Selasa, 17 Februari 2026

Kapolda Riau Hadiri Festipal Cian Cui Meranti Budaya dan Lingkungan Di Suarakan Bersama

Kapolda Riau Hadiri Festipal Cian Cui Meranti Budaya dan Lingkungan Di Suarakan Bersama






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Festival Cian Cui di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung meriah. 


Gelaran 'Perang Air' ini menjadi simbol masyarakat pesisir dalam merawat warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan.


Kegiatan ini digelar bersamaan dengan perayaan Imlek 2026, pada Minggu (17/2/2026). 


Bukan hanya warga keturunan Tionghoa, masyarakat lain juga tumpah ruah ikut memeriahkan Festival Cian Ciu ini.


Warga berkonvoi menggunakan becak motor di sepanjang jalan. Sebagian warga lainnya menunggu di pinggir jalan.


Peserta saling 'serang' dengan air yang dimasukkan ke dalam ember ataupun menggunakan pistol air. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi ikut hadir memeriahkan Cian Cui.


Kapolda Riau menegaskan bahwa Festival Cian Cui adalah gambaran nyata tentang bagaimana tradisi mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni yang selaras dengan alam dan semangat gotong royong.


Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan, menyampaikan bahwa menjaga kelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan. Hal ini sejalan dengan letak geografis Desa Bokor yang dikelilingi ekosistem mangrove sebagai benteng pertahanan pesisir.


"Momentum ini mengingatkan kita bahwa menjaga budaya harus berjalan seiring dengan menjaga lingkungan. Keduanya adalah sumber kehidupan dan jati diri yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang," ujar Irjen Herry Heryawan.


Dalam kunjungan tersebut, ia juga turut menggelorakan semangat Green Policing yang menjadi pesan utama untuk disuarakan. 


Program ini menekankan peran kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan secara konvensional, tetapi juga aktif dalam perlindungan ekosistem demi kesejahteraan masyarakat luas.


Melalui Green Policing, Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Meranti untuk menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal sekaligus melindungi kekayaan alam yang ada. 


Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata budaya tanpa merusak ekosistem pesisir yang rapuh.


"Melalui semangat Green Policing, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat budaya, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," imbuh Herry Heryawan.


Selain merayakan tradisi, kehadiran jajaran Polda Riau di Desa Bokor juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadan. Suasana kekeluargaan yang tercipta di sepanjang festival menunjukkan bahwa hubungan antara aparat dan rakyat adalah fondasi utama terciptanya keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan Indonesia ini.


Festival Cian Cui tahun ini sukses menjadi pengingat bahwa di balik percikan airnya, terdapat semangat besar untuk menjaga kedaulatan budaya dan kelestarian alam Meranti agar tetap tegak berdiri hingga masa depan.


Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Riau antara lain Kabid Humas Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Dirkrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolair Kombes Apri Fajar Hermanto, Bupati Kepulauan Meranti Kombes (Purn) H. Asmar, Ketua PN Bengkalis, Kajari Kepulauan Meranti, Kalapas, KSOP Selatpanjang, serta jajaran Forkopimda lainnya."****





SUMBER       :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :   REDAKSI
Bupati Meranti Buka Festival Perang Air Cian Cui Imlek 2577 di Selatpanjang

Bupati Meranti Buka Festival Perang Air Cian Cui Imlek 2577 di Selatpanjang





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar secara resmi membuka Opening Ceremony Festival Perang Air (Cian Cui) dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026. Kegiatan budaya tahunan itu digelar di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tebing Tinggi, Kota Selatpanjang, Selasa (17/2/2026).


Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengky Haryadi, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, S.I.K., M.H.,
PJU Polda Riau,Kalaksa BPBD Provinsi Riau, jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, serta tokoh lintas agama dan organisasi kemasyarakatan.


Turut hadir Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Ketua MUI, perwakilan NU dan Muhammadiyah, KONI, Pemuda Pancasila, pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Kerukunan Keluarga Besar Pejuang, Yayasan Sosial Vihara Sejahtera Sakti, umat Buddha, Majelis Agama Khonghucu Indonesia, serta Majelis Rohaniawan Tridharma Agung Indonesia.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan bahwa Festival Perang Air (Cian Cui) merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah masuk dalam Kalender Event Nasional. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga strategi pemerintah daerah dalam menjadikan tradisi lokal sebagai ikon pariwisata.


