Jumat, 29 Mei 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Super El Nino 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Super El Nino 2026






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat fenomena iklim ekstrem atau Super El Nino Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Karhutla, Jumat (29/5/2026) pagi, di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, pihak kecamatan, perusahaan, serta jajaran Polsek se-Kabupaten Kepulauan Meranti yang mengikuti secara langsung maupun melalui zoom meeting.


Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakapolres Kepulauan Meranti KOMPOL DETIS MAYER SILITONGA, S.H., mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, Kadis Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti ADE DUHARTIAN mewakili Bupati Kepulauan Meranti, perwakilan Danramil 02 Tebing Tinggi, Danposal Selatpanjang, BPBD, Satpol PP, para camat, serta sejumlah perusahaan seperti PT Nasional Sago Prima (NSP), PT Imbang Tata Alam, dan PT RAPP.


Dalam sambutannya, Wakapolres Kepulauan Meranti KOMPOL DETIS MAYER SILITONGA menyampaikan bahwa rakor lintas sektoral tersebut bertujuan memperkuat sinergitas dan komunikasi seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Menurutnya, fenomena El Nino dan cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan titik rawan kebakaran, sehingga diperlukan kesiapan seluruh unsur mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.


“Melalui rapat koordinasi ini kita ingin memastikan kesiapan seluruh stakeholder lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan awal hingga proses pemadaman apabila terjadi kebakaran,” ujar Wakapolres.


Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Kadis Kesehatan ADE DUHARTIAN menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah yang sangat rentan terhadap Karhutla karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.


Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna meminimalisir terjadinya bencana kabut asap.


“Kabupaten Kepulauan Meranti berada di kawasan perbatasan dan berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah lain. Apabila terjadi kabut asap, dampaknya akan sangat luas dan dapat menjadi perhatian publik maupun media sosial,” ungkapnya.


Dalam rakor tersebut, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti KOMPOL WAN MANTAZAKKA, S.H., M.H., turut memaparkan kondisi dan potensi ancaman Karhutla Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa fenomena Super El Nino diperkirakan terjadi pada periode Juni hingga September 2026 yang berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem di wilayah Riau.


Sebagai langkah pencegahan, Polres Kepulauan Meranti telah memasang sebanyak 114 spanduk larangan membakar hutan dan lahan di sejumlah titik rawan Karhutla, dengan rincian Polsek Tebing Tinggi 22 lokasi, Polsek Tebing Tinggi Barat 44 lokasi, Polsek Rangsang 30 lokasi, Polsek Rangsang Barat 13 lokasi, dan Polsek Merbau 5 lokasi.


Selain itu, Polres Kepulauan Meranti juga menyiapkan sejumlah langkah strategis menghadapi Karhutla, di antaranya pelatihan penanggulangan Karhutla bagi personel dan Masyarakat Peduli Api (MPA), pembentukan rayonisasi penanganan Karhutla, pengecekan sarana dan prasarana, pembentukan posko Karhutla, hingga pemanfaatan layanan 110 dan aplikasi DLK Polda Riau.


Dalam arahannya, Wakapolres Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Ia juga meminta seluruh unsur terkait terus melaksanakan patroli, sosialisasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


“Dengan adanya sinergitas, kesiapsiagaan bersama, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, diharapkan potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat diminimalisir,” tegasnya.


Kegiatan Rakor Lintas Sektoral Karhutla Tahun 2026 tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif."****







SUMBER   :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR     :   REDAKSI 
Warga Beserta Pengusaha Budidaya Ikan Air Tawar Di Merbau Menjerit Karena Dalam Satu Hari Listrik Puluhan Kali Mati Mendadak

Warga Beserta Pengusaha Budidaya Ikan Air Tawar Di Merbau Menjerit Karena Dalam Satu Hari Listrik Puluhan Kali Mati Mendadak









KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU
 Sejumlah konsumen dan masyarakat Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluh dengan kondisi PLN saat ini, dikarenakan dalam satu hari puluhan kali mati secara mendadak. Sering matinya jaringan PLN tersebut membuat kerusakan elextronik bagi konsumen juga dipastikan terjadi.


Selain itu, bagi peternak Ikan Air tawar, seperti Syahril Kasdi pengusaha  budidaya ikan air tawar menyoroti persoalan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Merbau beberapa hari ini,
dimana pemadaman listrik yang diduga di lakukan oleh PLN Teluk Belitung beberapa hari belakangan ini, kami merasa resah, ucapnya


Kalau hal ini terjadi terus-menerus tidak menutup kemungkinan usaha kecil-kecilan seperti saya ini akan merugi secara signifikan.ucap Syahril.


Saya juga bingung mau melaporkan ke mana karena dengar kabar PLN di teluk belitung ini sudah lama tidak ada pemimpinnya, jika di sampaikan kepada petugas lapangan saya kira sama aja, tidak akan membuahkan hasil, keluh Syahril Kepadla Awak Media  Kabarpesisirnews.com


Hal senada juga di sampaikan oleh salah seorang pelaku usaha print di Merbau yang enggan di sebut namanya, dia mengeluhkan listrik yang sebentar mati dan sebentar hidup sangat berpengaruh pada usaha saya, Apa lagi matinya komputer saya karena terpaksa tidak melalui shut down maka akan lama loading untuk hidup kembali, ucapnya.


Menurutnya, apa lagi kemaren dan hari ini mungkin sudah puluhan kali hidup mati seperti ini, saya berharap hal ini bisa cepat teratasi oleh pihak PLN, ,tambahnya.


Jery Ramadhan Kasub PLN Teluk Belitung saat di hubungi melalui sambungan telepon pribadinya Jumat (29/5/2026) mengatakan kita lagi mengusahakan mesin kita gangguan devisit 400kw. Kalau jaringan kita lagi upayakan pemasangan penghalang binatang,ucap jery.


Sekarang kendalanya ada di mesin pembangkit kita karena kabel kita ada  di timpa pohon durian yang mengakibatkan kerusakan mesin, dan kita sudah dapat info alat pengganti nya sudah di kirim mungkin paling lama akhir bulan ini dan insyaallah akan kita usahakan lebih cepat dari itu. Janji  jery.


Jerry juga menjelaskan bahwa di belitung ini tidak ada kasub lagi, karena saya di perintahkan di belitung hanya pembantu, ucapnya.


iya pak pastinya kami memohon maaf kepada masyarakat untuk ketidaknyamanan dengan kondisi kelistrikan saat ini, kita juga usahakan melakukan perbaikan untuk kedepannya lebih baik lagi, pungkas, jerry."****







PENULIS             :        ALI SANIP 
EDITOR               :        REDAKSI
Karim : Pembangunan Harus Berangkat dari Aspirasi Rakyat, Bukan Sekadar Keputusan di Ruang Elite.

Karim : Pembangunan Harus Berangkat dari Aspirasi Rakyat, Bukan Sekadar Keputusan di Ruang Elite.





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU 
Pembangunan daerah sejatinya tidak hanya berbicara soal infrastruktur, realisasi anggaran, maupun capaian program pemerintah. Lebih jauh dari itu, pembangunan harus berpijak pada kebutuhan masyarakat dan lahir dari aspirasi rakyat yang benar-benar didengar.


Pandangan itu disampaikan Karim, Ketua
Ikatan koordinasi pemuda Bangkinang 
( IKOPEB ) Kabupaten Kepulauan Meranti, yang juga menjabat sebagai Dewan Etik di Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepulauan Meranti.


Menurut Karim, arah pembangunan akan kehilangan makna apabila masyarakat tidak diberi ruang untuk terlibat dalam proses perencanaan maupun pengambilan kebijakan. Sebab rakyat bukan sekadar penonton, melainkan bagian utama yang menerima dampak langsung dari pembangunan itu sendiri.


“Pembangunan jangan sampai hanya lahir dari ruang rapat atau keputusan elite semata. Masyarakat harus hadir dalam setiap prosesnya. Karena yang paling memahami kebutuhan di lapangan adalah rakyat itu sendiri,” ujar Karim, Jumat (29/5/2026).


Ia menilai, masih ada kecenderungan kebijakan publik disusun secara formal di tingkat pemerintahan dan legislatif, namun belum sepenuhnya menyentuh suara masyarakat di akar rumput. Kondisi itu, kata dia, berpotensi menciptakan jarak antara pemerintah dengan rakyat.


Karim juga menyoroti fenomena ketika aspirasi masyarakat baru menjadi perhatian setelah muncul gelombang protes atau aksi demonstrasi. Menurutnya, pola demikian tidak sehat dalam kehidupan demokrasi.


“Jangan menunggu rakyat bersuara keras di jalan baru mau mendengar. Aspirasi harus dijemput sebelum berubah menjadi kekecewaan. Pemerintah harus hadir lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih peka terhadap suara masyarakat,” tegasnya.


Sebagai Dewan etik disalah satu organisasi pers  Karim juga menilai komunikasi publik yang sehat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah, DPRD, masyarakat sipil, pemuda, dan pers harus berjalan dalam semangat yang sama: membangun daerah dengan mendengar suara rakyat.


Ia menambahkan, pers memiliki tanggung jawab moral sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Media tidak boleh kehilangan independensi, apalagi hanya menjadi corong kekuasaan.


“Pers harus tetap berdiri di tengah masyarakat. Menyampaikan kritik secara objektif, menjaga keseimbangan informasi, dan menjadi ruang tempat suara publik didengar. Sebab dari pers, pemerintah bisa melihat denyut persoalan yang sebenarnya terjadi di tengah rakyat,” kata Karim.


Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak di Kabupaten Kepulauan Meranti, Karim berharap seluruh proses pembangunan benar-benar menghadirkan manfaat yang nyata, berkeadilan, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sah daerah.


“Pembangunan terbaik bukan hanya yang terlihat megah, tetapi yang betul betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutupnya."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Warga Rangsang Barat di amankan Polsek Rangsang Barat bawa barang terlarang

Warga Rangsang Barat di amankan Polsek Rangsang Barat bawa barang terlarang





KabarPesisirNews.Com
RANGSANG BARAT RIAU,    -
Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rangsang Barat, Polres Kepulauan Meranti. Seorang pria berinisial Zulkifli (24) diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (26/5/2026).


Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.29 WIB di Jalan Hamid, Desa Bina Maju. Dari tangan tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.


Kapolsek Rangsang Barat IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan sering terjadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.


Ia juga mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Rangsang Barat.


Ia menyebutkan keberhasilan pengungkapan itu tidak terlepas dari informasi dan peran aktif masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar.


“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat sehingga kasus ini dapat segera diungkap. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungannya,” ujar IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd


Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku narkotika demi menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek kemudian memerintahkan Unit Reskrim Polsek Rangsang Barat untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi akan terjadi transaksi narkotika di Jalan Hamid, Desa Bina Maju.


Saat melakukan pemantauan di lokasi, petugas melihat seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri hasil penyelidikan sedang mengendarai sepeda motor Yamaha NMax warna merah hitam. Polisi kemudian langsung melakukan penyergapan dan mengamankan pelaku.


Sebelum dilakukan penggeledahan, petugas terlebih dahulu menghadirkan Kepala Desa Bina Maju sebagai saksi. Dari hasil penggeledahan terhadap tas selempang milik pelaku, ditemukan satu paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kotak rokok."****








EDITOR           :      REDAKSI 
Polsek Merbau Sambangi Peternak Ikan, Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional

Polsek Merbau Sambangi Peternak Ikan, Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Merbau melaksanakan kegiatan sambang kepada para peternak ikan di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, BRIPKA Iwan KS bersama AIPDA R. C Sitompul, dengan menyambangi para peternak ikan yang berada di Desa Mengkirau dan Desa Sungai Anak Kamal, Kecamatan Merbau.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para pelaku usaha perikanan yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.


Selain menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para peternak ikan agar terus meningkatkan produktivitas usaha perikanan demi mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.


Dalam kesempatan itu, personel Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing.


Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat."****








SUMBER  :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR    :    REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Ketahanan Pangan Kelompok Tani Mandiri Jaya

Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Ketahanan Pangan Kelompok Tani Mandiri Jaya






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam mendukung program ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Alahair melaksanakan pengecekan lahan pertanian Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik Kelompok Tani Mandiri Jaya di Desa Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (29/5/2026) sekira pukul 08.30 WIB. 


Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian seluas 0,7 hektare yang berlokasi di Jalan Sepakat Desa Alahair. 


Adapun tanaman yang dibudidayakan oleh kelompok tani tersebut yakni anggur, timun, dan gambas. 


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi pertanian masyarakat tetap terjaga serta mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi. 


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Alahair Bripka Mukhtarrosidi, Ketua Kelompok Tani Mandiri Jaya Muhamad Rizal, serta anggota kelompok tani Darmono. 


Lahan pertanian tersebut diketahui merupakan tanah wakaf milik Masjid Al-Istiqomah yang dipinjam pakai oleh Kelompok Tani Mandiri Jaya untuk dikelola sebagai lahan produktif pertanian. Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman anggur, timun, dan gambas terlihat dalam keadaan baik dan subur. 


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antara kelompok tani dengan pihak pendamping maupun petugas terkait. 


Petugas juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi keluarga."****






LIPUTAN         :        ALD
EDITOR            :       REDAKSI 
PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan

PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Hari Raya Idul Adha membawa berkah bagi sejumlah peternak di sekitar wilayah operasi PT Imbang Tata Alam (ITA) di Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti. Perusahaan migas itu mengutamakan pembelian hewan kurban dari warga sekitar sebelum disalurkan ke desa-desa di area operasional perusahaan.


Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui Badan Dakwah Islam (BDI) Kurau dan tim CSR perusahaan di sejumlah desa dan kelurahan sekitar wilayah operasi migas perusahaan. Distribusi mencakup wilayah Kecamatan Merbau dan Tebing Tinggi Barat di Kabupaten Kepulauan Meranti serta Kecamatan Sungai Apit di Kabupaten Siak.


Di Kabupaten Kepulauan Meranti, penyaluran dilakukan antara lain di Kelurahan Teluk Belitung, Desa Lukit, Desa Mekar Sari, Desa Tanjung Kulim, Desa Mengkikip, Desa Kundur, hingga Desa Tanjung Darul Takzim. Sementara di Kabupaten Siak, distribusi dilakukan di Kampung Tanjung Kuras, Kampung Kayu Ara Permai, Kampung Sungai Kayu Ara, Kampung Lalang, Kampung Bunsur, dan Kampung Mengkapan.


Kegiatan tersebut melibatkan pekerja perusahaan, subkontraktor, tim produksi, dan masyarakat sekitar wilayah operasi. Selain menjadi bagian dari agenda sosial perusahaan, pola pembelian hewan kurban dari warga sekitar dinilai ikut membantu peternak lokal dan usaha masyarakat di sekitar wilayah operasi energi perusahaan.


Lurah Teluk Belitung Mashuri mengatakan penyaluran hewan kurban yang dilakukan perusahaan membantu masyarakat pada momentum hari raya sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Menurutnya, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menggantungkan penghasilan dari usaha kecil, perkebunan, dan aktivitas ekonomi tradisional.


“Bantuan ini tentu sangat membantu masyarakat kami dalam momentum Hari Raya Idul Adha, termasuk bagi warga yang menjual hewan ternak di sekitar wilayah operasional,” katanya.


Camat Merbau Wan Jumiati berharap program kurban tersebut dapat terus berlanjut seiring keberlangsungan operasi perusahaan di wilayah tersebut. Ia mengatakan kontribusi sosial perusahaan selama ini dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT ITA.


EMP CSR & Communication Division Manager Iman Soerjasantosa mengatakan perusahaan berupaya agar kegiatan sosial yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar area operasi. Menurutnya, sebagian wilayah operasi perusahaan berada di kawasan pesisir dan daerah dengan tantangan ekonomi tertentu sehingga keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program sosial perusahaan.


“Karena itu, dalam pengadaan hewan kurban kami mengutamakan pembelian dari warga dan peternak di sekitar wilayah operasi agar manfaat ekonominya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” menurutnya.


Ia mengatakan hubungan yang kondusif dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasi industri energi di daerah. Selain memiliki nilai keagamaan, program kurban juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan."****






PENULIS       :       ALI SANIP
EDITOR          :      REDAKSI 

Kamis, 28 Mei 2026

Polsek Merbau Perkuat Ketahanan Pagan Lewat Pendampingan Perternak dan Nelayan.

Polsek Merbau Perkuat Ketahanan Pagan Lewat Pendampingan Perternak dan Nelayan.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Dalam upaya mendukung program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional, jajaran Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH melalui Bhabinkamtibmas Desa Mekar Sari, Bripka Hartono SH, melaksanakan kegiatan sambang kepada peternak kambing di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kamis (28/5/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor peternakan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.


Dalam kesempatan itu, Bripka Hartono juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan tindakan kriminalitas di wilayahnya.


“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung masyarakat dalam meningkatkan sektor pangan dan perekonomian warga,” ujar Bripka Hartono mewakili Kapolsek Merbau.


Selain kegiatan sambang peternak, personel Polsek Merbau lainnya, Brigpol Andre Jonanda, turut membantu masyarakat dalam proses penjemuran ikan asin di Kecamatan Tasik Putri Puyu.


Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap aktivitas ekonomi warga pesisir yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat.


“Kami membantu masyarakat dalam penjemuran ikan asin sebagai bentuk dukungan terhadap program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional,” ungkapnya.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif turun langsung ke tengah masyarakat, baik dalam menjaga situasi keamanan maupun mendukung kegiatan produktif masyarakat.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila terjadi tindak kejahatan melalui Polsek Merbau maupun Call Center Polres Kepulauan Meranti di layanan 110.


“Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tutupnya."****






SUMBER    :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR      :   REDAKSI 
Polsek Tebing Tinggi Barat monitoring dan pembinaan tanaman Cabe milik kelompok Tani Tunas Harapan Maju Desa Gogok dalam rangka mewujudkan Ketahanan pangan Nasional

Polsek Tebing Tinggi Barat monitoring dan pembinaan tanaman Cabe milik kelompok Tani Tunas Harapan Maju Desa Gogok dalam rangka mewujudkan Ketahanan pangan Nasional





KabarPesisirNews.Com                  KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Polsek Tebing Tinggi Barat melakukan monitoring serta pembinaan kepada kelompok Tani Tunas Harapan Maju Desa Gogok Darussalam Kec. Tebing Tinggi Barat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. 


Lahan yang dikelola oleh kelompok Tani ini, diisi oleh tanaman cabe merah dengan bibit unggul guna tercapainya keberhasilan program ketahanan pangan nasional. 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda D.Turnip, S.E menyampaikan bahwa kehadiran mereka ditengah - tengah pertanian, bukan hanya sekedar hadir. Namun juga memberikan pembinaan serta terobosan-terobosan dalam pertanian. 


"Kami ada ditengah-tengah petani bukan hanya sekedar hadir atau menampakan diri saja. Melainkan kami disini melakukan pembinaan dan memberikan terobosan-terobosan baru dalam bidang pertanian sehingga ketahanan pangan nasional akan tercapai" ujarnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Maju berterimakasih atas kehadiran dan pembinaan yang dilakukan oleh Polsek Tebing Tinggi Barat.


"kami dari Kelompok tani Tunas Harapan Maju sangat berterima kasih atas kehadiran dan pembinaan yang dilakukan oleh Polsek Tebing Tinggi Barat. Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka yang senantiasa membina dan memberikan masukan atau terobosan kepada kami. Semoga dengan adanya Polri ditengah-tengah kami, saya berharap Ketahanan pangan nasional akan tercapai, " pungkasnya."****





LIPUTAN          :      MP
EDITOR             :      REDAKSI 
Setelah Heboh Hilang Dua Hari, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Melibur

Setelah Heboh Hilang Dua Hari, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Melibur







Kabarpesisirnews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Peristiwa duka menyelimuti warga Dusun Nelayan Bagan Desa Mayang Sari, Kacamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Seorang balita/ bocah laki-laki Muhammad Erdiansyah berusia 5 tahun,  ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam sungai Melibur. Ia ditemukan meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekira pukul 12.00 Wib siang dini hari.


Kejadian bocah/balita tewas tersebut dikabarkan saat dirinya lagi mancing disungai Melibur tersebut, langsung menyita perhatian warga sekitar dan aparat kepolisian. Petugas dari satuan Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, bersama tim masyarakat  Desa Mayang Sari dan sekitar segera mendatangi lokasi untuk berupaya mencari bocah tersebut.


Setelah berbagai upaya pencarian, ternyata bocah tersebut berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat ia mancing disana, namun sudah tidak bernyawa. Warga mendapati bocah  tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia, saat ini bocah tersebut dibawah kerumah duka.


Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim saat dihubungi awak media Kabarpesisirnews.com melalui sambungan telfon pribadinya pada Kamis (28/5/2026), membenarkan dan mengatakan, betul nama Muhammad Erdiansyah umur kurang berapa bulan masuk lima tahun, ucapnya.


Awalnya dicurigai tidak pulang sejak Maqrib semalam, anak itu mancing di pelabuhan nelayan , pelabuhan penyeberangan kempang ke Baran Melintang sungai Melibur itu, ditemukan pas jam 12.00 Wib siang hari ini, saat sudah dikebumikan, ujar Ibrahim


Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim ini menghimbau agar orang tua tetap waspada dan mengawas anak anak nya saat berpergian, apa lagi kondisi air sungai pasang tinggi, kita orang tua perlu waspada, pengalaman ini menjadi pelajaran buat kita bersama, imbuh Ibrahim.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH.SH saat dikonfirmasi melalui sambungan telfonnya Kamis 28 Mei 2026 membenarkan dan mengatakan,  bahwa telah melakukan langkah-langkah awal mulai dari pencarian, tidak ada tanda kekerasan, murni jatuh, tergelincir, dia mancing, lagi pula anak itu tidak padai berenang, ucap Kapolsek Merbau. 


Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di lingkungan rumah, imbuh Kapolsek Merbau."****







LIPUTAN           :       ALI SANIP 
EDITOR              :      REDAKSI 
Wujudkan Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Anak Setatah Tinjau Pekarangan Pangan Bergizi Warga

Wujudkan Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Anak Setatah Tinjau Pekarangan Pangan Bergizi Warga





KabarPesisirNews.Com
RANGSANG BARAT RIAU,     -
Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Anak Setatah dari Polsek Rangsang Barat melaksanakan peninjauan Pekarangan Pangan Bergizi milik warga di Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (28/05/2026). 


Kegiatan berlangsung di Jalan Surau Nurul Iman RT 015/RW 006 dengan sasaran pekarangan pangan bergizi milik warga bernama Kamiruddin. 


Peninjauan dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di tingkat desa. 


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Rangsang Barat IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Anak  Setatah Bripka FL Gultom. 


Dalam kegiatan itu, Bripka FL Gultom melakukan pengecekan langsung terhadap tanaman pangan milik warga berupa sayur-sayuran, seperti terong dan cabai, yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari. 


Selain melakukan peninjauan, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan motivasi kepada warga agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara produktif serta tidak membiarkannya terbengkalai. 


Warga juga diajak berdiskusi terkait kendala perawatan tanaman guna mencari solusi bersama. 


Kapolsek Rangsang Barat menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan berbasis keluarga. 


"Melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan pangan bergizi, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi," ujarnya. 


Program pekarangan pangan bergizi dinilai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, di antaranya membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, menjamin ketersediaan pangan yang sehat dan higienis, serta berpotensi menambah penghasilan apabila hasil panen melimpah. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif."*****







LIPUTAN         :      RED
EDITOR            :      REDAKSI