Senin, 13 Juli 2026

Soal Polri Temukan Dolar hingga Emas Batangan di Rumah Jampidsus, Pakar Hukum Pidana: Indikasi Kuat TPPU

Soal Polri Temukan Dolar hingga Emas Batangan di Rumah Jampidsus, Pakar Hukum Pidana: Indikasi Kuat TPPU





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Sebagian publik menyoroti langkah tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang melakukan penggeledahan di 12 titik pada Rabu (8/7/2026). Pasalnya, Polri geledah rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dan dari penggeledahan 12 titik, Polri sita uang dolar berjumlah besar hingga emas batangan.


Selain itu, publik juga soroti pada penjagaan aparat TNI bersenjata di rumah Jampidsus, Febrie Adriansyah pada hari yang sama. 


Sontak, hal ini juga menyedot perhatian pakar hukum hingga komentar Pakar Hukum Pidana Chairul Huda yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).


Untuk diketahui, Polri sedang mengusut dugaan kasus korupsi, yakni batu bara di PLN, ASABRI, dan utang Krakatau Steel. Dalam pengusutan itu, Polri geledah rumah Jampidsus, Febrie Adriansyah.


Kemudian, Polri juga buka suara soal peluang periksa Jampidsus, Febrie Ardiansyah terkait pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel. 


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan perkara tersebut.


"Nanti dalam proses, ini kan masih secara teknis dan materi masih berlangsung, tim masih terus bergerak,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).


Dalam hal ini, Pakar Hukum Pidana Chairul Huda sangat mengapresiasi langkah polri yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat dan menemukan sejumlah barang bukti.


"Secara logika umum saja, tidak usah bicara soal Yuridis ya, tentu buat apa perorangan dan orang pribadi menyimpan uang atau asset di sebuah rumah atau kantor atau apapun, di dalam brangkas yang tersembunyi."


"Ya, ini jadi indikasi kuat, ini adalah tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang mungkin saja, karena ini mungkin terkait dengan pejabat publik, tindak pidana asalnya, adalah tindak pidana korupsi," ucap Pakar Hukum Pidana Chairul Huda saat diwawancarai awak media, pada Jumat (10/7/2026).


Oleh karena itu, kata dia, penyidik polri harus segera lakukan penetapan tersangka. Karena menurutnya, penetapan tersangka ini sangat penting dalam dua pihak.


"Bagi Polri sendiri maupun bersangkutan. Bagi penyidik Polri ini tentu untuk menjawab tanda tanya publik, untuk memberikan kepastian pada publik, bahwa Langkah yang dilakukan itu adalah penegakan hukum dan telah ada orang yang ditetapkan tersangka," jelasnya.


Tetapi juga, kata dia, untuk kepentingan yang ditetapkan tersangka dalam kasus itu. Karena dengan itu, timbul haknya untuk mencalange tindakan dari penggeledahan barang-barang tersebut dengan mengajukan Praperadilan.


"Karena dengan tanpa status sebagai tersangka, tentu atas dasar apa dia mengajukan Praperadilan. Jadi dengan statusnya sebagai tersangka, maka dia bisa mengajukan praperadilan," ucapnya.


Ia menambahkan, memang dalam hal ini menimbulkan persoalan Yuridis, tentang misalnya apakah ada ketentuan dalam KUHAP yang lama, Junto keputusan yang lama MK terkait penetapan tersangka harus didahuli dengan pemeriksaan calon tersangka.


"Menurut saya, kalau itu dalam keadaan normal bisa dilakukan. Tapi kalau calon tersangkanya ini adalah aparat penegak hukum, yang juga mempunyai kewenangan dalam menegakkan hukum, saya kira ini tidak bisa dilihat secara normal."


"Justru, penetapan tersangka ini untuk menonaktifkan dia, sehingga yang bersangkutan lagi tidak bisa melakukan langkah-langkah yang menyebabkan penyidikan bisa terganggu, karena dia memiliki wewenang berkenaan dalam penegakkan hukum," jelasnya.


