Minggu, 04 Oktober 2026

Sambut Gagasan Kapolres Inhil, Ketua IWO Riau Ajak Wartawan di 12 Kabupaten/Kota Ambil Peran di Perlinsos

Sambut Gagasan Kapolres Inhil, Ketua IWO Riau Ajak Wartawan di 12 Kabupaten/Kota Ambil Peran di Perlinsos





KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,     -
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mengajak anggota IWO di 12 kabupaten/kota se-Riau ikut mengambil peran sebagai agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).


Ajakan itu disampaikan Muridi setelah bersilaturahmi dan ngopi bareng Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto bersama insan media di Tembilahan.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres mengajak insan pers ikut berperan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Perlinsos Digital. Gagasan itu mendapat respons positif dari Muridi.


“Saya mengapresiasi apa yang disampaikan Kapolres Inhil. Ini gagasan yang baik. Wartawan dekat dengan masyarakat, sehingga saya mengajak kawan-kawan IWO di 12 kabupaten/kota untuk ikut mengambil peran sebagai agen Perlinsos sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Muridi.


Menurut Muridi, peran wartawan tidak berhenti pada menyampaikan informasi melalui pemberitaan. Kedekatan wartawan dengan masyarakat juga dapat menjadi modal untuk membantu warga memperoleh informasi dan mengakses layanan secara benar.


“Kita setiap hari bertemu masyarakat, mulai dari perkotaan, kecamatan, desa hingga pelosok. Kalau keberadaan kita juga bisa membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan mengakses layanan resmi, tentu manfaatnya akan semakin besar,” ujarnya.


Muridi menilai ajakan Kapolres Inhil tersebut juga menunjukkan terbukanya ruang kolaborasi antara Polri dan insan pers dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


Ia mengapresiasi langkah AKBP Donny Eko Listianto yang memanfaatkan pertemuan santai bersama insan media untuk berdiskusi mengenai persoalan dan program yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.


“Ngopi bareng mungkin terlihat sederhana, tetapi dari ruang diskusi seperti inilah bisa muncul gagasan yang bermanfaat. Saya mengapresiasi Kapolres Inhil yang membuka ruang komunikasi dengan insan pers,” kata Muridi.


Muridi menjelaskan Perlinsos Digital bukan bantuan sosial baru, melainkan bagian dari transformasi digital dalam pendataan dan pengelolaan perlindungan sosial.


Kehadiran agen diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih mengalami kendala dalam proses digital, termasuk penggunaan NIK, Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta tahapan verifikasi sesuai ketentuan.


Di Indragiri Hilir, sejumlah wartawan telah mulai mengambil peran sebagai agen Perlinsos. Salah satunya Sekretaris PD IWO Inhil, Habibie dan rekan-rekan Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Inhil.


Muridi mengapresiasi langkah tersebut dan berharap anggota IWO lainnya dapat ikut mengambil peran apabila memenuhi ketentuan yang ditetapkan.


“Sekretaris PD IWO Inhil, Habibie, sudah lebih dahulu bergerak. Ini contoh bahwa wartawan bisa memberikan kontribusi bukan hanya melalui karya jurnalistik, tetapi juga lewat kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.


Meski mendorong anggotanya terlibat, Muridi mengingatkan agar peran sebagai agen Perlinsos tetap dijalankan secara profesional dan sesuai mekanisme resmi.


Ia juga menegaskan keterlibatan tersebut tidak boleh mengganggu independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.


“Profesi tetap harus dijaga. Ketika menjalankan tugas jurnalistik, kita tetap wartawan yang independen dan profesional. Ketika mengambil peran sosial, jalankan sesuai aturan dan niatkan untuk membantu masyarakat,” kata Muridi.


Muridi berharap gagasan yang bermula dari silaturahmi bersama Kapolres Inhil itu dapat membawa manfaat lebih luas hingga ke 12 kabupaten/kota di Riau.


