Kamis, 11 Juni 2026

DWP Meranti Gelar Beauty Class, Perkuat Silaturahmi dan Pengembangan Diri Anggota

DWP Meranti Gelar Beauty Class, Perkuat Silaturahmi dan Pengembangan Diri Anggota





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya meningkatkan kualitas dan kebersamaan anggotanya. Salah satunya melalui Pertemuan Rutin DWP yang kali ini dikemas dengan kegiatan beauty class di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (11/6/2026) sore.


Pertemuan yang dipimpin Ketua DWP Kabupaten Kepulauan Meranti, Dwi Nofmiyani Sudandri, itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pengembangan diri bagi para anggota.


Dalam sambutannya, Dwi Nofmiyani mengapresiasi antusiasme dan konsistensi anggota yang terus hadir dalam kegiatan rutin bulanan tersebut.


“Saya sangat mengapresiasi seluruh ibu-ibu yang terus konsisten hadir dalam pertemuan rutin bulanan. Ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan,” ujarnya.


Ia menegaskan, pertemuan rutin DWP tidak sekadar menjadi agenda berkumpul, tetapi juga wadah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


“Pertemuan rutin ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh anggota,” katanya.


Sebagai bagian dari upaya peningkatan wawasan anggota, pertemuan bulan Juni menghadirkan kegiatan beauty class yang dipandu oleh Helvi Tri Lismana. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif karena memberikan pengetahuan seputar perawatan diri dan penampilan yang menunjang kepercayaan diri perempuan.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Desriani Marwan, menjelaskan bahwa pertemuan rutin bulan Juni dilaksanakan oleh lima Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah (DWPD), yakni Perkim dan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Bappeda, Perindustrian dan Perdagangan, serta DPMPTSP.


Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan program organisasi sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.


“Melalui pertemuan rutin ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi, meningkatkan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, serta mendukung peran perempuan dalam keluarga dan tugas suami sebagai ASN,” ujar Desriani.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga DWP Kabupaten Kepulauan Meranti semakin berperan sebagai organisasi perempuan yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.


Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan saling menguatkan."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?

Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Krisis listrik yang melanda tanah air, khususnya di Sumatera dan Pulau Jawa saat ini, ternyata tidak hanya sebatas stok batubara yang semakin menipis. Namun lebih parah dari itu, semua terjadi akibat Dirut PLN Darmawan Prasodjo alias Darmo yang tak berbuat apa-apa selama 5 tahun masa kepemimpinannya.


Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisis pihaknya, selama dikendalikan Darmawan Prasodjo, tidak ada satupun pembangkit baru yang dibangun untuk memperjuangkan sistem elektrifikasi.


"Silahkan cek, di era Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN, ada tidak pembangkit baru yang masuk?. Tidak sekalipun ada keputusan dari dia untuk memulai pembangunan pembangkit baru," tegas Yudhistira saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/6/2026)..


Artinya, kata Yudhistira, selain stok batubara yang minim, krisis listrik ini juga disebabkan defisit kapasitas pembangkit lama yang selama ini menjadi andalan. Selain itu, defisit ini juga terjadi terkait masalah tata kelola misalkan kinerja dan waktu pemeliharaan pembangkit yang tidak sinkron waktunya sehingga ada masa defisit.


Yudhis juga menyesalkan pihak Komunikasi PLN Pusat yang terkesan mencari kambing hitam dalam menutupi krisis listrik di Pulau Jawa, dengan menyebutkan gangguan di PLTGU Jawa 1.


"Padahal jelas ini murni tanggung jawab Dirut PLN. Apalagi Dirut PLN selama ini hanya mencari solusi jangka pendek dengan pembangkit sewa yang biaya operasionalnya mahal apalagi di tengah harga minyak dunia yang melambung yang pada akhirnya akan menggerus devisa negara melalui subsidi energi ke PLN untuk pembelian minyak," urainya.


"Darmawan Prasodjo itu, terkait omongan dia dimana-mana kalau PLN itu mendukung transisi energi, ya cuma ngomong doang. Tapi eksekusinya nol besar," cetusnya.


Lebih jauh Yudhistira mengatakan bahwa keputusan investasi PLN maupun IPP, selama masa kepemimpinan Darmo tidak terealisasi sehingga menuai kondisi sekarang, adanya defisit pada sistem. 