Bahkan ia tegaskan, dalam penetapan tersangka ini, ada kepentingan publik yang sedang dilindungi dengan penetapan tersangka yang bersangkutan.


"Jadi bukan kepentingan penyidik dan pelaksanaan tugasnya, atau bukan hanya kepentingan dari tersangka tersebut sehingga timbul hak hukumnya untuk melakukan perlawanan atau mengajukan upaya praperadilan atas tindakkan Tindakan yang dilakuka penyidik tersebut, dan juga ini dalam rangka untuk melindungi kepentingan publik."


"Yaitu, tidak ada pejabat yang terkait dalam satu tindak pidana tetap dalam jabatannya atau menjabat, yang bisa menghambat proses penyidikan. Jadi, kalau bersangkutan tidak mundur dalam jabatannya, sehingga menurut saya penetapan tersangka itu sebagai langkah membuat dia dinonaktifkan," jelasnya. 


Sebelumnya diberitakan, Penyidik gabungan kepolisian pada Rabu (8/7) menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan kasus tersebut. Beberapa titik di antaranya adalah kafe d'Clan Signature, money changer di Cipete, dan sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor.


Rincian 12 lokasi itu adalah: PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah saudara MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan; kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.


Kemudian Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, rumah saudara TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan.


Lalu PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah saudara DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.


Sejumlah barang bukti berupa uang tunai dengan berbagai pecahan mata uang, seperti dolar AS dan Singapura, hingga emas batangan puluhan kilogram (kg) diamankan kepolisian dari penggeledahan sepanjang Rabu kemarin. Total temuan tersebut ditaksir Rp476 miliar.


Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menerangkan penggeledahan ini dilakukan dalam rangka penyidikan tiga perkara. 


Kata dia, kasus ini ditangani bersama Polda Metro Jaya dengan mekanisme joint investigation.


"Penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025," jelasnya.


Berikut hasil penggeledahan di berbagai lokasi berdasarkan keterangan dari Kortas Tipikor Polri.


- Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete

1. Dokumen
2. Handphone
3. SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD
4. USD 889.965
5. Rp 259.159.000


Selain itu, polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total Rp60 M.


- Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete


1. 71 item barang bukti
2. 16 uang asing, dikonversi ke rupiah total sekitar Rp 7,2 miliar


- Berikut Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul


1. 74 kg emas batangan
2. USD 4.767.300
3. SGD 14.083.800
4. Rp 100.000.000
5. Dokumen
6. Handphone
7. Sejumlah foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan brankas


Polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total senilai Rp 476 miliar.


- Kabid Humas Polda Metro Jaya: Ini Atensi Presiden Prabowo


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.


"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ucap Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).


Bahkan kata dia, penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.


"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," bebernya."****






LIPUTAN       :    RED
EDITOR          :    REDAKSI 

Minggu, 12 Juli 2026

Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional

Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional






KabarPesisirNews.Com
LOMBOK BARAT NTB,      - 
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan lima bendungan yang telah rampung dibangun, dilaksanakan secara terpusat di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7). Dua dari lima bendungan yang diresmikan merupakan garapan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), yakni Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, serta Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Peresmian ini menegaskan kontribusi perusahaan dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional. 


Selain kedua bendungan tersebut, Presiden turut meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh. Kelima bendungan dibangun pada periode 2015–2025 dengan kapasitas tampung gabungan sebesar 371,23 juta m³. Secara keseluruhan, kelima bendungan mendukung layanan irigasi hingga 39.540 ha, penyediaan air baku sebesar 3,6 m³ per detik, reduksi potensi banjir pada kawasan seluas 932 ha, serta potensi pengembangan energi melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan PLTS terapung berkapasitas 345,94 MW. 


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto bersyukur bendungan ini bisa diresmikannya, dan menegaskan dalam pemerintahan yang dipimpinnya, telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia berhasil menurunkan harga pupuk dan surplus beras. “Saya titip, Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani, sampai ke petani,” ujarnya 


Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; Mensesneg Prasetyo Hadi; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya; Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal; dan Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini. 


Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air yang tertampung wajib sampai ke sawah. “Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak di Magelang dahulu. Selain menjadi air baku bagi masyarakat, bendungan juga dapat dikembangkan sebagai sumber energi serta memberikan perlindungan terhadap kawasan dari ancaman banjir,” ujarnya. 


Bendungan Meninting merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) milik Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram yang dikerjakan dalam dua paket sejak akhir 2018, dengan nilai proyek keseluruhan Rp1,473 triliun. Hutama Karya menggarap Paket I senilai Rp902 miliar melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Hutama–Bangunnusa bersama PT Bahagia Bangunnusa (porsi Hutama Karya 80%), meliputi pembangunan tubuh bendungan utama, bangunan fasilitas, jalan akses kiri dan kanan, hingga lanskap serta jembatan desa yang terintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Adapun Paket II dikerjakan oleh KSO Nindya Karya–SAC Nusantara. Bendungan Meninting menjadi bendungan kelima yang dibangun Hutama Karya di Provinsi NTB. 



Berdiri di antara Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak ini memiliki tinggi 74 meter, panjang puncak 418 meter, dan lebar puncak 15 meter, dengan kapasitas tampung total 12,18 juta m³ serta luas genangan 46,16 ha. Proses pengisian awal waduk (impounding) telah dimulai sejak 29 Juni 2025. Ke depan, Bendungan Meninting akan melayani irigasi seluas 1.559,29 ha yang menjangkau lebih dari 3.200 petani, menyediakan air baku 0,15 m³ per detik bagi Kabupaten Lombok Barat bagian utara termasuk kawasan wisata Senggigi, mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 0,80 MW dan potensi PLTS terapung 9,23 MW, serta mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas 59 ha di Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, Batu Layar, hingga Ampenan. Manfaat bendungan ini menjangkau lima kecamatan di Lombok Barat hingga Kota Mataram. 


Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Executive Vice President (EVP) Infrastruktur I Hutama Karya, Arif Rahman; dan Kepala Proyek Bendungan Meninting, I Gusti Ngurah Ketut Udara. 


Dalam pembangunan Bendungan Meninting menghadapi tantangan kondisi geologi dan cuaca yang dinamis, sehingga perusahaan mengedepankan digitalisasi konstruksi sejak tahap perencanaan. “Kami menerapkan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan digital survey dan fotogrametri, dashboard Project Management Information System (PMIS), serta CCTV proyek yang saling terkoneksi. Pendekatan ini menjaga presisi, mutu, dan keselamatan konstruksi, sekaligus mengantarkan proyek meraih penghargaan Top Entry in Country pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023,” terang Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi. 


Lebih lanjut, Gunadi menyampaikan bahwa kepercayaan mengerjakan dua dari lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi perusahaan. “Kami sadar air adalah kunci produktivitas pertanian. Ketika bendungan berfungsi optimal dan airnya mengalir sampai ke sawah, di situlah nilai sesungguhnya infrastruktur ini bagi petani dan masyarakat,” ujarnya. 


Di lapangan, Hutama Karya mencatatkan pembangunan bendungan memberikan multiplier effect dengan menggerakkan ekonomi dan wisata. Contohnya, kedua proyek ini melibatkan lebih dari 475 tenaga kerja yang mayoritas merupakan putra-putri NTB dan Aceh. Kehadiran proyek juga diiringi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), mulai dari penanaman 5.000 pohon dan penghijauan kawasan, pembangunan jembatan desa dan akses jalan warga, pembangunan masjid di Dusun Murpeji dan Batu Kemalik, hingga penambahan ruang kelas sekolah dasar. 


