Kamis, 18 Juni 2026

Gebrakan Bupati Karimun Permudah Adminduk di Pulau Terluar, LMB Apresiasi

Gebrakan Bupati Karimun Permudah Adminduk di Pulau Terluar, LMB Apresiasi




KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,     – 
Rencana Bupati Karimun, Iskandarsyah, mempermudah pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan atau _hinterland_ mendapat apresiasi dari Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun.


Pucuk Pimpinan LMB Karimun, Khaidir Datuk Panglima Sulung, mengatakan kebijakan itu sangat membantu warga. “Tentu dengan rencana Bapak Bupati Iskandarsyah, masyarakat jadi mudah mengurus KTP. Dari sisi ongkos juga bisa irit,” ujarnya kepada awak media, Kamis 18/6/2026.


Selama ini, kata Khaidir, sentralisasi pelayanan Disdukcapil di Pulau Karimun Besar kerap membebani warga pulau terluar. “Biaya transportasi laut ke Karimun tidak murah,  ungkapnya.


Menurut Khaidir, Bapak Bupati Iskandarsyah bakal membagi pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ke dalam tiga zona utama: wilayah Karimun, Kundur, dan Moro. 


“Tentu dengan kebijakan Bapak Bupati ini, beban finansial warga jadi ringan. Ini bukti nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat kepulauan,” tegas Datuk Panglima Sulung.."****







EDITOR         :    REDAKSI 
Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs

Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Setelah membeberkan fakta bahwa Rezim Darmawan Prasodjo merupakan kepemimpinan terburuk di PT PLN (Persero) dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Relawan Listrik Nasional (Re-LUN) kembali mengungkap kabar mencengangkan. Soal dugaan korupsi sebesar US$50 Juta dibalik proyek meteran pintar (AMI). Nama Darmawan Prasodjo dan kroninya pun ikut terseret setelah diduga ikut menerma aliran 'Uang Panas' tersebut. 


Miris memang, di saat pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Pulau Jawa dan Bali, tiba-tiba meledak kabar, PLN menghabiskan dana besar dengan nominal fantastis yang tidak pernah terjadi dalam sejarah perusahaan PLN, untuk satu program transformasi digital bernama AMI (Advanced Metering Infrastructure) atau Infrastruktur Pengukuran Canggih.


Kabar ini semakin hangat, menyusul beredarnga kabar, PT PLN (Persero) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis malam (18/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.


Koordinator Nasional (Kornas) Re-LUN Teuku Yudhistira yang konsisten menyoroti persoalan PLN menjelaskan, secara resmi, program ini dipromosikan sebagai terobosan modernisasi, mengganti meteran listrik konvensional dengan alat pintar yang bisa mengirim data pemakaian secara otomatis, dua arah, tanpa perlu dibaca petugas. 


"Namun, hasil investigasi Re-LUN yang dilakukan secara mendalam, kami menemukan fakta sebaliknya. Proyek senilai Rp5 Triliun ini justru menjadi sumber masalah utama yang membuat jaringan listrik rusak parah, serta sarat dugaan kecurangan, markup harga, dan aliran dana suap yang mengarah langsung ke Direktur Utama Darmawan Prasodjo dan kolega serta kroninya," ungkap Yudhistira, Kamis malam di Jakarta. 


"Sumber dari kalangan internal PLN dan dokumen yang kami peroleh dari hasil investigasi menyebutkan secara gamblang, terdapat aliran dana senilai US$ 50 Juta (sekitar Rp 780 Miliar) yang diduga diterima oleh Darmawan Prasodjo dan kelompoknya dari pemenang tender proyek AMI sebagai imbalan pengadaan," imbuhnya. 


Berikut adalah laporan lengkap hasil penelusuran kami.


*APA ITU PROYEK AMI?*


AMI adalah sistem meteran pintar yang mampu mencatat pemakaian listrik secara real-time, memutus atau menyambung arus dari jarak jauh, serta mengirimkan data langsung ke pusat kendali. Di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo, proyek ini ditetapkan sebagai program unggulan dengan anggaran raksasa dan pelaksanaan massal mulai tahun 2022 hingga 2026.