“Festival Perang Air ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat, memelihara, dan melestarikan tradisi masyarakat agar dikenal lebih luas,” ujar Asmar.


Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat, khususnya warga Tionghoa di Selatpanjang, dalam memeriahkan perayaan Imlek tahun ini. Bupati berharap festival tersebut dapat menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat lintas suku dan agama, terlebih perayaan Imlek berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan.


“Melalui Festival Cian Cui mari kita jalin kekompakan, saling menghargai dan menghormati antar suku, etnis, dan budaya demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang aman dan damai,” katanya.


Selain itu, Asmar mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Ia juga mengimbau peserta dan pengunjung festival untuk menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban dan kebersihan, termasuk melaksanakan kerja bakti setelah kegiatan selesai agar kota tetap bersih dan asri,” tutupnya.


Festival Perang Air Cian Cui Selatpanjang setiap tahun menjadi magnet wisata budaya di Provinsi Riau. Tradisi saling siram air ini melambangkan doa keselamatan, keberkahan, serta harapan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat."****




LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Susur Sungai Jelajah Kampung, Upaya Pemkab Meranti Lestarikan Budaya Melayu

Susur Sungai Jelajah Kampung, Upaya Pemkab Meranti Lestarikan Budaya Melayu





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  - 
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar kegiatan Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung di halaman Gedung Serba Guna Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (17/2/2026).


Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Riau Kombes Pol. Prabowo Santoso, S.I.K., M.H.,PJU Polda Riau,Kapolres Kepulauan Meranti beserta jajaran, unsur Forkopimda, pengurus LAMR, para datuk adat, camat, kepala desa se-Kecamatan Rangsang Barat, serta tokoh masyarakat.


Rombongan disambut secara adat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Asnawi Nazar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Afrizal Cik melalui prosesi adat Melayu.


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya mengangkat dan melestarikan kearifan lokal masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun. 


Ia menjelaskan tradisi “makan bebedas” atau silaturahim antar kampung menjelang Ramadan kini dikemas sebagai kegiatan budaya dan pariwisata.


“Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung adalah upaya kreatif menjaga kearifan lokal. Tradisi masyarakat Melayu menjelang Ramadan yang intinya mempererat silaturahim kini menjadi potensi budaya sekaligus pariwisata,” ujar Asmar.


Bupati juga mengapresiasi kolaborasi LAMR dan Polres Kepulauan Meranti dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. 


Menurutnya, kegiatan susur sungai ke depan akan semakin dikenal dan terorganisir dengan baik, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.


“Inilah Kepulauan Meranti, negeri yang adat dan budayanya masih terjaga. Negeri perbatasan yang penuh cerita dan hikayat,” tambahnya.


Asmar menegaskan bahwa budaya Melayu tidak terlepas dari nilai-nilai Islam, di mana silaturahim merupakan ajaran agama yang diwujudkan dalam tradisi budaya masyarakat. Ia mengajak seluruh pemangku adat untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat.


“Jaga adat, lestarikan budaya. Lindungi tuah, jaga marwah,” pesannya.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan kegiatan susur sungai tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga edukasi lingkungan. 


Dalam perjalanan menyusuri sungai, masyarakat diajak mengenal ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati yang menjadi penopang kehidupan pesisir.


Ia juga melibatkan pelajar SMA sebagai bagian dari pembinaan generasi muda agar mampu meneruskan pelestarian budaya dan lingkungan di masa depan.


