah pihak Polres Muna mampu atau 
dapat menghadirkanpada tahapan 
proses persidangan ketika proses ini berjalan, ini pasti menimbulkan tanda tanya besar," ucapnya.


La Isarmono juga mengaku semakin dibuat bingung terhadap Ijin Surat Perintah Berlayar (SPB) yang tentunya 
diterbitkan untuk berlayar kembali. Padahal diketahui bersama 
bahwa Kapal Tagboat tersebut awalnya disita.


"Kan seharusnya secara otomatis SPB-nya pasti sudah mati karena  dua bulan disita atau  ditahan oleh pihak penyidik. Tapi belakangan kok tiba-tiba pihak Polres Muna memberikan pinjam pakai beroperasi. lantas, ini dasar Ijin SPB nya apa dan bagaimana?. Sedangkan kapal 
Tagboat tersebut kan sedang dalam 
permasalahan hukum sebagai obyek penyelidikan/penyidikan atas insiden kecelakaan laut yang mengakibatkan hilangnya 2 nyawa manusia," serunya 
 

Karena itu, La Isarmono meminta kepada penyidik Polres Muna agar dapat memberi rasa adil bagi korban serta bagi korban 
yang ditinggalkan bisa merasa puas dengan hasil penyelidikan dan penyidikan sehingga sebab akibat insiden tersebut terang benderang dimata 
hukum.


"Penyidik harus mengedepankan asas keadilan hukum dan menjunjung tinggi proses hukum tanpa memandang pelaku merupakan 
Individu (perseorangan) atau pun koorporasi (Perusahaan)," 
pungkasnya."****






LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 

Kamis, 29 Oktober 2026

Kapolsek Ujung Batu kunjungi 5 Organisasi Wartawan,sampaikan Program Kapolri

Kapolsek Ujung Batu kunjungi 5 Organisasi Wartawan,sampaikan Program Kapolri






Kabarpesisirnews.com
ROKAN HULU RIAU,    -
Semangat membangun kemitraan antara kepolisian dan insan pers terus diperkuat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Lima organisasi wartawan menyatakan dukungan terhadap program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mengedepankan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.


Dukungan tersebut terungkap dalam suasana penuh keakraban saat Kapolsek Ujungbatu, Polres Rokan Hulu, Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., ngopi bersama insan pers di Kedai Kopi Bersama, Jalan Sudirman, Ujungbatu, Kamis (29/10/2026).


Pertemuan sederhana di kedai kopi itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum mempererat komunikasi, membangun kepercayaan, dan menyatukan komitmen dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.


Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Rohul Palasroha Tampubolon, Ketua PPDI Kabupaten Rohul Sabar Friden Sitanggang, Bidhumas AKPERSI Kabupaten Rohul Diky Roywansyah, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Rohul Acce Nauli Harahap, serta anggota Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Rohul.


Dalam kesempatan itu, Acce Nauli Harahap menyampaikan bahwa insan pers mendukung program Kapolri yang mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. 


Menurutnya, pendekatan kepolisian yang mengedepankan kepentingan masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan humanis.


“Kami mendukung program Kapolri yang mengusung semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’, dengan doktrin yang menggeser pendekatan lama atau police-centric menjadi pendekatan yang berorientasi kepada masyarakat,” ujar Acce di hadapan Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H.


Ia menegaskan, sinergi antara kepolisian dan insan pers sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. 


Pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi mitra dalam menyuarakan aspirasi, memberikan edukasi, serta membangun kesadaran bersama terhadap berbagai persoalan sosial.


Kapolsek Ujungbatu Prioritaskan Pemberantasan Narkoba


Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Ujungbatu Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., juga menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Ujungbatu.


Pemberantasan narkoba, menurutnya, menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Kapolsek berharap masyarakat tidak ragu untuk memberikan informasi apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas transaksi narkoba di lingkungan masing-masing.