"Secara teori, tujuannya baik: efisiensi, akurasi tagihan, dan pengurangan kebocoran. Namun dalam pelaksanaannya, proyek ini berubah menjadi mesin penyedot dana yang merugikan negara dan rakyat," papar Yudhistira.


*ANGGARAN DAN SKEMA KONTRAK: KERUGIAN JANGKA PANJANG*


Dijelaskan Yudhis, nlai total proyek AMI mencapai Rp5 Triliun. Artinya, proyek itu menjadi salah satu pengadaan tunggal termahal dalam sejarah PLN. Namun, yang lebih mencengangkan adalah cara pembayarannya:


"Skemanya Sewa Beli 10 Tahun: PLN tidak membeli alat tersebut secara tunai di muka, melainkan menyewanya dengan kewajiban pembayaran bulanan sebesar Rp25.251 per pelanggan selama 120 bulan.


Perhitungan kami: Nilai asli alat dan layanan ini sebenarnya hanya sekitar Rp1,8 – 2 Triliun. Artinya, ada kelebihan pembayaran atau markup harga mencapai Rp3 Triliun lebih yang harus ditanggung PLN — dan akhirnya dibebankan ke rakyat melalui tarif listrik," sebutnya.


Kemudian, ada istilah Biaya Berulang Tanpa Nilai Tambah. Meskipun alat sudah terpasang dan beroperasi, PLN tetap harus membayar biaya layanan bulanan yang sangat tinggi, yang tidak ditemukan pada pengadaan meteran biasa di masa lalu.


"Fakta yang menjadi kunci adalah, dana raksasa untuk proyek AMI ini diambil langsung dari anggaran investasi dan pemeliharaan jaringan. Data keuangan PLN menunjukkan, sejak proyek ini dimulai tahun 2022, anggaran pemeliharaan pembangkit dan jaringan dipotong drastis sebesar 35%. Inilah alasan utama mengapa pemeliharaan tower transmisi dan mesin pembangkit menjadi minimal atau nyaris tidak sesuai dengan kebutuhannya, yang akhirnya memicu pemadaman bergilir dan keruntuhan sistem yang kita alami sekarang,* ujarnya.


*DUGAAN KECURANGAN TENDER & ALIRAN SUAP US$ 50 JUTA*


"Berdasarkan penelusuran kami terhadap dokumen lelang, perjalanan bisnis pejabat, serta keterangan saksi internal yang berani bersaksi dengan syarat anonim, mengungkap skema korupsi terstruktur yang melibatkan puncak pimpinan PLN," ungkap Yudhistira. 


Diantaranya:

1. Rekayasa Spesifikasi Teknis
Dokumen persiapan lelang menunjukkan bahwa spesifikasi teknis perangkat AMI disusun sedemikian rupa agar hanya bisa dipenuhi oleh satu kelompok pemasok tertentu. 


Perusahaan-perusahaan peserta lain yang memenuhi standar internasional justru digugurkan dengan alasan administrasi yang dibuat-buat. Hal ini adalah praktik umum untuk memastikan pemenang sudah ditentukan sejak awal.


2. Aliran Dana US$ 50 Juta ke Darmawan & Rekan


Sumber yang dekat dengan proses negosiasi kontrak mengungkapkan detail yang mengejutkan:


"Sebelum kontrak ditandatangani, ada kesepakatan tak tertulis. Pemenang proyek wajib menyetor komisi sebesar 5% dari nilai kontrak kotor, yang setara dengan US$ 50 Juta, ke rekening perantara yang dikendalikan oleh lingkaran terdekat Darmawan Prasodjo. Uang ini kemudian dibagi ke beberapa pejabat kunci dan penasihatnya," ungkap Yudhis. 


Berdasarkan dokumen aliran dana yang ditemukan Re-LUN,, pembayaran ini dilakukan bertahap:


Tahap 1 (2022): US$ 20 Juta cair segera setelah kontrak ditandatangani.
Tahap 2 (2023–2024): Sisa US$ 30 Juta dibayarkan seiring progres pemasangan, yang disamarkan sebagai biaya konsultasi dan biaya lisensi ke perusahaan cangkang di Singapura.