“Kegiatan ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam serta membuka peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran pimpinan Polda Riau di Desa Bokor disambut antusias warga, karena dinilai sebagai momen langka bagi masyarakat kampung pesisir tersebut.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap tradisi budaya Melayu tetap terjaga dan berkembang menjadi daya tarik wisata budaya menjelang bulan suci Ramadan."****





LIPUTAN         :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 

Ram Sawit menjamur  di Wilayah kawasan hutan lindung  Rokan IV koto

Ram Sawit menjamur di Wilayah kawasan hutan lindung Rokan IV koto





KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU ,   -
Pantauan beberapa awak Media di kawasan Hutan lindung Bukit Suligi Desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu,terlihat tempat penjualan Buah Kelapa Sawit atau yang lebih dikenal dengan sebutan RAM lengkap dengan satu unit timbangan Digital serta tiga bangunan ruko permanen yang belum selesai senin 17/2/2026 .
 

Satu unit mobil colt diesel sedang  memuat ,buah sawit di RAM tersebut yang diduga milik  AI seorang  pegawai disalah satu instansi pemerintah Rokan Hulu.


Keberadaan timbangan elektrik buah sawit atau yang dikenal dengan sebutan RAM diduga kawasan Hutan lindung Bukit Suligi layak ditinjau ulang,apalagi dilengkapi dengan bangunan bangunan permanen
 

    Pengelola Ram keluarga, inisial BY mengatakan, bahwa RAM tersebut baru satu bulan berdiri ,rata-rata  dalam satu hari, menerima  dua  mobil cold diesel  bermuatan sawit, kalau masa buah trek seperti saat ini .


"Saya hanya pengelola baru satu bulan beroperasi,hasilnya lebih kurang dua mobillah perhari,pemiliknya AI pegawai di pasir".ujar BY.


    Dengan maraknya RAM tersebut  dikawasan Hutan lindung  ,menimbulkan kekhawatiran akan praktik kecurangan dalam proses Dilapangan.


      Salah seorang pengamat  menilai fenomena ini perlu segera diawasi agar tidak merugikan negara, dengan berdirinya Ram sawit dikawasan Hutan lindung
    

Persaingan antar-RAM yang semakin ketat dikhawatirkan membuka peluang terjadinya 'akan menjamur RAM diareal Hutan lindung, . Ada kemungkinan  , dapat mencemari  sungai didekat RAM tersebut
       

     Dalam hal ini mendesak agar pihak Badan Metrologi Legal bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian  dan kehutanan segera turun melakukan pemeriksaan sinkronisasi dan kalibrasi terhadap RAM yang berada di lapangan,daerah kawasan Hutan lindung. 
  

Penertiban RAM yang belum memiliki izin operasional resmi, demi menciptakan tata niaga sawit yang adil dan transparan di wilayah Rokan Hulu. 


Tujuan akhirnya agar RAM yang  ada  didaerah Kawasan Hutan lindung  ,dapat ditertibkan  ,dinas Kehutanan agar  tetap menjaga,kelestarian alam Rokan Hulu."****





LIPUTAN ROHUL    :    AC
EDITOR                    :    REDAKSI

Senin, 16 Februari 2026

Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Tanjung Harapan Saat Imlek 2026, Kapolres Pastikan Pengamanan Maksimal

Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Tanjung Harapan Saat Imlek 2026, Kapolres Pastikan Pengamanan Maksimal







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Arus mudik dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang terpantau ramai, Senin (16/2/2026). Sejak pagi hingga sore hari, aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang berlangsung intens. Tercatat sebanyak 2.310 penumpang melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional.


Meski terjadi lonjakan mobilitas, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Kepulauan Meranti.


Personel disiagakan sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.30 WIB untuk memastikan situasi tetap kondusif.


Pengamanan dipimpin Padal Pam Pelabuhan Tanjung Harapan dengan melibatkan tujuh personel, yakni Ipda Sabar Bernard Alexsander, Aiptu Dwi Padianto, Aipda Joko Sani, Aipda Yurnaldi, Bripda Yohanes Sitompul, Bripda Kevin Imanuel Simanjuntak (Raga), dan Bripda M. Rizky Wahyudi.


Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengatur arus penumpang, memantau aktivitas bongkar muat, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan bahwa pengamanan difokuskan pada keselamatan penumpang, kelancaran arus kapal, serta pencegahan gangguan kamtibmas.