“Kami berharap adanya kerja sama dengan masyarakat untuk melaporkan tempat-tempat yang dicurigai terkait transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Ujungbatu,” harap Kapolsek.


Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Dibutuhkan kepedulian, keberanian, dan partisipasi masyarakat agar lingkungan tetap aman serta generasi muda terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.


Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa komunikasi yang dibangun melalui kebersamaan dapat memperkuat kepercayaan antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat.


Melalui dukungan lima organisasi wartawan Rohul, diharapkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata demi menjaga keamanan, memberantas narkoba, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik."****







LIPUTAN ROHUL.    :   ACE
EDITOR                      :   REDAKSI 
Polres Kepulauan Meranti Ingatkan Orang Tua: Waspada Pencabulan Anak, Jangan Diam!

Polres Kepulauan Meranti Ingatkan Orang Tua: Waspada Pencabulan Anak, Jangan Diam!




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Ancaman kekerasan seksual terhadap anak bisa datang dari mana saja. Tidak hanya dari orang tak dikenal, bahkan dari lingkungan terdekat. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Polres Kepulauan Meranti.


Melalui kampanye "Polisi Bersama Masyarakat, Melindungi, Mengayomi dan Melayani", Polres Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan aktif melindungi anak-anak serta kelompok rentan di sekitar kita.


"Lindungi Anak Kita, Cegah Sejak Dini! Jangan Diam, Lindungi Anak, Selamatkan Masa Depan!" - begitu pesan tegas dalam imbauan tersebut.


Kapolres Kepulauan Meranti.AKBP GEDE PRASETIA ADI SASMITA S.IK menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah. Ada 5 langkah penting yang bisa dilakukan orang tua dan keluarga:


1.Tingkatkan Pengawasan
Awasi aktivitas dan pergaulan anak, tanpa harus mengabaikan privasi dan hak mereka.


2.Ajarkan Batasan Tubuh
Edukasi anak tentang batasan tubuh dan hak mereka untuk menolak sentuhan yang membuat tidak nyaman.


3.Waspada Terhadap Orang Terdekat
Jangan menganggap seseorang pasti aman hanya karena dikenal atau masih memiliki hubungan keluarga.


4.Bangun Komunikasi Terbuka
Ciptakan suasana di rumah agar anak berani bercerita apa pun tanpa takut disalahkan atau dihukum.


5.Jangan Abaikan Tanda-tanda Kekerasan
Jika ada perubahan perilaku mencurigakan pada anak, segera cari bantuan dan jangan menunda.


Lalu apa yang harus dilakukan jika mengetahui atau bahkan menjadi korban?


Polres meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor. Segera laporkan kepada pihak kepolisian atau pihak berwenang terdekat. Dengarkan korban, lindungi identitasnya, dan yang paling penting, jangan pernah menyalahkan korban.


Polres Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan bebas dari kekerasan seksual. 


Untuk laporan darurat, masyarakat bisa menghubungi Layanan Polisi 110 yang siaga 24 jam.


Mari bersama kita jaga anak-anak kita. Karena melindungi satu anak, berarti menyelamatkan masa depan."****






SUMBER     :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
Istri Telah Tiada, Rumah Berdinding Terpal! Polisi Bersama Masyarakat Hadir Membawa Harapan

Istri Telah Tiada, Rumah Berdinding Terpal! Polisi Bersama Masyarakat Hadir Membawa Harapan





KabarPesisirNews.Com
GAUNG ANAK SERKA RIAU,     -
Di saat sebagian orang dapat beristirahat dengan nyaman di rumah yang layak, seorang ayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, justru harus menjalani kehidupan bersama dua anaknya di balik dinding terpal dan lantai tanah.


Namanya Abdurrahman. Warga RT 21 RW 08, Kelurahan Sungai Empat, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), ini harus memikul beratnya kehidupan seorang diri setelah sang istri meninggal dunia.