Nama-nama yang disebut sebagai penerima manfaat utama selain Direktur Utama adalah: pejabat direksi yang membidangi niaga, kepala divisi pengadaan, serta konsultan pribadi yang berperan sebagai perantara.


3. Kualitas Alat Di Bawah Standar


Di samping itu, harga yang dibayar PLN jauh di atas harga pasar global, namun kualitas alat yang dipasang ternyata rendah. Banyak laporan lapangan bahwa meteran pintar ini sering error, salah hitung, atau mati sendiri, namun biaya perbaikannya tetap dibebankan ke PLN. 


"Ini membuktikan bahwa pemilihan vendor tidak didasarkan pada kualitas, melainkan besaran komisi yang bisa diberikan," tuturnya. 


*DAMPAK NYATA: METERAN PINTER, TAPI SISTEM KELISTRIKAN BODOH*


Ini adalah ironi terbesar di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo:
PLN dianggap sukses karena berhasil memasang jutaan meteran pintar (AMI) → Pencapaian di atas kertas.


Namun, karena uang habis untuk AMI dan pemeliharaan dipotong, jaringan listrik tua tidak diperbaiki, pembangkit tidak dirawat, cadangan daya habis → Bencana di kenyataan.


Data membuktikan korelasi yang sangat jelas:
Tahun 2021: Sebelum AMI, SAIDI (durasi mati lampu) masih di angka 600 menit/tahun.


Tahun 2022–2025: Seiring berjalannya proyek AMI, SAIDI melonjak menjadi 1.450 menit/tahun → Rekor terburuk sepanjang sejarah.


"Bali yang dulunya stabil, kini padam total berkali-kali karena dana perbaikan jaringan laut (kabel bawah laut Jawa-Bali) dialihkan ke proyek AMI.


Kesimpulan sederhana: Uang rakyat seharusnya dipakai agar listrik nyala terus, tapi malah dipakai beli meteran canggih untuk listrik yang sering mati.


*PERBANDINGAN: MASA LALU VS MASA DARMAWAN*


Direktur-direktur utama sebelumnya (Eddie Widiono, Dahlan Iskan, Sofyan Basyir, Zulkifli Zaini) juga melakukan modernisasi, tapi selalu memprioritaskan keandalan sistem. Anggaran pemeliharaan selalu aman, tidak pernah dipotong drastis.


"Baru di era Darmawan, ada proyek bernilai triliunan rupiah yang anggarannya diambil langsung dari pos pemeliharaan, dan disertai dugaan aliran dana suap yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah," ucapnya miris 


*KESIMPULAN: PROYEK AMI ADALAH ALAT, BUKAN SOLUSI*


Berdasarkan data keuangan, dokumen kontrak, dan fakta di lapangan, investigasi ini menyimpulkan:


Proyek AMI adalah proyek strategis untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan publik. Dipakai Darmawan Prasodjo sebagai "piala" untuk menunjukkan kinerja digital demi mempertahankan jabatan, padahal dampaknya merusak inti bisnis PLN: menyuplai listrik yang andal.
Dugaan suap US$ 50 Juta sangat beralasan. 


Skema kontrak yang mencurigakan, harga yang dimarkup besar, dan rekayasa lelang mengarah pada satu tujuan: mengeruk keuntungan pribadi bagi pemimpin tertinggi dan kroninya.


Rakyat yang menanggung kerugian. Biaya sewa AMI mahal, pemeliharaan jaringan berhenti, listrik sering padam, ekonomi rugi triliunan rupiah, sementara PLN tetap mencatatkan laba akibat pemotongan biaya perawatan aset.