"Momentum perayaan Imlek identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Kami pastikan seluruh personel hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang bepergian melalui Pelabuhan Tanjung Harapan,” ujar AKBP Aldi.


Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 29 armada beroperasi pada hari tersebut, terdiri dari 3 kapal internasional dan 26 kapal domestik.


Untuk rute internasional, tercatat 417 penumpang dengan rincian 404 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 13 Warga Negara Asing (WNA). Sebanyak 210 penumpang turun dan 207 penumpang berangkat.


Sementara pada rute domestik, jumlah penumpang mencapai 1.893 orang, dengan 1.410 penumpang turun dan 483 penumpang naik menuju berbagai daerah tujuan.


Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang yang turun dan naik, baik domestik maupun internasional, mencapai 2.310 orang, terdiri dari 1.620 penumpang turun dan 690 penumpang berangkat.


AKBP Aldi Alfa Faroqi menambahkan, selama pelaksanaan pengamanan tidak ditemukan tindak pidana maupun gangguan keamanan yang menonjol. Seluruh aktivitas di pelabuhan berlangsung tertib tanpa kendala berarti."****




SUMBER          :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR            :    REDAKSI 
Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing Polda Riau Tahun 2026

Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing Polda Riau Tahun 2026





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,   -
Polda Riau telah menyelesaikan Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing 2026, agenda puncak diselenggarakan di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Minggu (15/2/2026) dengan tema ‘Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan’.


Ajang ini menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kritis serta solusi inovatif terkait isu lingkungan hidup melalui seni orasi.


Lomba ini dibuka sejak 14 Januari 2026 dan ditutup pada 3 Februari 2026. Selanjutnya, tahap penilaian dilaksanakan pada 3 hingga 6 Februari 2026.


Pemenang pada kategori Pelajar Riau keluar nama Andhini Nirmala Putri dari SMAN 2 Tebing Tinggi sebagai juara pertama, disusul Bayu Saputra SMAN 1 Pangkalan Kuras, Faeyza Putra Yelfindra SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Hafid Maulidin SMAN 2 Rambah Hilir, Muhammad Rafhi SMAN 10 Pekanbaru.


Pada kategori Pelajar Luar Riau dijuarai oleh Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan MAN 22 Jakarta, kemudian Dahliatus Salsabillah MAN 7 Jombang, Juliando Samloy SMAS Kristen Dian Halmahera, Mardiana SMAN 1 Merangin, Viola Aurora SMAN 1 Aceh Barat Daya.


Untuk kategori mahasiswa, di peringkat pertama diisi Edi Sahputra Universitas Terbuka, M. Alwi Zikri Universitas Riau, Meysah Ibrahim Nasution Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Nadia Gayatri Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru, Zikra Tiara Bintang Universitas Islam Riau.


Kategori Juara Favorit Lomba Orasi diisi Shaina Syaftari Putri SMAN 1 Sabak Auh untuk Kategori Pelajar Riau, Mardiana SMAN 1 Merangin untuk Kategori Pelajar Luar Riau, M. Alwi Zikri Universitas Riau untuk Kategori Mahasiswa.


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam sambutannya mengapresiasi sembari mengucapkan selamat kepada para pemenang dengan berharap menjadi gerakan nyata yang dimulai dari generasi muda sebagai agen perubahan menuju Riau yang lebih hijau dan berkelanjutan.


“Alhamdulillah, hari ini diberikan akal sehat untuk bisa menyampaikan ide gagasan lewat narasi yang mendorong bagaimana bisa kita berfikir terus memberikan solusi kepada lingkungan-manusia dengan cara yang sangat sederhana,” kata Irjen Herry.


Cara sederhana, jelas Irjen Herry, salah satunya dengan menyuarakan kepedulian kepada alam dan lingkungan melalui ide dan gagasan tentang melakukan kebaikan secara terus menerus.


Program Green Policing yang digagasnya merupakan satu diantara banyaknya cara untuk menjaga alam dan lingkungan, yang berangkat dari hasil survei dan persoalan yang paling krusial di Provinsi Riau.