Dengan diresmikannya Bendungan Meninting dan Bendungan Keureuto, Hutama Karya memperkuat rekam jejak di sektor sumber daya air setelah sebelumnya merampungkan sejumlah bendungan di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Bendungan Bintang Bano di NTB dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara. Hutama Karya berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat."****





LIPUTAN      :    RED
EDITOR         :    REDAKSI 
Polda Riau Juara Umum Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7, Personel Polres Meranti Sumbang Emas

Polda Riau Juara Umum Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7, Personel Polres Meranti Sumbang Emas





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -  
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti. Salah seorang personelnya berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Polda Riau yang sukses keluar sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup 7 yang berlangsung di Stadium Indoor Kelapa Dua, Tangerang, Provinsi Banten, pada 9–11 Juli 2026.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, kepada wartawan, Minggu (12/7/2026), mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih personelnya tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di tingkat nasional.


Personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga, berhasil meraih medali emas pada kategori Taekwondo Umum kelas Over 87 kilogram putra. Raihan tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan Polda Riau meraih gelar juara umum pada kejuaraan bergengsi yang diikuti kontingen dari berbagai Polda di Indonesia.


"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polres Kepulauan Meranti. Keberhasilan Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun di bidang olahraga," ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi.


Pada Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7, Polda Riau tampil sebagai Juara 1, mengungguli kontingen Polda Sulawesi Utara di posisi kedua, sementara Polda Bengkulu dan Polda Lampung berbagi posisi ketiga.


Kesuksesan tersebut diraih berkat penampilan impresif para atlet dari berbagai satuan kerja dan satuan wilayah di jajaran Polda Riau.


Pada kategori Taekwondo Polri, medali diraih oleh Bripda Mega Djuwita Siallagan dari Polres Kampar yang mempersembahkan 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri dan 1 medali perunggu kelas Under 73 Kg Putri. Selanjutnya Bripda Hanifa Safitri dari Bidpropam Polda Riau menyumbang 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri serta 1 medali perak kelas Under 53 Kg Putri. Sementara Briptu Indria Larasati dari Polres Pelalawan turut menyumbangkan 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri.



Sedangkan pada kategori Taekwondo Umum, medali emas dipersembahkan oleh Briptu Tirto Kinasih Putro Kesumo dari Rorena Polda Riau (Under 80 Kg Putra), Briptu Saheb Rifqi Fadilah dari Sat Brimob Polda Riau (Under 58 Kg Putra), Bripda Diego Rodriguez Dewa Rafsyanj dari Polres Indragiri Hilir (Under 63 Kg Putra), Bripda Vascal Bintano dari Polres Siak (Under 87 Kg Putra), Bripda Mega Djuwita Siallagan dari Polres Kampar (Under 73 Kg Putri), Bripda Hanifa Safitri dari Bidpropam Polda Riau (Under 53 Kg Putri), serta Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga dari Polres Kepulauan Meranti (Over 87 Kg Putra).


Sementara medali perak pada kategori Taekwondo Umum disumbangkan oleh Bripda Risky Gilang Ramadan dari Bidpropam Polda Riau pada kelas Under 74 Kg Putra dan Bripda Muhammad Raihan Al Majid dari SPN Polda Riau pada kelas Under 68 Kg Putra.


Secara keseluruhan, kontingen Polda Riau berhasil mengoleksi 10 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu, sehingga berhak menyandang gelar juara umum Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7.


Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras tim yang dipimpin AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K selaku manajer, didampingi pelatih Aipda Ananda Citra Rizki dan Aipda Jili Wulandari, serta ofisial Bripka Rully Septiadi Saputra.


Tak hanya berjaya di arena taekwondo, Polres Kepulauan Meranti juga mencatat sederet prestasi pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 tingkat Polda Riau.


Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi menyebutkan, Polres Kepulauan Meranti berhasil memboyong delapan prestasi dalam berbagai cabang perlombaan yang digelar Polda Riau.


"Alhamdulillah, Polres Kepulauan Meranti berhasil memboyong delapan prestasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tingkat Polda Riau. Terima kasih atas dukungan seluruh personel dan masyarakat sehingga berbagai capaian ini dapat diraih," ungkapnya.


Delapan prestasi tersebut meliputi Juara I Lomba Tiga Pilar, Juara III Lomba Kampung Tangguh, Juara III Lomba Patroli Samapta, Juara III Lomba Pidato Bhabinkamtibmas yang diraih Aiptu Joko, Juara III Bhabinkamtibmas Terbaik yang diraih Aipda Ashobirin, Juara II Lomba Konten Influencer Kategori Umum yang diraih Bripka Khairi, serta Juara I Kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup 7 melalui Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga yang mempersembahkan medali emas bagi Polda Riau.


Kapolres berharap seluruh prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Kepulauan Meranti untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mengharumkan nama institusi melalui prestasi di berbagai bidang."****






SUMBER    :  HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR      :  REDAKSI 
Pemerintah Desa Melai BersamaPemerintah Desa Mekar BaruGotong Royong Perbaiki Jembatan, Harapkan Pembangunan Permanen Segera Direalisasikan

Pemerintah Desa Melai BersamaPemerintah Desa Mekar BaruGotong Royong Perbaiki Jembatan, Harapkan Pembangunan Permanen Segera Direalisasikan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Pemerintah Desa Melai, bersama Pemerintah Desa Mekar Baru,
Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menginisiasi kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan penghubung antardesa yang telah lama mengalami kerusakan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) itu dipimpin oleh Kepala Desa Melai, Sulaiman, dengan melibatkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari Desa Melai bersama Desa Mekar Baru.


Jembatan yang menghubungkan Jalan Gembol, Dusun Melati, Desa Melai, dengan Jalan Tok Garang, Dusun Cempaka, Desa Mekar Baru, merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat dan Kecamatan Rangsang Pesisir. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah setempat.


Pemerintah desa menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, sekaligus solusi sementara agar jembatan tetap dapat dilalui. Menurut pemerintah desa, ini merupakan kali ketiga masyarakat bersama pemerintah desa melakukan perbaikan secara swadaya karena pembangunan permanen yang diharapkan belum juga terealisasi.


Setiap hari, jembatan tersebut dilalui oleh pelajar, ambulans, tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Rangsang Pesisir, aparatur pemerintah, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan menuju pusat Kabupaten Kepulauan Meranti.


Pemerintah Desa Melai bersama
Pemerintah Desa Mekar Baru berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen mengingat statusnya sebagai jalan poros yang menghubungkan dua kecamatan dan memiliki fungsi strategis bagi pelayanan publik maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Kami berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama bagi berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian," ujar perwakilan pemerintah desa.


Pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong serta memberikan bantuan tenaga, material, dan dukungan lainnya sehingga perbaikan sementara dapat terlaksana dengan baik.


Melalui semangat kebersamaan tersebut, pemerintah desa berharap budaya gotong royong terus terjaga. Meski demikian, pembangunan jembatan permanen tetap menjadi harapan besar masyarakat demi terciptanya akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang pembangunan di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir."****





LIPUTAN     :    RED
EDITOR        :    REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga

Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Bhabinkamtibmas Desa Bokor, Aipda Ashobirin, melaksanakan peninjauan tanaman Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) jenis cabai milik warga di Jalan Pelita, Dusun Kelapa, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat agar lebih produktif dan bernilai ekonomis.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi menyampaikan kepada wartawan bahwa kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas merupakan upaya nyata Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga.


Dalam kegiatan tersebut, Aipda Ashobirin meninjau pekarangan pangan bergizi milik Tarno yang telah ditanami sebanyak 80 bibit cabai menggunakan polybag. Hasil budidaya cabai tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sekaligus dipasarkan kepada pedagang di sekitar Kecamatan Rangsang Barat sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi pemiliknya.


Selain melakukan monitoring terhadap pertumbuhan tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai cara perawatan tanaman cabai, membantu memberikan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan hama, serta mengajak masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan ekonomi keluarga.


Menurut Kapolsek, pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai merupakan langkah efektif dalam menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.


Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) bertujuan mewujudkan kemandirian pangan di tingkat keluarga melalui pemanfaatan lahan kosong atau pekarangan rumah sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.


Kegiatan peninjauan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN      :      RED
EDITOR         :      REDAKSI 
Panitia Karimun Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq

Panitia Karimun Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq





KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,     -
Kendati acara penyambutan masih beberapa hari lagi, tepatnya pada 20 Juli 2026, panitia di Kabupaten Karimun sudah mulai bergerak. Rapat persiapan telah digelar oleh Ketua Panitia, *Mohammad Ginasta*, bersama *Ustadz Ahmad* selaku Ketua FPI Front Persaudaraan Islam Wilayah Kabupaten Karimun.
Pada rapat tersebut juga di hadiri oleh ketua Laskar Melayu Bersatu Kepri Karimun, dato' Khaidir panglima sulung.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting mulai dari teknis penyambutan, keamanan, hingga rangkaian kegiatan selama Imam Besar berada di Karimun.


Kepada media ini, Sabtu (11/7/2026), *Ketua Panitia Mohammad Ginasta* menyampaikan bahwa salah satu agenda utama adalah tausiyah dan ceramah agama oleh *Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Syihab* yang rencananya akan diselenggarakan di *Masjid Agung Karimun*.


"Untuk tempat ceramah Imam Besar sudah kita tentukan di Masjid Agung Karimun. InsyaAllah jamaah bisa lebih banyak tertampung di sana," ujarnya.


Sementara itu, terkait tempat peristirahatan Imam Besar selama berada di Karimun, pihaknya masih terus melakukan pembahasan dan survei lokasi.


"Kalau untuk tempat istirahat beliau masih kita bahas. Yang jelas nanti kita carikan tempat yang paling nyaman, sesuai dengan arahan dan kenyamanan beliau," tambah Ginasta.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Karimun untuk bersama-sama menyukseskan kedatangan Imam Besar. Menurutnya, kehadiran Habib Rizieq diharapkan dapat memberikan siraman rohani dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Bumi Berazam.


"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan membawa keberkahan bagi Karimun," tutupnya."****






EDITOR        :     REDAKSI 

Open Turnamen Futsal Rafa Cup II, Yang Di Taja ASWIN Di Teluk Belitung Resmi Ditutup: Klub. Percasi Desa Mengkirau Raih Juara Pertama

Open Turnamen Futsal Rafa Cup II, Yang Di Taja ASWIN Di Teluk Belitung Resmi Ditutup: Klub. Percasi Desa Mengkirau Raih Juara Pertama





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Semarak Open Turnamen Futsal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Rafa Cup II yang di taja Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, resmi ditutup pada Sabtu (11/7/2026) malam berlangsung meriah, Klub Percasi Desa Mengkirau Raih juara pertama.


Open Turnamen Futsal Rafa Cup II piala bergilir di Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, semulanya diikuti 26 Klub/Team dari tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Diketahui,  pertandingan dipusatkan dilapangan Futsal Rian jalan Rambutan Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau.


Open Turnamen Futsal kali ini disponsori langsung oleh Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Kepulauan Meranti, juga didukung berbagai pihak, seperti Pemuda Pancasila, dan rekan rekan Media KabarPesisirNews.Com, dan simpatisan lainnya.


Menariknya, pada saat final penentuan mencari juara 1sampai juara - 4, Sponsor dan panitia membagi hadian undian, dengan berbagai hadiah tersedia, sehingga membuat ribuan penonton tidak beranjak dari lapangan, membuat suasana menjadi ramai, dan semarak. Final tersebut dipimpin dua orang sawit senior, yakni Herfanza, dan Aria Firmansyah dari ibukota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ketua panitia pelaksana turnamen futsal Cup II, Kusma Irfan A.Mdt mengatakan, turnamen ini sebagai arena pengasahan bakat muda, juga dapat menjadi ajang penyaluran kreativitas, ucapnya. “Salah satu tujuan perhelatan turnamen futsal, diharapkan mampu mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga,” ucapnya lagi


Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh atlit yang "Menjunjung Tinggi Sportivitas", Turnamen futsal ini juga harus menjadi wahana untuk mencapai tujuan yang baik, memperkuat karakter bangsa juga meningkatkan silaturrahmi dan persaudaraan, ujar Kusma Irfan.


Bagi klub yang berhasil meraih juara, katanya, jangan berbangga diri, dan bagi yang belum berhasil mari terus tingkatkan prestasi lebih baik lagi. “Kami berharap melalui turnamen futsal ini akan terjadi proses pembinaan pemain dari yang bersifat alami menjadi sebuah penguasaan skill yang dapat di handalkan dan mengharum nama baik Kabupaten Kepulauan Meranti,” pungkas Kusma Irfan. 


Untuk diketahui, bagi pemenang juara satu mendapat hadiah uang sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta), juara Dua Rp 2.000.000, (dua juta) juara tiga Rp 1.500.000 (satu setengah juta), dan juara Empat Rp 1.000.000, (satu juta) diiringi Madali, piala tetap, piagam/sertifikat penghargaan, top skor, pemain terbaik, klub terbaik, kiper terbaik, masing masing diberi hadiah dan sertifikat penghargaan.


Diketahui, juara satu Klub Percasi Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Puyu, juara Dua Lebeo FC Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, juara tiga Rafa FC dari Selatpanjang, dan juara Empat Klub Bintang Famili. Kini piala bergilir dipegang oleh Klub Percasi Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.****





PENULIS         :         ALI SANIP
EDITOR           :         REDAKSI

Sabtu, 11 Juli 2026

Diduga Dana Bos SMKN1 Bunut Tidak Tepat Sasaran.

Diduga Dana Bos SMKN1 Bunut Tidak Tepat Sasaran.






KabarPesisirNews.Com 
PELALAWAN RIAU,    -
Dana Bos merupakan suatu bantuan pemerintah pusat untuk, sekolah- sekolah yang ada di Indonesia, dan ini merupakan program pemerintah pusat, agar menjadi perhatian kita semua. Demi majukan setiap sekolah di tanah air kita ini.


Namun beda dengan dana bos, yang kami liat dari hasil investigasi, awak media dilapangan. Selasa 7-7-2026, tepatnya kecamatan Bunut, kabupaten Pelalawan Riau.


Dari hasil investigasi dilapangan, diduga banyak nya kejanggalan dalam mengunakan anggaran dana bos tersebut. Banyaknya ruang kelas belajar siswa pada rusak, bahkan plafon pada jebol dan runtuh.


Ada dugaan kami sebagai awak media, bahwa dana sarana dan prasarana sekolah ini, maupun gaji honor guru, tidak digunakan dengan sebaik-baiknya.


Dana bos untuk SMKN1 Bunut ini, sudah dikucurkan pemerintah dalam anggaran tahun 2024-2025. Dalam tahun 2024 ada dua kali:
1. 18-1-2024 sebesar Rp171.200.000 dengan jumlah siswa 214.
2. 9-8-2024 Rp.163.505.758, jumlah siswa 214.


Dalam tahun 2025 juga ada dua kali dana bos diberikan pemerintah kepada SMKN1 Bunut tersebut:
1. 21-1-2026 Rp.221.600.000 jumlah murid 277 
2. 16-9-2025 Rp.221.219.130, jumlah siswa 277.


Yang menjadi pertanyaan bagi kita, kenapa sarana dan prasarana, disekolah tersebut sangat hancur, dan tidak adanya renovasi untuk sarana dan prasarana sekolah tersebut.


Ketika awak media ini melakukan konfirmasi lewat wa, dengan kepsek SMKN1 Bunut,  Muharomadhan. Wa awak media ini tidak di balas oleh Muharomadhan, sampai berita ini naikan."****



  



LIPUTAN PELALAWAN  :  DAVIDSON
EDITOR                             :  REDAKSI
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab








KabarPesisirNews.Com
MEDAN SUMUT,     -
10 -   Juli   -    2026.
Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara.  Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.


Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.


Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex “Dalam Perjalanan”, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat - Banda Aceh lumpuh total.


Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.


"Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat," keluhnya.


Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.


"Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang," ucapnya. 


Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi. 


Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut  mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang. 


Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.  


Dampak yang ditimbulkan sangat besar:


* Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang.
* Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM.
* Pengusaha SPBU mengalami kerugian karena tidak dapat melakukan penjualan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, dan biaya lainnya tetap berjalan.
* Banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong berjam-jam bahkan lebih lama.


Para pengusaha SPBU juga meminta Pertamina Patra Niaga menjelaskan secara terbuka penyebab terganggunya distribusi BBM. Berbagai informasi yang beredar di lapangan mengenai keterbatasan armada mobil tangki, perubahan jumlah pengemudi, maupun faktor operasional lainnya perlu dijelaskan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


Pengusaha SPBU dan masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk:


1. Memulihkan distribusi BBM secepatnya di seluruh Sumatera Utara.
2. Menjelaskan secara terbuka penyebab gangguan distribusi.
3. Menjamin kejadian serupa tidak terus berulang.
4. Mengevaluasi seluruh rantai distribusi BBM apabila terbukti terdapat kelemahan yang menyebabkan keterlambatan pasokan.


"BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang berulang tidak hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat luas. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak," ucap salah seorang pengusaha SPBU di Medan."****






LIPUTAN       :    RED
EDITOR          :    REDAKSI 
Dukung Swasembada Pangan NasionalPolsek Merbau Tanam Cabe Di Bagan Melibur.

Dukung Swasembada Pangan NasionalPolsek Merbau Tanam Cabe Di Bagan Melibur.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Upaya Mendekatakan Diri serta Membantu Swasembada Pangan Nasional Bhanbinkamtibmas Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Giat Panen Tanaman Cabe Di Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau.


"Adapun Kegiatan Giat Panen Tanaman Cabe Di Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau dalam rangka Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional," ujar Kapolsek Merbau Iptu Ahmad Fauzi Menara Spd Sabtu (11/7/2026).


Selain itu, Kegiatan ini di pimpin Langsung oleh Kapolsek Merbau Iptu Ahmad Fauzi Menara S.pd bersama Jajaran Polsek Merbau serta Bhanbinkamtibmas, Polsek Merbau yakni di laksanakan oleh Brigadir Muchlisin M Akbar di ikuti Unsur Pemerintah Desa Bagan Melibur dan Masyarakat.


" Tentunya, Giat Panen Tanaman Cabe di Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau dalam rangka Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional untuk Masyarakat dan juga dapat digunakan sebagaimana mestinya secara baik," jelas Kapolsek.


Ia berharap, Panen Tanaman Cabe bisa dimamfa'atkan oleh Masyarakat dengan baik dan tentunya ini semuanya, untuk mendukung tugas Kepolisan dalam mendukung Program Polda Riau Polres Kepulauan Meranti dengan baik dan lancar."****







SUMBER       :   HUMAS POLRES KEP. MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
BHABINKAMTIBMAS DESA SESAP LAKUKAN PENGECEKAN PETERNAKAN KAMBING DUKUNG KETAHANAN PANGAN

BHABINKAMTIBMAS DESA SESAP LAKUKAN PENGECEKAN PETERNAKAN KAMBING DUKUNG KETAHANAN PANGAN




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Sesap melaksanakan pengecekan terhadap peternakan kambing milik warga di Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi peternakan masyarakat tetap terjaga sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan.


Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sesap, Bripka Ilham Edi Putra, di peternakan kambing milik Andi Priyatin yang berlokasi di Jalan Sei Datu, Desa Sesap. Peternakan tersebut memiliki luas sekitar 6 x 7 meter.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi peternakan dalam keadaan terawat dengan kebersihan kandang yang baik. Ketersediaan pakan dan obat-obatan untuk ternak juga mencukupi. Selain itu, jumlah kambing yang dipelihara tercatat sebanyak 10 ekor.


Melalui kegiatan tersebut, juga terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemilik peternakan dengan petugas pendamping. Bhabinkamtibmas turut memberikan motivasi kepada pemilik peternakan agar terus mengembangkan usaha peternakannya sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.


Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti."****







LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :     REDAKSI