"Proyek AMI yang dibanggakan ini pada akhirnya menjadi bukti nyata bagaimana sebuah perusahaan vital negara bisa dijalankan bukan untuk melayani rakyat, melainkan sebagai ladang bisnis dan sumber kekayaan bagi para pemimpinnya. Sudah saatnya Kejaksaan Agung, BPK, dan DPR menelusuri aliran dana US$ 50 Juta tersebut dan meminta pertanggungjawaban penuh kepada Darmawan Prasodjo," pungkas Yudhis."*****







LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra: Tanaman Jagung Warga Berkembang Baik dan Terawa

Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra: Tanaman Jagung Warga Berkembang Baik dan Terawa





KabarPesisirNews.Com
PELANGIRAN RIAU,   -
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta memastikan perkembangan tanaman pertanian masyarakat berjalan optimal, Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur, Polsek Pelangiran, melaksanakan kegiatan pemantauan perkembangan tanaman jagung milik warga di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (18/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB tersebut difokuskan pada pengecekan kondisi tanaman jagung yang saat ini memasuki fase pertumbuhan serta memastikan perawatan tanaman dilakukan sesuai anjuran.


Kapolsek Pelangiran, Iptu Iwan Saputra, SH, MH, mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk pendampingan dan dukungan Polri terhadap sektor pertanian masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan.


“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik dan memperoleh perawatan yang optimal sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal,” ujar Iptu Iwan Saputra.


Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam warga terlihat tumbuh dengan baik dan relatif merata. Selain itu, kondisi lahan pertanian juga terawat dan dinilai cukup mendukung proses pertumbuhan tanaman.


Petugas juga memastikan petani secara rutin melakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman. Selama pengecekan berlangsung, tidak ditemukan adanya serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman secara signifikan.


Berdasarkan hasil monitoring, para petani telah melaksanakan perawatan tanaman sesuai dengan anjuran yang diberikan, sehingga kondisi tanaman saat ini berada dalam keadaan baik dan terus menunjukkan perkembangan yang positif.


Kapolsek Pelangiran berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan dapat terus terjalin, sehingga mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Pelangiran.


Kegiatan pemantauan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bahan laporan kepada pimpinan."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
Polsek Kateman Dampingi Perawatan Tanaman Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan di Tagaraja

Polsek Kateman Dampingi Perawatan Tanaman Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan di Tagaraja





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Personel Polsek Kateman, Polres Indragiri Hilir, Polda Riau melaksanakan pendampingan langsung proses pemeliharaan tanaman sayur kangkung milik Sdra. Lubis di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.


Kegiatan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Jl. Lingkar 1 Gg. Sayur, Kel. Tagaraja, Kec. Kateman. Pendampingan dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Kateman, Aipda Fany H, bersama pemilik lahan, Sdra. Lubis.


Kapolsek Kateman, KOMPOL Bachtiar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas perintah langsung guna mendukung program ketahanan pangan daerah.


“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Polri dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar KOMPOL Bachtiar.


Dalam pendampingan tersebut, personel Polsek Kateman bersama Sdra. Lubis melakukan perawatan tanaman kangkung mulai dari penyiangan gulma hingga pemupukan. Selain membantu secara teknis, personel juga memberikan motivasi agar kegiatan pertanian dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.


Polsek Kateman berkomitmen untuk terus bersinergi dengan warga dalam mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah daerah dan Mabes Polri.


Warga menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendampingan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan."****





LIPUTAN INHIL        :    SAD
EDITOR                      :    REDAKSI 
Polres Inhil Salurkan  Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80





KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Indragiri Hilir melalui Satbinmas menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Tembilahan, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Indragiri Hilir IPTU Agus Ferinaldi, S.Sos., M.H., bersama Kanit Regident Satlantas Polres Indragiri Hilir IPDA Prima Adnan Syafi’i, S.Tr.K., Ps Kanit Binpolmas AIPTU Hengki Setiawan, personel Satbinmas, serta personel Satlantas Polres Indragiri Hilir.


Dalam kegiatan tersebut, paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kelurahan Sungai Beringin dan Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan. Bantuan diberikan kepada warga lanjut usia serta masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat.


Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K melalui Kasat Binmas  IPTU Agus Ferinaldi mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat serta menunjukkan bahwa Polri senantiasa hadir dan peduli terhadap warga yang membutuhkan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan sehari-hari penerima,” ujarnya.


Selain menyalurkan bantuan, personel juga memberikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polres Indragiri Hilir dengan masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta mewujudkan kehadiran Polri yang humanis, peduli, dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatkemasyarakatan."****






LIPUTAN INHIL      :    SAD
EDITOR                    :    REDAKSI 
Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat)  Audiensi Dengan Kejari Pelalawan.

Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Audiensi Dengan Kejari Pelalawan.







KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,     -
Granat merupakan suatu  organisasi yang bergerak di bidang pemberantasan, penyalahgunaan narkoba. Gerakan anti narkoba ini, berdiri di kabupaten Pelalawan masih baru, pada tahun 2025.


Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ini, selalu melakukan atau menyuarakan kepada setiap generasi muda, supaya menjauhi segala bentuk Narkoba.


Dalam hal ini Ketua DPC Granat sedang melakukan, audensi kesetiap instansi pemerintah dan bahkan setiap penegak hukum yang ada di kabupaten Pelalawan.


Ketua Granat melakukan audensi dengan kepala Kejaksaan negeri Pelalawan, Kamis 18-6-2026, tepatnya di kantor Kejari, Desa Makmur, kecamatan Pangkalan kerinci, kabupaten Pelalawan Riau.


Pertemuan audensi tersebut dihadiri oleh Kejari Pelalawan Dr. Eka Nugraha, S.H., M.H, Kasipidum Rezi Dramawan, S.H., M.H, Ketua DPC Granat kabupaten Pelalawan Richard Simanjuntak, wakil ketua Parmahan Pangaribuan, SE,  dan dihadiri para pengurus Granat.


Selaku ketua Granat Richard Simanjuntak sangat- sangat berterima kasih, kepada kepala kejaksaan negeri Pelalawan, Eka Nugraha, beserta jajarannya, yang sudah menerima Granat dalam audensi tersebut.


Richard juga meminta agar, dikemudian harinya Granat dan Kejari selalu berhubungan dengan sinergi, dalam penanganan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, yang di kabupaten Pelalawan.


Lanjut Richard Simanjuntak, karena narkoba bukan lagi bencana, tetapi narkoba ini sudah sangat-sangat bahaya,  bagi kalangan masyarakat, khusus untuk generasi penerus bangsa. Makanya pak kami libatkan setiap sekolah-sekolah, atau kepala sekolah untuk andel dalam  kegiatan penanganan pencegahan narkoba.


Setiap kepala sekolah, maupun kepala desa, mereka semua ikut andel dalam kepengurusan Granat tersebut. Lebih baik kita mencegah dahulu daripada nanti terjadi ujar Richard.


Kepala Kejari Pelalawan Dr Eka juga berterima kasih atas kedatangan Ketua DPC Granat kabupaten Pelalawan beserta jajarannya. Eka juga menyampaikan bahwa Eka bertugas di kabupaten Pelalawan sekitar kuran lebih lima bulan.


Dalam penanganan narkoba ini, kami akan lebih serius lagi.
Kami tidak bisa lagi bermain-main, dalam melakukan penegakan hukum khususnya narkoba tegas Eka. 


Baik terhadap anggota saya kami tetap tegas dalam menindak, sebab dalam setiap kasus yang ada di kabupaten Pelalawan ini, khususnya narkoba sangat- sangat tinggi di bulan Juni.
Karena narkoba.


Narkoba inilah salah satu sumber kejahatan terjadi, akibat kecanduan narkoba mereka bisa mencuri buah kelapa sawit, sumber dari narkoba ini, karena merokok itulah sumbernya. 


Karena itu Granat dan Kejari Pelalawan kita akan menjalin hubungan yang lebih baik lagi dalam memberantas peredaran narkoba, dan penyalahgunaan narkoba yang ada di kabupaten Pelalawan ini tutup Eka."****







LIPUTAN PELALAWAN   :     DAVIDSON 
EDITOR                              :     REDAKSI
Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Cek Perikanan Ikan Nila Milik Warga di Desa Sesap Tahun 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Cek Perikanan Ikan Nila Milik Warga di Desa Sesap Tahun 2026






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Sesap melaksanakan pengecekan terhadap usaha perikanan ikan nila milik warga di Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis, (18/06/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan budidaya ikan nila milik masyarakat sekaligus memastikan kondisi kolam dan kesehatan ikan yang dipelihara.