“Dari secangkir kopi dan silaturahmi, lahir sebuah ajakan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat. Kalau ini baik dan bermanfaat, mari kita gerakkan bersama,” tutup Muridi."****





SUMBER     :    PW IWO RIAU
EDITOR       :    REDAKSI 
Bupati Asmar: GenRe Harus Jadi Teladan dan Penggerak Generasi Muda Meranti

Bupati Asmar: GenRe Harus Jadi Teladan dan Penggerak Generasi Muda Meranti





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mendorong para Duta Generasi Berencana (GenRe) menjadi teladan sekaligus penggerak bagi remaja dalam mempersiapkan masa depan. Menurutnya, kualitas generasi muda saat ini akan turut menentukan arah pembangunan dan masa depan Kepulauan Meranti.


Pesan tersebut disampaikan Asmar saat menutup Grand Final Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Kabupaten Kepulauan Meranti di Ballroom Afifa, Jalan Banglas, Sabtu (3/10/2026).


Dalam ajang tersebut, Frizzy Azka Kurniawan dari PIK-R Prosteen, SMAN 1 Tebing Tinggi, terpilih sebagai Duta GenRe Putra. Sementara Febi Fatmawati dari PIK-R Army, SMAN 3 Tebing Tinggi, terpilih sebagai Duta GenRe Putri.


Untuk kategori junior, Farhan Yanda dari PIK-R Positif, SMPN 2 Tebing Tinggi, meraih gelar Duta GenRe Junior Putra. Sedangkan Naura Syakira Vienya dari PIK-R B-Three, SMPN 1 Tebing Tinggi, terpilih sebagai Duta GenRe Junior Putri.



Asmar mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan atau pemilihan Duta GenRe. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk membangun karakter, kreativitas, keberanian, serta kemampuan dalam merencanakan masa depan.


“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Asmar.


Menurutnya, generasi muda merupakan salah satu kekuatan utama yang akan menentukan arah pembangunan daerah. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama.


Asmar menyoroti sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi masa depan remaja, mulai dari pergaulan tidak sehat, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, pernikahan pada usia yang belum siap, hingga pengaruh negatif media sosial dan lingkungan pergaulan.


“Hal ini tidak boleh kita anggap sepele. Satu keputusan yang keliru pada masa muda dapat memberikan dampak panjang terhadap pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, bahkan masa depan seseorang,” katanya.


Karena itu, lanjut Asmar, remaja tidak cukup hanya dibekali pengetahuan. Mereka juga membutuhkan penguatan karakter, nilai agama, kemampuan mengambil keputusan, serta lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.


Dalam konteks tersebut, ia menilai keberadaan GenRe memiliki peran strategis dalam membantu remaja merencanakan pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga, serta masa depan secara lebih matang.


Asmar secara khusus berpesan kepada para Duta GenRe yang terpilih agar tidak berhenti pada gelar dan selempang. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus menyebarkan pesan positif kepada teman sebaya.


“Duta GenRe harus menjadi teladan. Harus mampu menginspirasi. Dan harus berani menyampaikan pesan positif kepada teman-teman sebaya,” tegasnya.


Ia juga meminta agar gerakan GenRe tidak hanya berfokus pada ajakan untuk menjauhi perilaku negatif. Menurutnya, remaja harus diberikan ruang yang luas untuk berkarya, berprestasi, berorganisasi, berolahraga, mengembangkan kreativitas, dan mengejar cita-cita.


Asmar berharap generasi muda Meranti tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta karya dan peluang serta ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di daerah.


“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan positif bagi anak-anak kita. Bergandeng tangan menghadapi tantangan zaman,” ajaknya.


Ia menegaskan, upaya menyiapkan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.


“Menjaga generasi muda bukan hanya tugas pemerintah. Menjaga generasi muda adalah tanggung jawab kita semua,” kata Asmar.