Tak hanya kehilangan pendamping hidup, Abdurrahman juga harus berjuang menjadi satu-satunya tempat bergantung bagi kedua buah hatinya. Di tengah keterbatasan, rumah berdinding terpal menjadi tempat mereka berlindung dan menjalani hari-hari.


Kisah pilu keluarga kecil ini akhirnya sampai ke telinga Kapolsek Gaung Anak Serka AKP Suryawan Fadlin dan Camat GAS Fitrianto.


Berawal dari laporan Ketua RT setempat, Ridwan, dalam pertemuan bersama warga, kondisi Abdurrahman langsung mendapat perhatian.


Tanpa menunggu lama, Kapolsek bersama Camat yang tengah melaksanakan kunjungan kerja mendatangi kediaman Abdurrahman, Minggu (25/10/2026).


Di lokasi, mereka menyaksikan langsung kondisi rumah sederhana yang jauh dari standar hunian layak. Dinding terpal dan lantai tanah menjadi gambaran nyata keterbatasan yang selama ini dihadapi Abdurrahman bersama kedua anaknya.


Namun, kunjungan itu bukan sekadar melihat kondisi memprihatinkan tersebut. Ada kepedulian yang kemudian berubah menjadi tindakan nyata.


Kapolsek AKP Suryawan Fadlin mengajak pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama mencari jalan keluar.


Melalui musyawarah, mereka menyusun rencana pembangunan rumah, termasuk membuat sketsa bangunan agar Abdurrahman dan kedua anaknya dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.


Ajakan tersebut disambut antusias masyarakat. Semangat gotong royong pun tumbuh. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah bagi keluarga kecil tersebut.


Kegiatan kemanusiaan yang turut dilaporkan Bhabinkamtibmas Aiptu Rahmad Hidayat itu mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat Kelurahan Sungai Empat.


Berkat kepedulian dan kerja sama tersebut, rumah Abdurrahman dilaporkan kini telah berdiri lebih layak untuk dihuni bersama kedua anaknya.


Rumah yang sebelumnya hanya berdinding terpal dan berlantai tanah itu kini menjadi simbol harapan baru bagi seorang ayah yang terus berjuang membesarkan anak-anaknya.


Abdurrahman menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepolisian, pemerintah kecamatan, serta masyarakat yang telah bergotong royong membantu keluarganya.


"Terima kasih kepada Polri, khususnya Bapak Kapolsek Gaung Anak Serka, Bapak Camat GAS, dan seluruh masyarakat yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan kedua anak saya," ungkap Abdurrahman.


Sementara itu, Kapolsek GAS AKP Suryawan Fadlin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan.


"Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Semangat gotong royong seperti ini patut kita pertahankan," ujar Suryawan.


Camat GAS Fitrianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami warga di lingkungan sekitar.


Kisah Abdurrahman sekaligus memperlihatkan sisi humanis kepolisian. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan.

Di balik seragam dan tugas menjaga keamanan, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dari pengabdian Polri kepada masyarakat.


Bagi Abdurrahman, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah rumah. Lebih dari itu, ada harapan agar kedua anaknya dapat tumbuh dan menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.


Dulu, dinding terpal menjadi saksi perjuangan seorang ayah membesarkan dua anak tanpa kehadiran sang istri. Kini, berkat kepedulian polisi, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, keluarga kecil itu memiliki harapan baru.


Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang di tengah beratnya kehidupan bukan sekadar uluran tangan, melainkan kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata."****






LIPUTAN INHIL        :     SANDI 
EDITOR                      :     REDAKSI
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Polres Kepulauan Meranti mencatat 135 teguran terhadap pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 pada 26-28 Oktober. Dalam periode tersebut, polisi tidak melakukan penindakan melalui tilang manual maupun Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., mengatakan kegiatan operasi difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta pencegahan kecelakaan di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.


"Selama pelaksanaan kegiatan, kami mengedepankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar semakin disiplin serta memahami pentingnya keselamatan saat berkendara," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).