Pengecekan dilaksanakan di Jalan Sei Datu RT 01/RW 01, Desa Sesap, pada lahan perikanan berukuran 4 x 6 meter dan 3 x 5 meter milik warga bernama Tauhid Isro. Kegiatan ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sesap, Bripka Ilham Edi Putra, bersama pemilik usaha perikanan.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi budidaya ikan nila dalam keadaan baik. Petugas melakukan pemantauan terhadap kesehatan ikan, kebersihan kolam, kualitas air, serta ketersediaan pakan. Jumlah ikan nila yang dipelihara diperkirakan mencapai 200 ekor dengan pertumbuhan yang terus berkembang.


Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan perhatian pemilik usaha terhadap kebersihan kolam dan kesehatan ikan guna mendukung keberhasilan budidaya. Melalui pengecekan tersebut, terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemilik perikanan dengan petugas pendamping.


Kapolsek Tebing Tinggi menambahkan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan usaha budidaya ikan nila sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****







LIPUTAN       :     ALD
EDITOR          :    REDAKSI 
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Perkebunan Cabai Warga

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Perkebunan Cabai Warga






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   –
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Mekar Baru, Polsek Rangsang Barat, melaksanakan peninjauan dan pengecekan tanaman Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) jenis cabai milik warga di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (18/6/2026) pagi.


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan H. Ali Parit Besar tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Mekar Baru, Bripka Benny Dwi Putra. Peninjauan dilakukan terhadap lahan Pekarangan Pangan Bergizi milik Amran, yang membudidayakan sebanyak 30 bibit cabai dalam polybag.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang Barat, IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd., menyampaikan kalau Tanaman cabai tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga serta dijual kepada pedagang di sekitar Kecamatan Rangsang Barat, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan kondisi tanaman guna memastikan pertumbuhan cabai berjalan optimal. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif.


Selain melakukan pemantauan fisik tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada warga terkait perawatan tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga upaya pencegahan hama dan penyakit tanaman. Pemanfaatan lahan kosong juga terus didorong agar dapat menjadi sumber pangan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Polsek Rangsang Barat berharap ketersediaan bahan pangan nabati di tingkat desa dapat tetap terjaga sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Kegiatan peninjauan berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Kapolsek Pelangiran Tinjau Perkembangan Tanaman Kacang Tanah di Rotan Semelur, Pastikan Tumbuh Optimal

Kapolsek Pelangiran Tinjau Perkembangan Tanaman Kacang Tanah di Rotan Semelur, Pastikan Tumbuh Optimal






KabarPesisirNews.Com
PELANGIRAN INHIL RIAU,    -
Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, SH, MH, melakukan pemantauan langsung perkembangan tanaman kacang tanah milik warga di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (17/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tersebut turut didampingi Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Pelangiran.


Dalam kunjungannya, IPTU Iwan Saputra meninjau kondisi tanaman yang saat ini mulai memasuki fase pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, pihaknya juga memastikan petani melakukan perawatan tanaman secara rutin, termasuk pemupukan guna menjaga kualitas dan produktivitas hasil panen.


Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman kacang tanah terlihat tumbuh dengan baik dan relatif merata. Kondisi lahan juga terawat serta dinilai cukup mendukung pertumbuhan tanaman. Hingga saat ini, tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu perkembangan tanaman.


Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra mengatakan, kegiatan pemantauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.


"Kami ingin memastikan tanaman yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional," kata Iwan Saputra.


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman kacang tanah milik warga Desa Rotan Semelur menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Perawatan yang dilakukan petani dinilai telah sesuai dengan anjuran sehingga tanaman dapat tumbuh optimal.


"Alhamdulillah, dari hasil pemantauan tidak ditemukan kendala yang berarti. Tanaman tumbuh sehat, lahan terawat, dan petani juga aktif melakukan pemupukan serta perawatan. Kami berharap hasil panen nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah," ujarnya.


Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap berbagai kegiatan pertanian masyarakat sebagai bentuk sinergi antara Polri dan warga dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.