Irjen Herry bercerita, dirinya yang menjabat pada tahun 2025 itu langsung melakukan kolaborasi dengan  pemangku kepentingan serta forkopimda Riau, menggandeng civitas akademika untuk memetakan permasalahan lingkungan.


“Berangkat dari hasil survei, 10 tahun lalu hamparan hutan di Riau mencapai 5,7 juta hektar yang sekarang tersisa 1,7 juta hektar, ada degradasi 75 persen,” jelasnya. Penyebabnya teridentifikasi kebakaran hutan dan deforestasi.


Selama hampir 20 tahun, semenjak munculnya persoalan kebakaran hutan, belum ada pergerakan untuk menangkal terjadinya kebakaran dan deforestasi tersebut. Dari situlah muncul ide gagasan untuk menyelamatkan alam Riau melalui program Green Policing.


Siapa saja bisa terlibat dalam program ini, sebut Irjen Herry, apa yang telah dilakukan adik-adik pelajar mahasiswa ini sudah termasuk ke dalam program Greem Policing.


Sebab begitu, Green Policing bukanlah kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh kepolisian saja. “Policing yang dimaksud ini adalah kegiatan polisional (dalam artian,red) menjaga atau menertibkan, itu bisa dilakukan adik-adik semua,” katanya kepada pelajar yang hadir.


Dipaparkannya, Green Policing adalah pemolisian dalam era polisi kontemporer atau polisi modern dengan tujuan merubah stigma ketidakbaikan lingkungan di Riau. 


Irjen Herry menjadi garda terdepan menggerakkan Polda Riau dalam mengantisipasi serta menciptakan sistem di bagian hulu dalam menjaga ekosistem alam dan lingkungan di Riau.


“Belum ada yang berbicara menjaga alam dan hutan, selama ini hanya bermuara pada pemadamam. Kita berangkat ke hulu, kita lakukan penanaman pohon menjaga kelestarian. Jikalau kita lakukan 20 tahun lalu (sejak persoalan kebakaran hutan,red) pohon yang ditanam sudah memberikan kontribusi luar biasa,” urainya.


Kepada generasi muda, Irjen Herry mengajak untuk bersama-sama memberikan kesadaran ekologis dengan mencintai lingkungan dan alam.


“Jadi bagaimana kita merubah paradigma dari antroposentrisme ke ecosentrisme,” paparnya.


“Poin terakhir bahwa di dalam hutan itu ada ekosistem terutama gajah, harimau dan lainnya. Saya mewakili Domang, gajah-gajah, pohon-pohon menyampaikan pesan yakni ‘gajahlah kebersihan,” tutupnya menyudahi sambutan.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menerangkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Provinsi Riau, tetapi juga diikuti dari 11 Provinsi lainnya.


"jumlah peserta yang mengikuti ekshibisi lomba orasi Green Policing 2026 ini, sebanyak 102 peserta terdiri dari Mahasiswa dan pelajar SMA, berasal dari 11 Provinsi", ujar Kombes Pandra."****





SUMBER      :     
HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR        :     REDAKSI 
Refdi–Akbar Terpilih Pimpin BEM Universitas Lancang Kuning 2026–2027, Usung Kolaborasi Lintas Fakultas

Refdi–Akbar Terpilih Pimpin BEM Universitas Lancang Kuning 2026–2027, Usung Kolaborasi Lintas Fakultas





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Kongres pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru periode 2026–2027 berlangsung dinamis dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (15/2/2026). Dalam sidang resmi kongres tersebut, Refdi dari Fakultas Pertanian terpilih sebagai Presiden Mahasiswa, didampingi Akbar dari Fakultas Ilmu Administrasi sebagai Wakil Presiden Mahasiswa.


Kemenangan pasangan Refdi–Akbar ditentukan melalui mekanisme sidang kongres mahasiswa yang diikuti perwakilan organisasi kemahasiswaan lintas fakultas. 


Dukungan koalisi mahasiswa menjadi faktor penting dalam proses pemilihan, dengan keterlibatan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas.