Di akhir sambutannya, Asmar mengingatkan bahwa masa depan Kepulauan Meranti turut ditentukan oleh kualitas generasi mudanya saat ini. Ia mengajak para remaja untuk terus berkarya, berprestasi, menjaga diri, menjaga pergaulan, dan mempersiapkan masa depan.


“Cerah dan gemilangnya nasib Kepulauan Meranti di masa depan salah satunya ditentukan dengan kualitas para remajanya saat ini. Dengan serumpun GenRe beraksi, takkan Melayu hilang di bumi. Teruslah semangat berkarya. Teruslah berprestasi. Jaga diri, jaga pergaulan, dan jaga masa depan,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti, sejumlah kepala OPD, Ketua IBI Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti, para pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Ketua Forum Anak Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Ketua Forum GenRe Meranti beserta jajaran."****





LIPUTAN       :    NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Sonde, Polsek Rangsang Cek Lapangan

Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Sonde, Polsek Rangsang Cek Lapangan




KabarPesisirMews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang, Polres Kepulauan Meranti, melalui Bhabinkamtibmas Desa Sonde Bripka Khairi, melakukan pengecekan lahan tanaman cabe di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (29/9/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.50 WIB tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.


Pengecekan dilakukan terhadap lahan tanaman cabe milik warga dengan luas sekitar setengah hektare. Dalam kegiatan tersebut, Bripka Khairi memantau kondisi tanaman serta berdialog dengan petani terkait perkembangan tanaman jagung di lahan tersebut.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, salah satu kendala yang dihadapi petani adalah belum turunnya hujan. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung dinilai belum maksimal.


Kegiatan pendampingan pertanian ini juga menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung program ketahanan pangan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan SH menyampaikan bahwa pendampingan terhadap sektor pertanian merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemantauan perkembangan tanaman, tetapi juga menjadi upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah.


Pendampingan diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para petani sekaligus meningkatkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.


Pengecekan lahan jagung berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali."****





LIPUTAN        :     ALDO
EDITOR           :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Tanaman Cabe, Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Sonde

Polsek Rangsang Cek Tanaman Cabe, Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Sonde




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang, Polres Kepulauan Meranti, melalui Bhabinkamtibmas Desa Sonde Bripka Khairi, melakukan pengecekan lahan tanaman cabe di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (28/9/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.50 WIB tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.


Pengecekan dilakukan terhadap lahan tanaman cabe milik warga dengan luas sekitar setengah hektare. Dalam kegiatan tersebut, Bripka Khairi memantau kondisi tanaman serta berdialog dengan petani terkait perkembangan tanaman jagung di lahan tersebut.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, salah satu kendala yang dihadapi petani adalah belum turunnya hujan. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung dinilai belum maksimal.


Kegiatan pendampingan pertanian ini juga menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung program ketahanan pangan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan SH menyampaikan bahwa pendampingan terhadap sektor pertanian merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemantauan perkembangan tanaman, tetapi juga menjadi upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah.


Pendampingan diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para petani sekaligus meningkatkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.


Pengecekan lahan jagung berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali."****





LIPUTAN      :      ALDO
EDITOR         :      REDAKSI 

Polisi Bersama Masyarakat, AKBP Gede dan Tim RAGA Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

Polisi Bersama Masyarakat, AKBP Gede dan Tim RAGA Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas




KabarPrsisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., bersama Tim Riau Anti Genk Anarkis (RAGA) turun melakukan patroli untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sabtu (3/10/2026) malam.


Patroli tersebut menjadi langkah preventif Polres Kepulauan Meranti untuk mempersempit ruang gerak geng anarkis sekaligus menjaga situasi keamanan di wilayah hukumnya tetap kondusif.


Upaya menjaga kamtibmas juga diperkuat melalui kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Peran tersebut turut dikedepankan melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa dan kelurahan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menegaskan patroli dan kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Melalui patroli RAGA, personel menyisir sejumlah titik rawan, memantau aktivitas yang dinilai mencurigakan serta menyampaikan imbauan agar masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan.