Selain penegakan hukum, personel Satlantas melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, patroli preventif, serta kegiatan strong point pada pagi hari. Petugas juga memantau situasi lalu lintas guna mengantisipasi pelanggaran dan potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Dalam kegiatan tersebut, polisi turut memberikan edukasi mengenai kewajiban menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta memastikan kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya.


Menurut Sardianto, teguran yang diberikan merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengendara lebih memahami risiko pelanggaran dan mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.


"Keselamatan harus menjadi kebutuhan bersama, bukan sekadar untuk menghindari sanksi. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan selalu berhati-hati saat berkendara," tegasnya.


Secara umum, pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 selama periode tersebut berjalan lancar. Situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti terpantau aman, tertib, dan lancar.


Polres Kepulauan Meranti mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus meningkatkan disiplin berlalu lintas demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif."****






SUMBER      :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Mafirion Turun Langsung Tanam 10.000 Bibit Mangrove, Serukan Penyelamatan Pesisir Inhil

Mafirion Turun Langsung Tanam 10.000 Bibit Mangrove, Serukan Penyelamatan Pesisir Inhil





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion Syamsuddin Rogo, mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian hutan mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Menurutnya, keberadaan mangrove sangat penting untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.


Hal itu disampaikan Mafirion saat menghadiri kegiatan penanaman 10.000 bibit mangrove yang digelar DPC PKB Inhil di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Selasa (27/10/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPC PKB Inhil, Iwan Taruna, bersama jajaran pengurus dan anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.


Penanaman mangrove ini juga merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin yang mengajak seluruh kader berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.


Mafirion mengatakan, hutan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami kawasan pesisir. Selain menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut, seperti ikan, udang, dan kepiting.


“Hutan mangrove Inhil merupakan kekayaan alam yang harus kita jaga bersama. Kelestariannya sangat penting untuk melindungi pantai, menjaga ekosistem laut, dan memastikan masyarakat pesisir tetap memiliki lingkungan yang baik bagi kehidupan generasi mendatang,” ujar Mafirion.


Mafirion menyebutkan, luas hutan mangrove di Kabupaten Inhil mencapai sekitar 131.000 hektare dari total 231.000 hektare kawasan mangrove di Provinsi Riau.


Namun, menurutnya, sekitar 16.000 hektare tutupan mangrove di Inhil telah mengalami kerusakan dalam beberapa tahun terakhir.


Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.


Mafirion menegaskan, upaya penyelamatan mangrove tidak cukup hanya melalui kegiatan penanaman bibit. Perawatan, pemantauan, serta keterlibatan aktif masyarakat juga diperlukan agar rehabilitasi berjalan maksimal.


“Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya mangrove setelah abrasi semakin parah dan masyarakat kehilangan lahan serta sumber penghidupannya. Kita harus bertindak sejak sekarang agar alam tetap terjaga dan anak cucu kita masih dapat menikmati manfaatnya,” tegasnya.


Ia berharap penanaman 10.000 bibit mangrove tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.


Menurut Mafirion, menjaga hutan mangrove bukan hanya persoalan melindungi alam, melainkan juga menyangkut keselamatan kawasan pesisir, keberlangsungan ekonomi masyarakat, serta masa depan generasi mendatang."****





LIPUTAN INHIL      :     SANDI 
EDITOR                    :     REDAKSI 
Wakil Bupati Muzamil Kawal Skema Perlindungan Pekerja Migran Meranti di Forum Bilateral Indonesia–Malaysia

Wakil Bupati Muzamil Kawal Skema Perlindungan Pekerja Migran Meranti di Forum Bilateral Indonesia–Malaysia






KabarPesisirNews.Com
BANDUNG JABAR,     – 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mendorong pemufakatan Special Border Treatment (SBT) sebagai skema perlindungan bagi pekerja perbatasan asal Meranti dan Karimun di Malaysia.