Dukungan tersebut datang antara lain dari Novaldi, Azlina, dan Agus Nanda (BEM Fakultas Ilmu Komputer); Muamar, Muhammad Yunus, dan Zaki (BEM Fakultas Pertanian); Muhammad Abdillah, Michael, dan Beni (Fakultas Pendidikan dan Vokasi); Yosua, Aditia, dan Winda Yesha (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); serta Ma’Rifatullah (Fakultas Ilmu Budaya).


Pelaksanaan kongres turut diawasi unsur Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), yakni Munawar selaku Ketua Umum DPM Fadiksi, Ahmad sebagai Pelaksana Tugas DPM Fakultas Ilmu Budaya, serta Qolbi dari Fakultas Ilmu Komputer. Kegiatan juga didukung panitia kemahasiswaan, termasuk Faisal dari panitia PKM.


Presiden Mahasiswa terpilih, Refdi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan mahasiswa Unilak. Ia menegaskan kepemimpinannya akan mengedepankan kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen mahasiswa.


“Kemenangan ini bukan hanya kemenangan kami berdua, tetapi kemenangan seluruh mahasiswa Universitas Lancang Kuning. Kami berkomitmen menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada kepentingan mahasiswa,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa terpilih Akbar menekankan pentingnya sinergi organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan roda pemerintahan mahasiswa ke depan.


“Kami ingin membangun pemerintahan mahasiswa yang kuat melalui persatuan, kolaborasi lintas organisasi, serta program nyata yang berdampak bagi mahasiswa dan kampus,” katanya.


Dengan terpilihnya kepengurusan baru periode 2026–2027, organisasi kemahasiswaan Universitas Lancang Kuning diharapkan semakin aspiratif dan mampu menjadi wadah perjuangan mahasiswa yang konstruktif, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus maupun masyarakat."****





LIPUTAN        :    NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Selatpanjang Semarak, Festival Lampion Imlek 2026 Dibuka Bupati Asmar

Selatpanjang Semarak, Festival Lampion Imlek 2026 Dibuka Bupati Asmar






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membuka Festival Lampion dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Sekolah Kasih Maitreya, Jalan Teladan, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu (15/2/2026) malam. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar.


Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Nahdlatul Ulama, Ketua Muhammadiyah, Sekretaris Daerah beserta para asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Tebing Tinggi, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan seperti Karang Taruna, PSMTI, HIPMI, dan Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti.


Tahun ini, Festival Lampion diikuti tujuh peserta yang menampilkan berbagai kreasi lampion bernuansa budaya Tionghoa dan kearifan lokal. Kegiatan tersebut menarik perhatian ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan rasa bangganya dapat hadir bersama masyarakat pada pembukaan festival tersebut. Ia menilai Festival Lampion tidak hanya sebagai hiburan visual, tetapi juga simbol kebersamaan dan akulturasi budaya yang telah lama tumbuh di Kepulauan Meranti.


“Festival ini bukan hanya memanjakan mata dengan cahaya lampion, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan. Tradisi ini memperkuat nilai toleransi antarumat beragama serta keharmonisan masyarakat yang hidup berdampingan di daerah kita,” ujar Asmar.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah 


berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, festival semacam ini diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan dan penggerak ekonomi. Dengan banyaknya wisatawan datang, pedagang kuliner hingga penginapan bisa merasakan manfaatnya,” katanya.


Bupati Asmar juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan citra Selatpanjang sebagai kota yang ramah dan layak dikunjungi wisatawan. Ia menambahkan, keberagaman suku dan agama di Kepulauan Meranti merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga.


“Cahaya lampion ini melambangkan harapan agar Kepulauan Meranti tetap aman, damai, dan sejahtera,” tuturnya.


Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan seluruh peserta dan pengunjung untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung, sehingga festival dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas."****





LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :   REDAKSI

Minggu, 15 Februari 2026

Penumpang roro pelabuhan jagoh terlantar takada jawaban terkait dengan pihak ASDP yang diam seribu bahasa.

Penumpang roro pelabuhan jagoh terlantar takada jawaban terkait dengan pihak ASDP yang diam seribu bahasa.