"Selain mencegah aksi geng anarkis, kegiatan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat meresahkan masyarakat," ujar Kapolres Gede Adi.


Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai wujud pelayanan, perlindungan dan pengayoman. Masyarakat juga didorong berperan aktif karena menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama.


Karena itu, Tim RAGA turut mengedepankan pendekatan persuasif dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama masyarakat maupun unsur terkait. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi aksi yang mengganggu kamtibmas.


Dengan semangat “Bersama Kita Jaga Kamtibmas”, Polres Kepulauan Meranti terus mendorong patroli dan langkah pencegahan secara berkelanjutan untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif.


"Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri mewujudkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat konsep gagasan Kapolri yakni Polisi Bersama Masyarakat," jelasnya."****





SUMBER     :     HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 
Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan Pupuk di Riau, 69,2 Ton Diamankan

Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan Pupuk di Riau, 69,2 Ton Diamankan






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan peredaran pupuk bermasalah di wilayah Provinsi Riau.


Pengungkapan tersebut bermula dari pemeriksaan terhadap satu unit truk bermuatan pupuk di wilayah Kabupaten Siak pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan informasi, personel kemudian bergerak ke wilayah Kabupaten Kampar dan menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan pupuk.


Di lokasi tersebut ditemukan *1.389 sak pupuk dengan total berat 69.275 kilogram atau sekitar 69,2 ton.*


Adapun dugaan bahwa pupuk tersebut merupakan pupuk oplosan masih dalam tahap pendalaman. Kepastian mengenai jenis, kandungan, legalitas, serta ada atau tidaknya pelanggaran hukum masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi dan aparat penegak hukum yang berwenang.


*Berawal dari Pemeriksaan Truk di Simpang Perawang*


Pengungkapan bermula pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 00.25 WIB, ketika personel Deninteldam XIX/TT melakukan pemeriksaan terhadap satu unit truk Mitsubishi Canter HDL dengan nomor polisi *BM 8005 SQ* yang melintas di kawasan Simpang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.


Dari pemeriksaan awal, ditemukan *129 sak pupuk dengan berat sekitar 6,5 ton* yang diangkut menggunakan truk tersebut.


Personel juga menemukan adanya *ketidaksesuaian pada dokumen atau surat jalan* yang dibawa oleh pengemudi. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap asal serta tujuan muatan pupuk.


Truk beserta muatannya kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


*Pengembangan Mengarah ke Kabupaten Kampar*


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan dari pengemudi serta pembantu pengemudi, personel Deninteldam XIX/TT melakukan pengembangan untuk mengetahui sumber serta lokasi yang berkaitan dengan muatan pupuk tersebut.


Pengembangan kemudian mengarah ke wilayah Kabupaten Kampar.


Sekitar pukul 17.30 WIB pada hari yang sama, personel tiba di wilayah *Desa SP 2 Kijang Makmur, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.*


Di wilayah tersebut, personel berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur keamanan setempat guna melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh.


Pada malam harinya, personel menemukan adanya aktivitas pemuatan pupuk ke sejumlah kendaraan.


Berdasarkan hasil pendataan awal di lokasi, terdapat enam kendaraan yang masing-masing diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 10,5 ton, atau secara keseluruhan sekitar 63 ton.


*Ditemukan 1.389 Sak Pupuk*


Pengembangan selanjutnya mengarah ke sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan atau penimbunan pupuk.


Di lokasi tersebut, personel menemukan 1.389 sak pupuk dengan berat keseluruhan mencapai 69.275 kilogram atau 69,275 ton.


Temuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan pengamanan terhadap truk bermuatan pupuk di wilayah Kabupaten Siak.


Dengan demikian, angka 69,2 ton merupakan jumlah pupuk yang ditemukan di lokasi penimbunan di Kabupaten Kampar dan tidak dijumlahkan dengan 129 sak atau sekitar 6,5 ton yang sebelumnya diamankan dari truk di Kabupaten Siak.


*Diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Riau*


Dalam penanganan kasus tersebut, personel Deninteldam XIX/TT melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah setempat.


Selanjutnya, barang bukti berupa pupuk yang diduga berkaitan dengan peredaran pupuk bermasalah tersebut *diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau* untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Pemeriksaan oleh aparat berwenang diperlukan untuk memastikan *jenis dan kandungan pupuk, asal-usul, legalitas distribusi, serta ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam peredaran pupuk tersebut.*


Deninteldam XIX/TT terus melakukan koordinasi dan pendalaman terhadap informasi yang berkaitan dengan temuan tersebut guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku."****






LIPUTAN PEKANBARU   :   OJA
EDITOR                              :   REDAKSI
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik dalam rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam (3/10/2026).


Jabatan baru tersebut sekaligus membawa Herry Heryawan menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Riau.


Usai pelantikan, Herry Heryawan mengatakan amanah sebagai Kabaharkam Polri merupakan tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. 


Menurutnya, perubahan jabatan tidak mengubah orientasi utama seorang anggota Polri dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Apa pun jabatan dan di mana pun tempat bertugas, orientasinya tetap sama, menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat, serta menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab,” kata Herry.


Ia memandang rotasi dan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi serta keberlanjutan organisasi Polri dalam memastikan roda pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat terus berjalan.


Bagi Herry, tugas sebagai Kabaharkam juga menjadi kelanjutan dari pengabdian yang selama ini dijalankannya di berbagai penugasan, termasuk selama memimpin Polda Riau.


“Setiap amanah tentu memiliki tantangan dan tanggung jawab yang berbeda. Namun prinsipnya tetap sama, bagaimana kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Herry juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Riau, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, akademisi, media, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning.


Ia berharap berbagai kerja baik, kolaborasi, dan semangat menjaga keamanan yang telah dibangun bersama di Riau dapat terus dilanjutkan dan semakin diperkuat.


“Mohon doa agar setiap langkah pengabdian ke depan senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan. Jabatan adalah amanah, dan pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana amanah itu dapat dijalankan sebaik-baiknya untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Herry."****






SUMBER     :   BID HUMAS POLDA RIAU
EDITOR       :   REDAKSI 
Panggung Kampanye Pilkades Alah air Dibuka, Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti  : Adu Gagasan, Jangan Saling Menjatuhkan

Panggung Kampanye Pilkades Alah air Dibuka, Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti : Adu Gagasan, Jangan Saling Menjatuhkan






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai memasuki tahapan penyampaian visi dan misi calon. 


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Asroruddin, S.H mengatakan tahapan tersebut berlangsung di 12 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kampanye akan berlangsung selama 3 hari, yakni mulai Jumat (2/10/2026) hingga Minggu (4/10/2026).


Penyampaian visi dan misi harus menjadi ruang bagi calon untuk menawarkan program terbaik kepada masyarakat. Jangan menyampaikan sesuatu yang merugikan calon kepala desa lainnya. Bersainglah secara sehat, jaga etika dan tetap pelihara suasana desa agar kondusif,” kata Asroruddin
Kepala Dinas PMD


 Asroruddin, S.H menekankan, masyarakat perlu mendapat ruang untuk menilai program yang ditawarkan masing-masing calon. Karena itu, substansi visi dan misi diharapkan lebih banyak berbicara tentang arah pembangunan dan kebutuhan desa ketimbang menyerang kandidat lain.


Silakan adu gagasan dan program untuk kemajuan desa. Yang terpenting, seluruh calon saling menghormati dan bersama-sama menjaga Pilkades tetap aman, tertib dan damai sampai seluruh tahapan selesai,” pungkasnya.


Kegiatan Kampanye Pilkades Alah air
turut dihadiri Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti, Camat tebing tinggi, Kapolsek tebing tinggi, Sekretaris Kecamatan tebing tinggi, Penjabat Kepala Desa Alah air, Bhabinkamtibmas Alah air, Ketua BPD Desa Alah air, Ketua LPM Desa Alah air Pengawas kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta Panitia Pilkades Desa Alah air, para pendukung calon kepala desa.