Hal itu dibahas dalam Persidangan ke-41 Kelompok Kerja/Jawatankuasa Kerja Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (KK/JKK Sosek Malindo) 2026 di Savoy Homann Hotel, Bandung, Rabu (28/10/2026).


Ketua Delegasi Indonesia, Dr. Safrizal ZA, M.Si., mengatakan, pembahasan bersama Ketua Delegasi Malaysia, Datuk Badrul Shah bin Mohd Idris, dan jajaran delegasi Malaysia, menghasilkan kesepakatan terhadap sejumlah isu strategis termasuk SBT yang akan ditindaklanjuti kedua negara. 


Hadir juga Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri, Dr. Drs. Amran, M.T. Sementara dari delegasi Riau dan Kepulauan Riau hadir Sekda Riau Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Meranti Muzamil Baharudin SM. MM., serta Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kepulauan Riau, Dr. H. Boniara, M.Si.


Special Border Treatment (SBT), Harapan Baru Perlindungan Pekerja Meranti di Malaysia


Perjuangan Special Border Treatment telah melalui serangkaian koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan perwakilan Indonesia di Malaysia. Sebelumnya pada 23 September 2026, rapat koordinasi di Batam menyepakati sejumlah syarat dan ketentuan awal skema tersebut. Pembahasan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak Malaysia sebelum diterapkan.


Konsep SBT diarahkan untuk membuka jalur kerja lintas batas yang legal, aman, dan terstruktur bagi warga Meranti dan Karimun yang bekerja di Johor dan Melaka, sekaligus memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi pekerja migran.


Wabup Muzamil menyambut positif perkembangan hingga ke tahap penting ini. Ia berharap proses yang telah berjalan dapat berlanjut hingga menghasilkan kebijakan nyata bagi masyarakat perbatasan.


“Alhamdulillah, perjuangan ini telah mencapai tahap penting. Kita berharap pembahasan SBT terus berlanjut hingga terwujud kebijakan yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat Meranti yang bekerja di Malaysia,” ujar Muzamil.


Menurutnya, SBT bukan sekadar mempermudah mobilitas lintas negara, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan perlindungan bagi warga yang memiliki hubungan sosial dan ekonomi erat dengan Semenanjung Malaysia.


“Kita ingin masyarakat dapat bekerja secara legal, aman, bermartabat dan sejahtera. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah serta kesepahaman dengan Malaysia sangat penting agar skema ini dapat diwujudkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.


Pemkab Kepulauan Meranti berharap Persidangan ke-41 Sosek Malindo memperkuat koordinasi kedua negara dan mendorong tindak lanjut SBT. Dengan demikian, perjuangan tersebut diharapkan membuka harapan baru bagi perlindungan dan kesejahteraan PMI asal Meranti di Malaysia.


SBT merupakan perlakuan khusus bagi warga dari wilayah Kepulauan Meranti dan Karimun yang memiliki kedekatan historis, geografis, dan demografis dengan Johor serta Melaka, Malaysia.


Usulan tersebut menyasar pekerja musiman di sektor perkebunan, perladangan, dan pertanian. Indonesia mengusulkan pemberian dokumen khusus dengan masa kerja selama tiga hingga enam bulan, yang pelaksanaannya disertai mekanisme pengawasan berdasarkan kesepakatan kedua negara.


Skema ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas pekerja musiman di kawasan perbatasan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Delegasi Malaysia, Datuk Badrul Shah bin Mohd Idris menyatakan, pihaknya akan membahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait di Malaysia.


"Kami mencatat usulan ini untuk dibahas secara domestik antardepartemen sebelum menyepakati aturannya,” tandasnya.


KK-JKK Sosek Malindo merupakan forum bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang menjadi wadah koordinasi untuk membahas berbagai isu sosial ekonomi di kawasan perbatasan. Forum ini bertujuan memperkuat hubungan kerja sama kedua negara, mendorong pembangunan kawasan perbatasan, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan."****






LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :    REDAKSI 

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mendorong kemajuan daerah dan Indonesia.