KabarPesisirNews.Com
KOTA BATAM KEPRI,   -
Sampai titik ini tidak ada jawaban terkait untuk pemulangannya kembali penumpang ke Batam. 
Insiden ini sudah terjadi dikarenakan habisnya masa izin trayek kapal tersebut. 
 

Ini nyata bentuk kelalalaian manajemen karena tidak mengantisipasi perpanjangan izin dari jauh hari. 


Ditambah dengan bertepatan kondisi libur panjang siswa sekolah, tahun baru imlek dan awal ramadhan. 


Pengakuan dari penumpang mengatakan bahwa informasi pembatalan keberangkatan baru didapatkan pada tanggal 14 februari malam, disaat sebagian besar dari mereka sudah memegang tiket untuk diberangkatkan dan bahkan sudah ada yang berada di atas kapal. 


Kapal yang seharusnya berangkat menuju Tungkal pada pukul 10.00-11.00 WIB pagi tadi namun tertahan dan dikabarkan kembali ke Batam. 


Bentuk upaya koordinasi antara pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat  dengan pemerintah pusat ( Dirjen Perhubungan Darat) dalam hal ini perlu dipertanyakan karena hingga saat ini belum ada titik terang. 


Sampai diterbitkannya berita ini, kondisi ratusan penumpang masih tertahan di Pelabuhan Jagoh, menantikan jawaban pasti dan solusi nyata dari pihak terkait atas nasib keberangkatan mereka."****





LIPUTAN KEPRI    :    IJAL
EDITOR                  :    REDAKSI
Gerak Cepat Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Mekar Sari Merbau

Gerak Cepat Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Mekar Sari Merbau





KabarPesisirNews.Com
MERBAU RIAU,    -
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Hari Ke II di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus dilakukan pada hari kedua, Jumat Siang.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Merbau AKP Jimi Andre mengatakan bahwa Tim gabungan yang terdiri dari 18 personel Polri, 2 personel TNI, 5 orang perangkat desa, 5 orang kecamatan, 5 orang MPA Desa Mekar Sari, dan 5 orang Fire Tim PT. RAPP.


"Tim Gabungan melakukan pemadaman di lokasi yang terpantau hotspot pada Aplikasi Dashboard Lancang Kuning.Lokasi kebakaran berada diJalan Proyek Desa Mekar, sesuai dengan titik koordinat," ujar Kapolsek Merbau 


Kapolsek Merbau juga melakukan Tindakan yang dilakukan tim gabungan meliputi mendatangi TKP, melakukan pemadaman di lokasi Karhutla, membuat sekatan/rintisan untuk mencegah api menjalar, dan membuat laporan.


"Kondisi terkini, adalah upaya pemadaman masih berlangsung, namun angin yang bertiup di TKP Karhutla dikhawatirkan bisa memicu kembali munculnya titik api baru. Situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali," terang Kapolsek Merbau.


Akp Jimi Andre  juga menyatakan bahwa pemadaman akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam.


"Semoga Api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Hari Ke II di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Dapat di Padamkan Tim Gabungan Sedang Berjibaku," jelas Kapolsek Merbau."****





SUMBER         :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR           :   REDAKSI 
Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Respons cepat aparat gabungan kembali terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Tim gabungan Polres Kepulauan Meranti, TNI, BPBD, serta perangkat desa berhasil memadamkan api yang membakar lahan di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Sabtu (14/2/2026) sore.


Kebakaran dilaporkan warga melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman secara terpadu.


Sebanyak 41 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri dari 21 personel Polri, 2 personel TNI, 9 personel BPBD, 6 perangkat desa, serta 3 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Insit.


Petugas menggunakan mesin mini strike dan selang pemadam untuk menjinakkan api. Namun, proses pemadaman sempat terkendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.


“Karhutla diduga akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya.


Setelah beberapa jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski demikian, asap tipis masih terlihat di lokasi sehingga petugas tetap melakukan siaga untuk mencegah api muncul kembali.


Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0.9774 N, 102.67596 E. Hingga saat ini situasi dinyatakan aman dan terkendali, sementara personel gabungan masih melakukan pemantauan di area bekas kebakaran.


Polres Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kebakaran."****





SUMBER         :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR           :    REDAKSI