Calon Kepala Desa Alah air 
nomor urut 1 Muhammad Yasir, nomor urut 2 Amri dan nomor urut 3 Muhammad ismun."****





LIPUTAN      :     RED
EDITOR         :     REDAKSI 

Sabtu, 03 Oktober 2026

Sinergi Penegasan Batas Wilayah, Wabup Muzamil Kunjungi Pemkab Siak

Sinergi Penegasan Batas Wilayah, Wabup Muzamil Kunjungi Pemkab Siak





KabarPesisirNews.Com
SIAK SRI INDRAPURA RIAU,    -
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Siak dan bertemu dengan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, beserta jajaran, Jumat (2/10/2026).


Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momentum mempererat hubungan antarpemerintah daerah yang memiliki kedekatan historis dan kewilayahan, tetapi juga membahas tindak lanjut penegasan batas wilayah antara Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak.


Dalam pertemuan itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan secara bersama, dengan mengedepankan komunikasi, koordinasi, serta penyamaan persepsi agar pembahasan terkait batas wilayah dapat berjalan secara konstruktif.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak atas sambutan dan penerimaan yang sangat baik. Silaturahmi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sekaligus membahas berbagai kepentingan bersama kedua daerah,” ujar Muzamil.


Menurutnya, hubungan antara Kepulauan Meranti dan Siak memiliki kedekatan historis yang perlu terus dirawat. Karena itu, komunikasi antarpemerintah daerah dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman dalam menyikapi berbagai persoalan kewilayahan maupun kepentingan pembangunan.


Muzamil berharap hubungan baik kedua daerah dapat terus diperkuat melalui sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan, sehingga berbagai agenda bersama dapat ditindaklanjuti secara baik dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.


Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyambut baik kunjungan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara dua daerah yang memiliki ikatan sejarah dan budaya.


“Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti ini adalah serumpun. Walaupun Siak lebih dulu dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis, historis kita tetap sama dan tidak terpisahkan. Oleh karena itu, menjaga dan merawat silaturahmi ini sangatlah penting serta menjadi prioritas utama demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Riau,” ujar Syamsurizal.


Ia menambahkan, kedekatan historis dan budaya tersebut menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang baik antarpemerintah daerah. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan mendukung koordinasi dalam menyelesaikan berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama.


Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan kedekatan kedua daerah. Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyerahkan plakat resmi Kabupaten Siak kepada Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin. Sebaliknya, Muzamil menyerahkan plakat Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Syamsurizal.


Keduanya juga saling bertukar oleh-oleh berupa panganan khas daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antardaerah.


Rangkaian kunjungan ditutup dengan pelaksanaan salat Jumat berjemaah di Masjid Raya Syahabuddin Sultan Syarif Kasim II, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.


Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya dalam menindaklanjuti berbagai agenda kewilayahan dan pembangunan yang menjadi kepentingan bersama."****






LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Ngopi Bareng Jurnalis, Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dan Silaturahmi

Ngopi Bareng Jurnalis, Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dan Silaturahmi





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Suasana akrab dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan ngopi bareng Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., bersama sejumlah jurnalis media cetak, online, dan televisi di Kota Selatpanjang, Jumat (2/10/2026) malam.


Pertemuan yang berlangsung di Dikopi, Jalan Merbau, Selatpanjang, itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan insan pers di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, Kapolres bersama para jurnalis terlibat dalam berbagai obrolan, mulai dari berbagi informasi, bertukar gagasan hingga membahas beragam cerita seputar kehidupan dan dinamika daerah.


Kegiatan yang dikoordinir Humas Polres Kepulauan Meranti, Bripka Devi Firmansyah, tersebut semula dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB. Namun, agenda harus diundur hingga pukul 21.00 WIB karena Kapolres mendapat undangan rapat daring mendadak bersama Kapolda Riau.