Pesan tersebut disampaikan Asmar saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Dorak, Selatpanjang, Rabu (28/10/2026) pagi.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang mencintai tanah air, pantang menyerah menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.


Dalam amanatnya, Asmar membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam karakter generasi penerus bangsa. Semangat persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928 tersebut tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.


“Patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa. Dan berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Asmar.


Ia menegaskan, kegigihan menjadi modal penting bagi pemuda untuk menghadapi perubahan zaman. Berbagai kesulitan dan kegagalan hendaknya dijadikan pengalaman untuk terus belajar, berkembang, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.


Sementara itu, patriotisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol maupun seremoni, tetapi juga melalui pengabdian, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Generasi muda diharapkan berani bermimpi besar, terus berkarya, serta memanfaatkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk kemajuan bangsa.


Nilai empati juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, keberhasilan pribadi perlu diiringi kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Pemuda tidak cukup hanya mengejar prestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga harus mampu memahami persoalan sosial dan mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, tetapi sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.


Peringatan HSP ke-98 di Kabupaten Kepulauan Meranti turut melibatkan organisasi kepemudaan dan pelajar dalam berbagai tugas upacara. Keterlibatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan kenegaraan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.


Ajudan Inspektur Upacara dipercayakan kepada Igo Julianto, S.Pd., perwakilan Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Meranti. Perwira Upacara dijabat Husni Mubarak, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti, sedangkan Komandan Upacara dijabat Sahroni dari Pemuda Pancasila.


Pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928 dilakukan Fares Prakoso, S.Pd., perwakilan KNPI Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara itu, pembacaan doa dipercayakan kepada Muhammad Mansur, M.Pd., perwakilan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Kepulauan Meranti.


Petugas pengibaran Bendera Merah Putih berasal dari Pemuda Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Kepulauan Meranti. Adapun paduan suara melibatkan siswa dan siswi SMA Negeri 1 Tebing Tinggi.


Usai upacara, Bupati Asmar menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba pidato tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HSP ke-98 Tahun 2026.


Pada kategori putra, juara pertama diraih Muhammad Harafi dari SMA Negeri 1 Tebing Tinggi. Sementara itu, juara pertama kategori putri diraih Saskia Ananda Alia dari sekolah yang sama.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kemampuan komunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, dan kreativitas generasi muda.


Upacara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, mahasiswa, pelajar, serta undangan lainnya.


Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap generasi muda semakin memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.


Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada peringatan setiap 28 Oktober, tetapi terus diwujudkan melalui karya, prestasi, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Indonesia."****






LIPUTAN       :    NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Bupati Rohul bantu alat Olahraga kepada atlit NPCI

Bupati Rohul bantu alat Olahraga kepada atlit NPCI






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,     -
Bupati Rokanhulu Anton ST.MM menyerahkan bantuan peralatan Olahraga kepada NPCI,bantuan tersebut di serahkan langsung oleh Bupati Rokan hulu Anton ST.MM usai  Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang di gelar di Halaman Kantor Bupati. Rabu (28/10/2026).


Penyerahan bantuan didampingi oleh Wakil Bupati H. Syafarudin poti, Ketua DPRD Rohul, Hj Sumiartini,PJ.Sektetaris Daerah, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, Alreza Ahyu.


Bupati Rokan Hulu Anton mengatakan,
Penyerahan peralatan olahraga ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap pembinaan atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI. Bantuan  itu  diharapkan dapat menunjang kegiatan latihan sekaligus mendorong para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di bidang olahraga.


Ditempat yang dama , Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., mengatakan  bahwa penyerahan bantuan berupa perlengkapan alat olahraga kepada NPCI Rohul ini, guna mendukung dilaksanakannya Training Center (TC) kepada para Atlet disabilitas NPCI Rohul, menghadapi pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVIII yang dijadwalkan pada tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 


"Adapun bantuan yang diberikan melingkupi, raket, lempar lembing, tolak peluru serta beberapa alat olahraga lainnya,"  sebut Alreza. 