Kegiatan pemantauan berlangsung aman dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang mengapresiasi perhatian kepolisian terhadap sektor pertanian di Kecamatan Pelangiran."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 

Rabu, 17 Juni 2026

Dari Balik Tembok Pemasyarakatan, Jagung Berlimpah: Lapas Labuhan Ruku Sukses Gelar Panen Raya

Dari Balik Tembok Pemasyarakatan, Jagung Berlimpah: Lapas Labuhan Ruku Sukses Gelar Panen Raya





KabarPesisirNews.Com
BATUBARA – 
Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di lahan pertanian Air Joman, pada Rabu (17/6). 


Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Lapas Labuhan Ruku dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Lahan pertanian Air Joman yang dikelola Lapas Labuhan Ruku memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan lebih dari 5 setengah hektare di antaranya ditanami jagung. Pemanfaatan lahan tersebut berhasil menghasilkan panen yang membanggakan dan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Panen raya ini dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan, Kabag Tata Usaha dan Umum, serta seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku. Kehadiran para pejabat dan pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya pemasyarakatan dalam berkontribusi pada program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H, M.A.P menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu menghasilkan panen jagung yang optimal. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.


"Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Lapas Labuhan Ruku. Program seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Semoga kegiatan produktif seperti ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi instansi lainnya," ujar Wakil Bupati Asahan.


Sementara itu, Kabag Tata Usaha dan Umum yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kakanwil Ditjenpas Sumut menyampaikan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu implementasi pembinaan kemandirian yang sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa jajaran Kantor Wilayah akan terus mendukung berbagai program pembinaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat.


"Panen raya ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang produktif apabila diberikan pembinaan dan kesempatan yang tepat. Kami berharap program pertanian yang dijalankan Lapas Labuhan Ruku dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan pemasyarakatan yang semakin bermanfaat untuk masyarakat," ungkapnya.


Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan warga binaan, khususnya melalui dukungan penyediaan lahan pertanian di kawasan Air Joman. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan pemasyarakatan dalam mewujudkan program pembinaan yang produktif. Lahan yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tersebut tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan diri dalam proses reintegrasi sosial saat kembali ke tengah masyarakat.


Hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara optimal mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomis sekaligus mendukung ketersediaan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan sinergi antara Lapas dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.


Melalui kegiatan Panen Raya Jagung di lahan Air Joman, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam program pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna mendukung ketahanan pangan nasional serta memberikan dampak positif bagi warga binaan dan masyarakat luas."****






LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Pemkab Kepulauan Meranti Gandeng Kemenhub, Siapkan SDM Transportasi Darat hingga 2032

Pemkab Kepulauan Meranti Gandeng Kemenhub, Siapkan SDM Transportasi Darat hingga 2032






KabarPesisirNews.Com
BEKASI JAWA BARAT,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi darat.


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dengan Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan, Suharto, di Kampus Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).


Pada kesempatan yang sama, Bupati H. Asmar juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktur PTDI-STTD, Avi Mukti Amin, terkait pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia bidang transportasi darat.


Kesepakatan tersebut berlaku untuk periode 2027–2032. Melalui kerja sama yang berdurasi lima tahun itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan pemenuhan kebutuhan SDM sebanyak 10 orang yang berasal dari putra-putri terbaik daerah.


Program ini bertujuan mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi teknis di bidang transportasi darat melalui pendidikan berbasis vokasi. Setelah menyelesaikan pendidikan, para peserta akan kembali mengabdi dan ditempatkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendukung pembangunan sektor transportasi di daerah kepulauan.


“Melalui kerja sama ini, kita berharap lahir tenaga-tenaga profesional di bidang transportasi darat yang berasal dari putra-putri terbaik Kepulauan Meranti. Mereka nantinya akan kembali mengabdi untuk memperkuat pelayanan dan pembangunan sektor transportasi di daerah,” ujar Asmar.


Sementara itu, Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan, Suharto, bertindak berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Perhubungan.


Adapun Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bertindak berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Kabupaten dan Kota hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 untuk masa jabatan 2025–2030.


Kerja sama antara BPSDMP Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti ini diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak SDM transportasi yang kompeten serta mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan di wilayah kepulauan.


Dengan hadirnya tenaga-tenaga profesional dari putra daerah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis sektor transportasi akan semakin maju dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta konektivitas antarwilayah di masa mendatang."****






LIPUTAN          :     NUR
EDITOR             :     REDAKSI