Meski mengalami perubahan jadwal, pertemuan tetap berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai minuman dan hidangan menemani obrolan yang terus mengalir hingga sekitar pukul 23.00 WIB.


Momentum kebersamaan itu menjadi gambaran pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan harmonis antara kepolisian dan insan pers.


Melalui silaturahmi seperti ini, diharapkan koordinasi dan pertukaran informasi dapat terus terjalin dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.


Menutup pertemuan malam itu, Kapolres Kepulauan Meranti bersama para jurnalis mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama.


Suasana santai yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi penanda eratnya hubungan kekeluargaan antara jajaran Polres Kepulauan Meranti dan insan pers di Selatpanjang."****






LIPUTAN         :     REDAKSI 
EDITOR            :     REDAKSI 
Soroti Lemahnya Pengawasan, Ketua IWO Riau: Bea Cukai Jangan Loyo Jaga Perairan Inhil

Soroti Lemahnya Pengawasan, Ketua IWO Riau: Bea Cukai Jangan Loyo Jaga Perairan Inhil







KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, melontarkan kritik keras terhadap pengawasan Bea Cukai Tembilahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Muridi menilai pengawasan terhadap jalur perairan Inhil masih lemah dan belum sebanding dengan tingkat kerawanan wilayah, terutama dengan banyaknya jalur perairan serta titik sandar tidak resmi yang oleh masyarakat kerap disebut sebagai “pelabuhan tikus”.


Penilaian tersebut diperkuat hasil penelusuran dan investigasi lapangan oleh tim Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau yang menemukan sejumlah jalur dan titik sandar tidak resmi di wilayah perairan Inhil. Keberadaan titik-titik tersebut tidak serta-merta membuktikan terjadinya penyelundupan, namun dinilai menunjukkan besarnya tantangan pengawasan.


“Saya melihat ada persoalan serius dalam pengawasan. Inhil memiliki begitu banyak jalur perairan dan pelabuhan tikus. Kalau titik-titik rawan seperti ini tidak diawasi secara ketat dan terus-menerus, jangan heran kalau penyelundup melihat Inhil sebagai pintu yang mudah ditembus,” kata Muridi, Kamis (1/10/2026).


Muridi mengatakan Bea Cukai memiliki kewenangan yang kuat dalam melakukan pengawasan kepabeanan, termasuk patroli serta pemeriksaan sarana pengangkut di laut dan sungai.


Karena itu, ia mempertanyakan apabila masih terdapat jalur-jalur rawan yang dinilai minim pengawasan.


“Kewenangannya ada, petugasnya ada, fungsi intelijen ada, patroli laut ada, bahkan ada Customs Narcotics Team. Lalu mengapa masyarakat masih melihat begitu banyak celah? Jangan sampai kewenangan besar hanya gagah di atas kertas, tetapi pengawasannya loyo di lapangan,” tegas Muridi.


Menurutnya, posisi Inhil di pesisir timur Sumatera serta keberadaan jalur perairan yang terhubung dengan kawasan Selat Malaka harus menjadi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan.


Muridi menilai lemahnya pengawasan pada satu titik saja berpotensi dimanfaatkan jaringan penyelundupan untuk memasukkan narkotika maupun barang ilegal.


“Narkoba tidak masuk membawa papan nama. Penyelundup juga tidak akan lewat pintu yang dijaga ketat. Mereka mencari celah, mencari jalur sepi dan mencari titik yang pengawasannya lemah. Karena itu yang harus dijaga justru titik-titik yang selama ini luput dari perhatian,” ujarnya.


Muridi juga mengingatkan keberhasilan penindakan tidak boleh membuat aparat cepat berpuas diri.


Menurutnya, jumlah barang ilegal yang berhasil diamankan hanya menunjukkan apa yang berhasil ditemukan aparat, bukan otomatis menggambarkan keseluruhan barang yang mencoba masuk.