Reza   menilai atlet-atlet NPCI Kabupaten Rokan Hulu telah banyak mengukir prestasi ditingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional, sehingga Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu senantiasa mensupport dan mendukung NPCI untuk terus mengembangkan para atlet-atlet berprestasi. 


"Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui pak Bupati siap mensupport, sehingga NPCI dapat terus berkembang, memiliki atlet-atlet yang dapat membanggakan daerah baik ditingkat Nasional maupun Internasional," tambahnya lagi. 


Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Rokan Hulu, Pius, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Rokan Hulu atas perhatian serta bantuan peralatan olahraga yang diberikan kepada para atlet NPCI.


Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk semakin bersemangat dalam menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.


"Insyaallah dalam satu bulan ini kita akan melakukan Training Center terhadap para atlet, persiapan seleksi di Provinsi Riau dalam rangka Peparnas tahun 2028," terang Pius. 


Sebanyak lebih kurang 15 atlet dari cabang olahraga atletik, badminton, anggar, catur dan lainnya ini akan mengikuti Training Center yang dilaksanakan oleh NPCI Kabupaten Rokan Hulu. 


"Alhamdulillah dari pak Bupati bersama Forkopimda lainnya sangat memperhatikan NPCI Kabupaten Rokan Hulu ini, dan kita berharap melalui Training Center ini dapat memperkuat Riau untuk dapat medali di Peparnas 2028 nanti," tambahnya mengakhiri."****






LIPUTAN RUHUL     :    IWANTO/SEKAR
EDITOR                     :    REDAKSI 

Rabu, 28 Oktober 2026

Pria 68 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Jalan Dorak Selatpanjang

Pria 68 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Jalan Dorak Selatpanjang






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   – 
Seorang pria berinisial Abidin (68) ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berlokasi di Jalan Dorak, RT 002/RW 003, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.


Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Kamisah, saat terbangun dari tidur pada sore hari. Peristiwa tersebut sontak membuat keluarga terkejut dan segera mencari pertolongan kepada warga sekitar.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sehari sebelum kejadian, tepatnya Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Namun, tindakan tersebut diketahui oleh istrinya yang kemudian berupaya mencegahnya. Setelah kejadian itu, keduanya beristirahat.


Pada Rabu pagi, Kamisah pergi ke pasar sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara itu, korban berada di rumah bersama anak-anaknya. Sekitar pukul 13.00 WIB, Kamisah bersama kedua anaknya beristirahat di kamar.


Saat terbangun sekitar pukul 17.00 WIB, Kamisah mendapati suaminya dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon. Anak korban, Fahami, kemudian keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangga.


Ka.polsek Tebing tinggi AKP.J.A LUBIS SH.MH.Setalah mendapatkan informasi langsung bergerak ke TKP bersama Petugas piket Pamapta Polres Kepulauan Meranti bersama personel Polsek Tebing Tinggi segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjalani pemeriksaan medis.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam kondisi tubuh kaku dengan tali yang melilit leher. Pemeriksaan dokter juga tidak menemukan luka-luka pada tubuh korban. Namun, ditemukan sejumlah kondisi fisik yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.


Dalam penanganan kasus tersebut, petugas melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, mengamankan sejumlah barang bukti, serta melakukan identifikasi terhadap jenazah.


Adapun barang bukti yang diamankan meliputi satu helai celana berwarna abu-abu, satu buah sarung berwarna cokelat, satu utas tali berwarna oranye, satu buah tangga besi, dua buah martil, serta uang tunai sebesar Rp1.748.000.


Keluarga Menerima Kepergian Korban


Pihak keluarga menyatakan menerima kepergian korban dengan ikhlas. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan.


Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk penyusunan laporan polisi dan penyelidikan lebih lanjut untuk melengkapi keterangan terkait peristiwa tersebut.


Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian dan penyebab pasti meninggalnya korban."****





SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI