Senin, 27 Juli 2026

Wabup Muzamil Bahas Penegasan Batas Wilayah Kepulauan Meranti, Kemendagri Beri Arahan Pengusulan Hak DBH

Wabup Muzamil Bahas Penegasan Batas Wilayah Kepulauan Meranti, Kemendagri Beri Arahan Pengusulan Hak DBH






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    – 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI guna membahas penegasan batas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang berdampak terhadap hak daerah atas Dana Bagi Hasil (DBH).


Audiensi yang berlangsung di Kantor Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Jakarta, pada Senin (27/7/2026) tersebut, diterima langsung oleh Direktur Toponimi dan Batas Daerah, Raziras Rahmadillah, S.STP., M.A., serta Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, dan Kerja Sama, Dr. Elfin Elyas, S.Sos., M.Si.


Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memperjuangkan kepastian batas wilayah sebagai daerah kepulauan yang secara geografis berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Pelalawan melalui wilayah laut.


Hingga saat ini, belum adanya penegasan batas wilayah yang mengakomodasi karakteristik Kepulauan Meranti menyebabkan daerah belum memperoleh hak Dana Bagi Hasil sebagaimana daerah lain yang berbatasan secara administratif.


Muzamil menjelaskan, penegasan batas wilayah menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak fiskal daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penghitungan batas wilayah laut antardaerah dapat dilakukan sejauh 4 mil laut dari garis pantai dengan prinsip garis tengah (median line) apabila terdapat daerah yang saling berbatasan.


Sementara itu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mengatur pembagian Dana Bagi Hasil kepada daerah penghasil maupun daerah yang berbatasan.


Namun, sebagai daerah kepulauan yang tidak memiliki batas darat dengan kabupaten lain, Kabupaten Kepulauan Meranti belum memperoleh manfaat Dana Bagi Hasil sebagaimana yang diamanatkan dalam regulasi tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti meminta arahan dan dukungan Kemendagri agar karakteristik daerah kepulauan dapat menjadi pertimbangan dalam penegasan batas wilayah administrasi.


“Kami hadir untuk meminta arahan dari Kemendagri terkait penegasan batas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang berdampak terhadap hak daerah atas Dana Bagi Hasil. Kepulauan Meranti merupakan daerah kepulauan yang seluruh batas wilayahnya berada di laut. Tentunya kami berharap daerah kami memperoleh perlakuan yang sama dalam mendapatkan hak-hak fiskal daerah sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujar Muzamil.


Dalam audiensi tersebut, Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, dan Kerja Sama Kemendagri, Dr. Elfin Elyas, menjelaskan bahwa frasa “berbatasan laut” dalam regulasi masih dapat menjadi ruang pengkajian lebih lanjut.


Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki peluang untuk mengusulkan penegasan batas wilayah melalui Gubernur Riau kepada pemerintah pusat dengan melengkapi argumentasi hukum serta kajian yang komprehensif.


Selain itu, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan kajian dampak yang ditimbulkan apabila Kabupaten Kepulauan Meranti tidak memperoleh hak Dana Bagi Hasil, baik terhadap kapasitas fiskal daerah, pembangunan wilayah kepulauan, maupun kesejahteraan masyarakat.


“Frasa ‘berbatasan laut’ dapat menjadi dasar pengkajian lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menyampaikan usulan melalui Gubernur Riau dengan dilengkapi argumentasi yang kuat serta kajian dampak yang komprehensif sehingga menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam melakukan pembahasan lebih lanjut,” jelas Elfin.


Sementara itu, Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah, menegaskan bahwa Kemendagri siap memberikan pendampingan dan memfasilitasi usulan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Menurutnya, karakteristik daerah kepulauan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam proses penegasan batas wilayah.


Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri yang telah memberikan solusi dan langkah konkret yang dapat ditempuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan arahan yang sangat jelas dari Kemendagri. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti siap menindaklanjuti seluruh masukan yang diberikan, mulai dari pengusulan melalui Pemerintah Provinsi Riau hingga penyusunan kajian dampak yang menjadi dasar penguatan usulan tersebut,” kata Muzamil.


Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk segera menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan agar proses pengusulan dapat segera dilakukan.


Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan tersebut, diharapkan pembahasan mengenai hak Dana Bagi Hasil Kabupaten Kepulauan Meranti dapat dilanjutkan bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.


“Kami optimistis, dengan dukungan dan arahan dari Kemendagri, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki peluang yang besar untuk memperoleh haknya atas Dana Bagi Hasil. Ini merupakan perjuangan untuk kepentingan masyarakat Kepulauan Meranti dan demi percepatan pembangunan daerah ke depan,” tutup Muzamil.


Turut mendampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti dalam audiensi tersebut, Kepala Bagian Perbatasan Setda Kabupaten Kepulauan Meranti, Gilang Wana Wijaya Cendickia, S.STP., M.Si., serta pejabat fungsional Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kepulauan Meranti, Robert Saputra.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap langkah ini menjadi awal yang baik dalam mewujudkan kepastian batas wilayah sekaligus pemenuhan hak daerah atas Dana Bagi Hasil, sehingga mampu meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mendukung percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti."****






EDITOR          :      REDAKSI 
PD IWO INHIL Silaturahmi ke Polres Inhil, Bahas Tangkal Hoaks, Jaga Kamtibmas, dan Gaungkan Green Policing

PD IWO INHIL Silaturahmi ke Polres Inhil, Bahas Tangkal Hoaks, Jaga Kamtibmas, dan Gaungkan Green Policing







KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,     - 
Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Inhil, Senin (27/7/2026) sore.


Rombongan IWO Inhil diterima langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Inhil AKP Jamaluddin, S.H., M.H., di ruang kerja Kapolres Inhil, Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan.


Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Riau Muridi Susandi bersama sejumlah pengurus IWO lainnya.


Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara insan pers dan kepolisian, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu atau hoaks di ruang digital, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mendukung penyampaian informasi terkait program kepolisian.


Salah satu hal yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut yakni peran media dalam menyosialisasikan program Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sebagai langkah kepolisian dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam.


Ketua PD IWO Inhil menyampaikan, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk mendukung program-program positif pemerintah dan kepolisian.


"Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami siap bersinergi dalam menyampaikan informasi yang positif, termasuk program Green Policing agar semakin dikenal masyarakat," ujarnya.


Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi membuat arus informasi semakin cepat sehingga wartawan dituntut mengedepankan verifikasi, profesionalitas, serta kode etik jurnalistik.


"Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, kami ingin ikut menciptakan ruang informasi yang sehat serta membantu menangkal penyebaran berita hoaks yang dapat mengganggu Kamtibmas," tambahnya.


Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menyambut baik kunjungan silaturahmi jajaran IWO Inhil tersebut.


Kapolres mengatakan, media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, memberikan edukasi publik, serta mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


"Kami mengapresiasi silaturahmi dari rekan-rekan IWO Inhil. Media memiliki peran penting dalam membantu Polri menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat," kata AKBP Donny.


Ia mengajak insan pers untuk bersama-sama menangkal penyebaran berita hoaks serta menyampaikan informasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.


"Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik ini terus ditingkatkan. Mari bersama-sama memberikan informasi yang positif, berimbang, dan bertanggung jawab demi menjaga Kamtibmas di Kabupaten Indragiri Hilir," ungkapnya.


Kapolres juga menyampaikan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menyosialisasikan program Green Policing yang menjadi salah satu upaya kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam.


"Program-program positif seperti Green Policing perlu diketahui masyarakat luas. Peran media sangat penting dalam membantu menyampaikan pesan-pesan tersebut," tuturnya.


Kapolres turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya.


Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan antara IWO Inhil dan Polres Inhil dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, menjaga Kamtibmas, serta mendukung program kepolisian di Kabupaten Indragiri Hilir."****






SUMBER     :      PD IWO INHIL 
EDITOR       :      REDAKSI 
IWKM Silaturahmi Dengan Kapolsek Merbau Jalin Sinergi Antara Polri Dan Insan Pers.

IWKM Silaturahmi Dengan Kapolsek Merbau Jalin Sinergi Antara Polri Dan Insan Pers.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,-
Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau (IWKM) menggelar silaturahmi dengan Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd  kegiatan tersebut berlangsung di salah satu kedai kopi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, kelurahan Teluk Belitung, Senin 27 Juli 2026.


Dalam pertemuan yang berlangsung akrab saat itu, Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd didampingi beberapa personilnya berharap agar sinergi antara Polri dan insan pers dapat terus terjaga, dan terjalin dengan baik.


Silaturahmi ini menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan insan Pers dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Merbau.


Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait sinergi media dan kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta berharap bagai mana kondusifitas di wilayah Kecamatan Merbau, harap orang nomor satu yang memimpin satuan Polsek Merbau itu.


"Menurutnya, Wartawan adalah ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat bisa memperoleh informasi yang benar dan akurat," ujar Kapolsek Merbau.


Sementara, Ketua ikatan  wartawan Kecamatan Merbau (IWKM) Ali Sanip dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan dan mengapresiasi kepada  Kapolsek Merbau, karena sudi meruang kan waktu dan menyambut baik silaturahmi dari kami.


Ia menyebut pertemuan ini penting buat kami, untuk membangun komunikasi yang baik antara Polri dan media di Kecamatan Merbau, paparnya.


"Kami dari IWKM siap mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat," ujarnya.


Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama ramah tamah, antara Kapolsek Merbau dengan pengurus dan anggota IWKM."****







PENULIS      :        ALI SANIP 
EDITOR         :       REDAKSI
LMB Kepri Karimun Akan Serahkan Naskah Pernyataan Sikap kepada Kapolres Terkait Unggahan di Medsos yang Menghina Bupati Karimun

LMB Kepri Karimun Akan Serahkan Naskah Pernyataan Sikap kepada Kapolres Terkait Unggahan di Medsos yang Menghina Bupati Karimun






KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,     – 
Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri Karimun mendatangi Polres Karimun, Senin (27/7/2026), untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait beredarnya unggahan di media sosial yang dinilai menghina Bupati Karimun.


Rombongan dipimpin langsung Ketua DPW LMB Kepri Karimun, Dato' Panglima Sulung Khaidir, dan didampingi Sekretaris Bambang Sugianto, S.H., Timbalan Kanan Abd. Sahab, Timbalan Kiri Didang Syarifudin, serta sejumlah pengurus lainnya.


Sebelum menuju Mapolres, rombongan terlebih dahulu minum kopi dan sarapan di Kedai Kopi Kongsi,  sambil berkoordinasi dengan Kasat Intelkam Polres Karimun, AKP Andri Warman, S.H. 


Dalam koordinasi itu, pengurus LMB menyampaikan maksud untuk bertemu Kapolres, yakni menyerahkan pernyataan sikap terkait beredarnya unggahan di media sosial yang dinilai menghina Bupati Karimun.


Mendapat informasi tersebut, AKP Andri Warman, S.H. yang dikenal low profile ini menjambangi  rombongan LMB di Kedai Kopi Kongsi
 Dalam suasana santai, pengurus LMB menyampaikan maksud untuk bertemu Kapolres guna menyerahkan naskah pernyataan sikap resmi organisasi.


Pada kesempatan itu, AKP Andri Warman mengapresiasi langkah LMB yang menempuh jalur konstitusional dalam menyikapi persoalan tersebut.


"Dikarenakan surat pernyataan sikap akan disampaikan langsung kepada Kapolres, maka kami akan menyampaikan terlebih dahulu maksud dan tujuan dari LMB Kepri Karimun. Terkait jadwal pertemuan dengan Kapolres akan kami konfirmasikan lebih lanjut kepada LMB," ujar AKP Andri.


Dalam koordinasi tersebut, Dato' Panglima Sulung Khaidir menyampaikan bahwa kehadiran LMB adalah untuk menjaga marwah pemimpin daerah serta ketertiban di ruang publik, termasuk media sosial.


Kami datang untuk menyampaikan sikap resmi LMB. Kami mengecam segala bentuk penghinaan, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik terhadap Bupati Karimun di media sosial. Ini bukan soal pribadi, tapi soal marwah lembaga dan masyarakat Karimun," imbuhnya."****


Ia menambahkan, "Boleh kritik, tapi kritik yang membangun. Jangan sampai karena emosi di medsos, akhirnya merusak persatuan. Mari kita jaga Karimun ini tetap sejuk, aman dan bermartabat."


"Pernyataan sikap yang akan kami sampaikan kepada Kapolres adalah bentuk kepedulian LMB terhadap daerah," tutup Dato' Panglima Sulung Khaidir."****






EDITOR         :      REDAKSI 
Memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT. BEP Kembali Berkomitmen Tanan 500 Bibit Mangrove

Memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT. BEP Kembali Berkomitmen Tanan 500 Bibit Mangrove




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      -
Memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, PT Bintang Energi Pratama (BEP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 500 bibit mangrove di kawasan Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Haji, Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin 27 Juli 2026


Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Bintang Energi Pratama, bersama Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Haji Desa Mayang Sari, dan Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Merambai, Kelurahan Teluk Belitung. Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari program pelestarian lingkungan yang secara konsisten dijalankan perusahaan.


Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) PT Bintang Energi Pratama, Zaitul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.


"Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian PT Bintang Energi Pratama dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota pesisir, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove," ujar Zaitul.


Ia menjelaskan, program penanaman mangrove telah menjadi agenda tahunan perusahaan sejak 2024. Hingga 2026, PT BEP telah menanam sekitar 1.500 bibit mangrove di sejumlah kawasan pesisir yang berada di wilayah operasional perusahaan.


Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Haji, Hendri Awang, mengapresiasi dukungan dan kepedulian PT Bintang Energi Pratama yang secara konsisten berkolaborasi dalam upaya pelestarian mangrove.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bintang Energi Pratama yang terus mendukung kegiatan konservasi mangrove. Kolaborasi seperti ini sangat berarti dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjadi contoh bahwa pelestarian alam membutuhkan peran bersama antara perusahaan dan masyarakat," ungkap Hendri.


Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Merambai Teluk Belitung, Zulfahren SIP, beserta anggota Kelompok Konservasi Mangrove Sungai Haji dan perwakilan PT Bintang Energi Pratama yang bergotong royong menanam bibit mangrove di kawasan konservasi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perusahaan, kelompok konservasi, dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir, penyerap emisi karbon, serta habitat berbagai jenis biota yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Kepulauan Meranti."****






PENULIS        :      ALI SANIP 
EDITOR          :      REDAKSI
Respons Cepat Aspirasi Warga, Bupati Asmar Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia Demi Tekan Biaya Perjalanan

Respons Cepat Aspirasi Warga, Bupati Asmar Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia Demi Tekan Biaya Perjalanan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kemudahan akses keberangkatan ke Malaysia. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, memimpin rapat koordinasi bersama Kantor Imigrasi, KSOP, Pelindo, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencari solusi atas tingginya biaya perjalanan yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya masyarakat Kecamatan Rangsang.


Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Meranti, Senin (27/7/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Dendi Surya Agung Nugraha, Kepala KSOP Selatpanjang Derita Di Prasetyo, Manager Operasional Pelindo Selatpanjang Bruri Sumantri, para Asisten Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kabag Hukum Setda, serta sejumlah pejabat terkait.


Pertemuan itu difokuskan untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat Meranti yang bekerja maupun bepergian ke Malaysia, terutama persoalan akses transportasi dan tingginya biaya keberangkatan.


Bupati Asmar menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi yang berpihak kepada masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan hukum dan aspek keselamatan.


«"Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat Meranti yang ingin berangkat ke Malaysia, namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Asmar.»


Selama ini, masyarakat dari Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, harus terlebih dahulu menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan biaya perjalanan membengkak karena sebagian warga harus menginap satu malam sebelum keberangkatan.


Menjawab persoalan itu, rapat membahas sejumlah alternatif solusi. Salah satunya adalah mendorong kapal internasional yang berangkat dari Selatpanjang menuju Malaysia agar dapat singgah di Tanjung Samak untuk mengangkut penumpang. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan penambahan armada serta pengaturan jadwal keberangkatan agar masyarakat dari Rangsang dan wilayah sekitarnya memiliki akses transportasi yang lebih efisien.


Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, Dendi Surya Agung Nugraha, menyatakan pihaknya siap mendukung upaya pemerintah daerah dengan memberikan pelayanan keimigrasian yang optimal demi kemudahan masyarakat.


Senada dengan itu, Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Di Prasetyo, mengatakan pihaknya akan mengkaji berbagai kemungkinan agar masyarakat Tanjung Samak dapat berangkat langsung ke Malaysia tanpa harus melalui Pelabuhan Tanjung Harapan. Menurutnya, skema tersebut masih memerlukan koordinasi lintas instansi sebelum dapat direalisasikan.


Selain solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus memperjuangkan peningkatan status dan pelayanan pelabuhan di wilayah Rangsang. Usulan pengembangan pelabuhan internasional di kawasan tersebut telah diajukan dan saat ini masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.


Apabila terealisasi, keberadaan pelabuhan internasional di Rangsang diyakini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat menuju Malaysia, tetapi juga memperkuat konektivitas transportasi laut, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.


Dalam rapat tersebut juga dibahas peningkatan fasilitas Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Manager Operasional Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan fasilitas, termasuk ruang tunggu penumpang, guna meningkatkan kenyamanan pelayanan.


Peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan arus penumpang, serta menghidupkan kembali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di kawasan pelabuhan.


Bupati Asmar menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan solusi yang konkret.


«"Yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, dan sesuai aturan," pungkasnya."****








LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Polsek Sabak Auh Cek Lahan Ketahanan Pangan Program Jagung Pipil, Dukung Asta Cita Pemerintah

Polsek Sabak Auh Cek Lahan Ketahanan Pangan Program Jagung Pipil, Dukung Asta Cita Pemerintah







KabarPesisirNews.Com
SABAK AUH SIAK RIAU,     -
Kepolisian Sektor (Polsek) Sabak Auh melakukan pemantauan dan pengecekan lahan pertanian yang disiapkan untuk program penanaman jagung pipil sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah melalui Asta Cita, Senin (26/7/2026).


Kegiatan pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sabak Auh IPDA Masri Nalzon, S.E., bersama personel Polsek Sabak Auh. Pemeriksaan dilakukan terhadap lahan ketahanan pangan milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh yang akan digunakan untuk pengembangan tanaman jagung pipil.


Kapolsek Sabak Auh mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proses penanaman dimulai. Saat ini, lahan tersebut masih dalam tahap persiapan berupa pembersihan area dengan kondisi kontur tanah mineral.


"Lahan yang akan digunakan untuk penanaman jagung pipil ini menjadi salah satu bagian dari program ketahanan pangan yang mendukung Asta Cita pemerintah," ujar Kapolsek.


Berdasarkan hasil pemantauan, lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 1,5 hektare dengan jenis tanaman jagung pipil. Sistem penanaman yang akan diterapkan menggunakan metode semai pada lubang tanam.


Lokasi lahan berada di wilayah Kecamatan Sabak Auh dengan titik koordinat 1°06'51" N 102°06'39.9" E. Estimasi waktu panen masih menunggu perkembangan tanaman setelah proses penanaman dilaksanakan.


Polsek Sabak Auh memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut agar berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat."****






LIPUTAN        :    SANDI 
EDITOR           :    REDAKSI

Minggu, 26 Juli 2026

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau





KabarPesisirNews.Com
ROKAN HILIR RIAU,    -
Peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum bagi Yayasan Generasi Hijau Riau untuk memberikan penghargaan kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan atas komitmen dan konsistensinya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Green Policing.


Penghargaan berupa plakat Green Policing tersebut diserahkan langsung oleh Pengawas Yayasan Generasi Hijau Riau, Wais Al Qurni, di kawasan mangrove Kabupaten Rokan Hilir.


Penghargaan ini bertepatan dengan rangkaian kegiatan penanaman mangrove dan upaya pemulihan kawasan pesisir, dan peringatan hari Mangrove sedunia pada 26 Juli 2026 ini.


Wais Al Qurni mengatakan, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap langkah nyata Polda Riau dalam mengedepankan perlindungan lingkungan hidup.


Khususnya penyelamatan ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir.


“Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia ini, kami dari Yayasan Generasi Hijau Riau memberikan apresiasi kepada Bapak Kapolda Riau melalui penghargaan Green Policing. Kami melihat komitmen Polda Riau dalam menjaga lingkungan dan kawasan hutan sangat nyata, tidak hanya melalui penegakan hukum tetapi juga upaya pemulihan ekosistem,” kata Wais Minggu (26/7/2026).


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menerima langsung penghargaan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.


“Terima kasih. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Irjen Herry.


Penghargaan tersebut diberikan di tengah komitmen Polda Riau memperkuat implementasi Green Policing sebagai pendekatan kepolisian yang mengintegrasikan penegakan hukum, pencegahan, edukasi, dan restorasi lingkungan.


Sebelumnya, Polda Riau berhasil mengungkap dua perkara dugaan tindak pidana lingkungan hidup di Kabupaten Rokan Hilir dengan luas kawasan yang diduga mengalami kerusakan mencapai 118,21 hektare.


Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan dua tersangka berinisial AF dan SA yang diduga melakukan pembukaan lahan serta merusak ekosistem mangrove menggunakan alat berat jenis excavator.


Irjen Herry menegaskan, Green Policing bukan hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku kejahatan lingkungan, tetapi juga mengedepankan pemulihan ekosistem melalui kolaborasi berbagai pihak.


“Green Policing adalah upaya kolaborasi yang kita lakukan. Ada upaya pencegahan, penegakan hukum, dan yang paling utama adalah upaya restoratif,” tegasnya.


Menurutnya, perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, TNI, akademisi, pelaku usaha, organisasi lingkungan, dan masyarakat.


Melalui penghargaan yang diberikan bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia tersebut, Yayasan Generasi Hijau Riau berharap semangat kolaborasi dalam menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem lingkungan di Provinsi Riau terus diperkuat sehingga upaya pelestarian alam dapat berjalan secara berkelanjutan."****





EDITOR        :     REDAKSI 
Forum Anti Hotman Paris dan PW IWO Sulsel Kecam Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Wartawan

Forum Anti Hotman Paris dan PW IWO Sulsel Kecam Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Wartawan




KabarPesisirMews.Com
MAKASSAR SULSEL,    -
Pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada 17 Juli 2026, menuai reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah elemen yang tergabung dalam Forum Anti Hotman Paris menyampaikan pernyataan sikap yang mengecam ucapan tersebut karena dinilai telah merendahkan profesi wartawan.

Forum tersebut menilai ucapan seperti "lu punya otak nggak", "tanya kakekmu", "shut up", hingga "kalau kau punya otak lu tahu jawabannya" yang dilontarkan kepada wartawan dalam konferensi pers merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalistik dan tidak mencerminkan etika dalam ruang publik.

Koordinator Forum Anti Hotman Paris, Armand Rachman, menyatakan bahwa meski Hotman Paris telah menyampaikan permintaan maaf, persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti pada permintaan maaf semata. Menurutnya, dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan perlu diproses sesuai ketentuan hukum agar memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik.

Forum juga mengajak seluruh organisasi pers di Indonesia bersatu menjaga marwah, harkat, dan martabat profesi wartawan serta mengawal proses hukum atas dugaan penghinaan tersebut hingga tuntas.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, SE., M.AP, menyayangkan pernyataan Hotman Paris yang dinilai telah merendahkan profesi wartawan.

Menurut Zulkifli, wartawan menjalankan tugas berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, setiap narasumber, terlebih seorang praktisi hukum senior, semestinya menghormati pertanyaan yang diajukan wartawan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Ucapan yang disampaikan dalam forum resmi itu sangat kami sesalkan karena terkesan merendahkan profesi wartawan. Pers memiliki kedudukan yang dilindungi undang-undang dan menjalankan tugas untuk kepentingan publik. Kritik atau ketidaksepahaman tidak seharusnya disampaikan dengan kalimat yang bernada menghina," kata Zulkifli.

Ia menegaskan, IWO Sulawesi Selatan akan berkoordinasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta organisasi-organisasi pers lainnya untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"IWO Sulsel bersama PWI dan organisasi pers lainnya akan mengawal kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan ini hingga tuntas. Tujuannya bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi agar ada kepastian hukum dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menghormati profesi pers sebagai salah satu pilar demokrasi," tegasnya.

Zulkifli juga mengimbau seluruh insan pers tetap mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik dan menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada proses hukum yang berlaku, sembari berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang."****




SUMBER      :   PW IWO SULSEL
EDITOR        :   REDAKSI 

Muzamil Baharudin Resmi Dikukuhkan sebagai Ketua FKA SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis se-Riau Kepri

Muzamil Baharudin Resmi Dikukuhkan sebagai Ketua FKA SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis se-Riau Kepri







KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,    – 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Forum Komunikasi Alumni (FKA) SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Pengukuhan tersebut berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kabupaten Siak, Sabtu (25/7/2026 malam.


Pengukuhan Muzamil Baharudin sebagai ketua merupakan hasil musyawarah forum yang sebelumnya telah dilaksanakan dan secara mufakat menetapkannya untuk memimpin FKA SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Amanah tersebut kemudian dikukuhkan dalam acara yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.


Pengukuhan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat peran alumni dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.


Dalam sambutannya, Muzamil Baharudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin forum alumni tersebut. Ia berkomitmen menjadikan FKA sebagai wadah yang solid, inklusif, serta mampu menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi seluruh alumni.


“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama. Forum ini bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya alumni, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Muzamil.


Menurutnya, forum alumni tidak boleh hanya menjadi tempat bernostalgia, tetapi harus mampu menjadi wadah yang produktif dalam melahirkan gagasan, memperkuat jejaring, dan mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah masing-masing.


“Saya berharap seluruh alumni dapat terus menjaga kebersamaan dan semangat pengabdian. Dengan latar belakang profesi yang beragam, kita memiliki potensi besar untuk saling bersinergi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Mari kita jadikan forum ini sebagai rumah besar alumni yang senantiasa hadir untuk mempererat silaturahmi dan memberi inspirasi,” tambahnya.


Sebagai ketua yang baru diamanahkan, Muzamil Baharudin juga berkomitmen menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan agenda forum alumni. Salah satunya dengan mengusulkan pelaksanaan reuni akbar yang selama ini digelar dua tahun sekali menjadi agenda tahunan.


“Insyaallah, ke depan kita akan membuat terobosan baru. Jika selama ini reuni akbar dilaksanakan setiap dua tahun sekali, kita akan upayakan menjadi satu tahun sekali agar silaturahmi antaralumni semakin erat dan berkelanjutan,” katanya.


Ia pun menyatakan kesiapan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan reuni akbar pada tahun mendatang.


“Yang tentunya, tahun 2027 kami siap menjadi tuan rumah di Selatpanjang. Kami mengundang seluruh alumni untuk hadir dan bersama-sama mempererat kebersamaan dalam rumah besar Forum Komunikasi Alumni ini,” pungkasnya.


Sementara itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengucapkan selamat datang kepada seluruh alumni yang hadir di Kota Istana. Ia mengaku bangga karena Kabupaten Siak dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan reuni akbar dan pengukuhan pengurus FKA SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.


“Selamat datang di Kota Istana, Kabupaten Siak. Kami merasa bangga karena agenda besar yang penuh nilai silaturahmi dan kebersamaan ini dilaksanakan di Siak. Semoga seluruh alumni dapat menikmati keindahan dan keramahan Kabupaten Siak,” ujar Afni.


Afni juga menyampaikan apresiasinya terhadap profesi guru yang telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin di berbagai bidang. Sebagai seorang dosen di Universitas Lancang Kuning, ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia pendidikan.


“Saya juga seorang guru, dosen di Universitas Lancang Kuning. Karena itu, saya sangat menghargai jasa dan pengabdian para guru. Saya meyakini bahwa kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari peran para pendidik yang telah mencetak generasi-generasi terbaik bangsa,” ungkapnya.


Pada pagi harinya, sebelum prosesi pengukuhan digelar, Forum Komunikasi Alumni (FKA) SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis juga menggelar reuni akbar yang dipusatkan di kawasan bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Kabupaten Siak. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti ratusan alumni yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.


Reuni akbar menjadi ajang temu kangen sekaligus mempererat silaturahmi antaralumni lintas angkatan. Berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam suasana penuh keakraban, menandai komitmen para alumni untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kontribusi forum di tengah masyarakat.


Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, Forum Komunikasi Alumni (FKA) SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis diharapkan semakin aktif dalam membangun jejaring alumni, mempererat silaturahmi, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.


Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, para dewan pengawas Forum Komunikasi Alumni (FKA) SPGN 197, KPG, dan PGSLP Bengkalis, para guru, serta tamu undangan lainnya."****






LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
LMB Karimun Komitmen Jadi Mitra Pemerintah dan Jaga Kesejukan Masyarakat

LMB Karimun Komitmen Jadi Mitra Pemerintah dan Jaga Kesejukan Masyarakat







KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,    -
Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri Karimun menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai organisasi yang menaungi dan memberi solusi bagi masyarakat. Sekaligus siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menjalankan program-program pro rakyat.


Penegasan itu disampaikan Ketua DPW LMB Kepri Karimun, Dato' Panglima Sulung Khaidir, saat berbincang santai dengan awak media di Sekretariat DPW LMB Kepri Karimun, Jalan R. Oesman Kapling. Minggu (26/7/2026).


Dalam kesempatan itu, Khaidir memaknai organisasi LMB seperti filosofi sebuah payung.


_“Organisasi ini hadir di tengah masyarakat seperti payung. Bisa untuk berteduh saat hujan, dan bisa meneduhkan saat panas. Itulah semangat kami. Hadir memberi kesejukan, memberi solusi bagi masyarakat,”_ kata Khaidir.


Ia juga mengutip pepatah Melayu _“Bulat Air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat”_ sebagai dasar gerak organisasi yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.


Lebih lanjut, Khaidir menyoroti pentingnya kekompakan internal sebagai pondasi organisasi. Ia mengaku bangga dengan harmonisnya para pengurus LMB Karimun saat ini.


_“Bagi kami kekompakan sesama pengurus adalah semangat dan nadi dari organisasi. Karena setiap organisasi yang baik itu harus dibenahi dari dalam dulu. Kalau di dalam sudah kompak, sudah satu suara, maka insyaAllah program apapun yang kita jalankan akan berjalan dengan baik dan sejalan,”_ jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Khaidir menegaskan posisi LMB Karimun sebagai mitra pemerintah, bukan penghalang.


_“LMB akan mendukung setiap program pemerintah daerah yang pro rakyat. Tugas kami adalah membantu agar program-program baik itu sampai dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,”_ tambahnya.


Selain mendukung program pemerintah, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas juga menjadi prioritas LMB di Karimun.


_“Kita ingin Kabupaten Karimun ini semakin asri, aman, dan nyaman. Kalau masyarakat merasa aman, tentu akan berdampak baik. Orang dari luar akan lebih banyak berkunjung ke Karimun. Para investor juga tidak akan ragu menanamkan modal, karena keamanan adalah kunci utama untuk kemajuan daerah,”_ tutup Dato' Panglima Sulung Khaidir."****






EDITOR           :     REDAKSI