“Jangan hanya bangga mengumumkan berapa kilogram narkoba atau berapa banyak barang ilegal yang berhasil ditangkap. Itu memang patut diapresiasi. Tetapi publik juga punya pertanyaan yang jauh lebih mengusik: berapa yang tidak tertangkap dan berhasil lolos?” katanya.


Muridi menegaskan pertanyaan tersebut bukan tuduhan bahwa telah terdapat narkotika tertentu yang lolos dari pengawasan, melainkan kritik terhadap efektivitas sistem pengawasan yang menurutnya harus mampu memperkecil peluang penyelundupan.


PW-IWO Riau mendesak Bea Cukai Tembilahan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di wilayah Inhil, mulai dari kekuatan personel, armada patroli, frekuensi operasi, intelijen hingga pemetaan jalur-jalur tidak resmi.


Muridi juga meminta patroli tidak hanya terfokus pada pelabuhan resmi.


“Pelabuhan resmi tentu harus diawasi. Tetapi jangan lupa, penyelundup justru akan mencari jalan yang tidak resmi. Pelabuhan tikus, dermaga kecil dan jalur sungai yang jauh dari pengawasan itulah yang harus dikejar, dipetakan dan dipantau,” katanya.


Ia juga meminta Bea Cukai memperkuat koordinasi dengan Polri, BNN, TNI AL serta aparat lainnya.


“Jangan bekerja setelah barang masuk. Jangan bergerak setelah kasus meledak. Jangan menunggu narkoba beredar dan anak-anak kita menjadi korban baru semua sibuk bicara evaluasi. Pengawasan harus hadir sebelum kejahatan terjadi,” tegasnya.


Muridi menantang Bea Cukai Tembilahan menjawab kritik tersebut melalui data dan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


PW-IWO Riau meminta informasi mengenai intensitas patroli perairan, jumlah penindakan serta langkah pemetaan titik rawan di wilayah Inhil dapat disampaikan secara transparan sejauh tidak mengganggu kepentingan operasi dan penyelidikan.


“Kalau pengawasan memang sudah maksimal, tunjukkan dengan data. Berapa patroli dilakukan, berapa jalur rawan dipetakan, berapa penindakan dilakukan dan bagaimana pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi. Jawab kritik masyarakat dengan kerja dan fakta, bukan sekadar pernyataan bahwa semuanya aman,” ujar Muridi.


Jika persoalannya adalah keterbatasan sumber daya, ia meminta Bea Cukai menyampaikannya secara terbuka kepada pemerintah dan memperjuangkan penambahan kekuatan.


“Kalau kapal patroli kurang, perjuangkan. Kalau personel kurang, tambah. Kalau peralatan pengawasan tidak memadai, benahi. Luasnya wilayah jangan menjadi alasan untuk membiarkan celah terbuka,” katanya.


Muridi menegaskan kritik tersebut tidak dimaksudkan untuk menuduh petugas Bea Cukai terlibat, membekingi ataupun sengaja membiarkan penyelundupan. Menurutnya, tuduhan seperti itu harus didasarkan pada bukti.


Namun, ia menegaskan PW-IWO Riau tidak akan diam apabila menemukan persoalan pengawasan yang menyangkut kepentingan masyarakat.


“Kami tidak menuduh siapa pun bermain tanpa bukti. Tetapi kami juga tidak akan diam melihat celah pengawasan. Bea Cukai dibekali kewenangan untuk menjaga pintu masuk negara. Gunakan kewenangan itu sekuat-kuatnya. Jangan beri satu meter pun ruang bagi bandar narkoba dan penyelundup menjadikan perairan Inhil sebagai jalur mereka,” pungkas Muridi.


Hingga berita ini diterbitkan, Bea Cukai Tembilahan belum dimintai tanggapan secara khusus mengenai kritik dan hasil penelusuran lapangan tersebut. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Bea Cukai Tembilahan maupun pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang."****






LIPUTAN INHIL       :     SANDI 
EDITOR                     :     REDAKSI