"Karena secara natural, di Jawa inikan jumlah pelanggannya terus bertambah seiring dengan positifnya pertumbuhan ekonomi di masa presiden prabowo sebesar 5 koma sekian persen. Tapi jika Dirut PLN lambat melakukan keputusan investasi, maka dapat dikatakan Dirut PLN sedang melakukan sabotase terhadap pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," pungkasnya.


PLN Lakukan Strategi Komunikasi Pembohongan Publik


Yudhistira juga mengkritik strategi komunikasi PLN yang dinilainya tidak transparan dalam menjelaskan kondisi kelistrikan kepada masyarakat. 


Menurutnya, selama terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa, PLN lebih sering menggunakan istilah “gangguan” dan “pemeliharaan” tanpa memberikan penjelasan yang utuh mengenai akar persoalan yang terjadi.


“Publik berhak mendapatkan informasi yang jujur dan komprehensif. Jangan sampai komunikasi yang disampaikan hanya berhenti pada dua kata, yakni gangguan dan pemeliharaan, sementara masyarakat harus menanggung dampak pemadaman berulang. Yang lebih disayangkan, hampir tidak pernah ada permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka kepada pelanggan yang dirugikan,” ujar Yudhistira.


Ia menilai pola komunikasi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap PLN. 


Menurutnya, perusahaan negara seharusnya mengedepankan keterbukaan informasi, termasuk menjelaskan kondisi pasokan, kapasitas pembangkit, hingga langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai situasi yang terjadi.


“Kondisi ini tanggung jawab Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri. Jangan dia malah cuci tangan. Ketika listrik padam berulang, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi bahwa sedang terjadi gangguan. Mereka juga membutuhkan kepastian kapan masalah selesai, apa penyebab sebenarnya, dan siapa yang bertanggung jawab. Transparansi adalah bagian dari pelayanan publik yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya."****







LIPUTAN        :       RED
EDITOR           :      REDAKSI 
Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang, Minta Pemberitaan Berimbang

Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang, Minta Pemberitaan Berimbang







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan klarifikasi terkait isi pemberitaan salah satu media online yang mengangkat dugaan penyimpangan anggaran belanja suku cadang kendaraan dinas senilai Rp 841 juta.


Pelaksana tugas Kepala Bagian Prokopim Setdakab Kepulauan Meranti, Ir. Roni Tondi, MM, menjelaskan 
temuan yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 


Menurut Roni, rekomendasi yang diberikan BPK terhadap temuan tersebut telah dan sedang ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait, sesuai mekanisme yang berlaku. 


Pemerintah daerah berkomitmen menindak lanjuti seluruh tindak lanjut yang menjadi rekomendasi auditor dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.


"Temuan audit tidak dapat langsung diartikan sebagai korupsi atau kerugian negara. Proses tindak lanjut harus dilihat secara utuh sesuai ketentuan yang berlaku dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif," tegasnya.


Menurutnya hal itu menjadi bagian dari mekanisme pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan negara maupun daerah.


"Perlu dipahami bahwa temuan pemeriksaan merupakan bagian dari proses evaluasi tata kelola keuangan. Terdapat tahapan klarifikasi, verifikasi, dan tindak lanjut administratif yang harus dijalankan oleh perangkat daerah sebelum dapat ditarik kesimpulan lebih lanjut," jelasnya.


Roni menilai sejumlah narasi dalam pemberitaan tersebut mengandung dugaan dan pertanyaan yang bersifat spekulatif, termasuk penyebutan kemungkinan adanya pihak tertentu yang menikmati aliran dana tanpa didukung data, bukti, maupun konfirmasi kepada pihak terkait.


Menurutnya, narasi semacam itu berpotensi membentuk opini publik yang tidak objektif dan bertentangan dengan asas praduga tak bersalah yang dijamin dalam sistem hukum Indonesia.


"Kami menghormati fungsi pers sebagai kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Namun pemberitaan hendaknya tetap disajikan berdasarkan data, fakta yang terverifikasi, serta konfirmasi yang berimbang agar tidak menimbulkan penggiringan opini yang dapat menyesatkan masyarakat," tambahnya.


Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan penggunaan foto Bupati Kepulauan Meranti dalam pemberitaan tersebut yang tidak sesuai subtansi. Bupati bukanlah pihak yang bertanggung jawab sebagai pengguna anggaran maupun kuasa pengguna anggaran


"Foto yang ditampilkan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan substansi persoalan yang diberitakan sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat," tegas Roni. 


Dia juga mengingatkan prinsip keberimbangan (cover both sides) sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 


"Media seharusnya memberikan ruang konfirmasi yang memadai kepada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran," ucapnya. 


Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh."****








LIPUTAN          :    NUR
EDITOR             :    REDAKSI 
Kapolsek Ujung Batu Aktif pantau  penyiraman tanaman jagung dimusim panas

Kapolsek Ujung Batu Aktif pantau penyiraman tanaman jagung dimusim panas






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,      -
Ujung Batu Dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional Presiden Republik Indonesia di bidang Ketahanan Pangan Nasional, Kepolisian SektorPolsek  Ujung Batudipimpin Kapolsek Ujung Batu  Kompol Yusuf Purba  SH. MH.terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai langkah nyata di tengah masyarakat. Disaat musim panas  membantu penyiraman tanaman jagung bersama petani  10 /6/2026  


Hal ini  hingga berhasil,Program tersebut berhasil bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat serta mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah tersebut, Kapolsek  Ujung Batu Kompol yusuf Purba,bergerak cepat dan berperan aktif dalam memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik di wilayah hukumnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penanaman jagung pipil di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Ujung Batu. 


Salah satu lokasi penanaman berada di lahan milik petani di Desa ngaso kecamatan Ujung Batu,Dalam pelaksanaannya, Polsek Ujung Batu berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat yang memiliki lahan petani. 


Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan lahan, proses penanaman, hingga perawatan tanaman. Seluruh tahapan tersebut terus dipantau secara rutin oleh Polsek  Ujung Batu yang bekerja sama dengan petani Desa Ngaso,Kecamatan Ujung Batu Langkah ini dilakukan guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sehingga menghasilkan panen yang maksimal.


Selain itu,Polsek Ujung Batu  juga terus melakukan sosialisasi, pendekatan, dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional. Diharapkan melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat di Desa ngaso kecamatan Ujung Batu."****








LIPUTAN ROHUL       :      AC
EDITOR                        :     REDAKSI 
Rakor Penyusunan dan Validasi KSP Terintegrasi P4GN dan Pendidikan Anti Korupsi Digelar di Pelalawan

Rakor Penyusunan dan Validasi KSP Terintegrasi P4GN dan Pendidikan Anti Korupsi Digelar di Pelalawan





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    – 
Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah I menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)  dan Validasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Terintegrasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 10–11 Juni 2026, di Kabupaten Pelalawan.


Rakor yang menjadi agenda rutin tahunan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I ini dibuka dengan tarian persembahan, doa bersama, serta sambutan dan pemaparan singkat oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Ismail, S.Ag.


Dalam sambutannya, Ismail menegaskan pentingnya penguatan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui integrasi nilai-nilai anti narkoba dan anti korupsi dalam proses pembelajaran.


Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 266 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta se-Wilayah I, meliputi Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selain membahas penyusunan dan validasi KSP Tahun 2026, Rakor juga mengupas pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Silang yang bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, kinerja, serta prestasi kepala sekolah di lingkungan pendidikan Wilayah I.


Materi Rakor disampaikan oleh Ketua Koordinator Pengawas (Korwas) Wilayah I, Sugeng Priono, S.Pd., M.MPd. Dalam pemaparannya, Sugeng menjelaskan mekanisme pelaksanaan PKKS Silang serta strategi penyusunan KSP Tahun 2026 yang selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan satuan pendidikan.


Menurutnya, implementasi PKKS Silang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi yang objektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kinerja kepala sekolah.


Rangkaian kegiatan Rakor ditutup dengan penandatanganan Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I bersama Pengawas Pembina masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.


Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Wilayah I dapat menyusun dan mengimplementasikan kurikulum yang adaptif, inovatif, serta mampu membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, bebas narkoba, dan memiliki nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari."****








EDITOR           :      REDAKSI 
Bantaran Sungai Air Hitam Kanan Diduga Di Tanami Pohon Kelapa Sawit Oleh PT Inti Indo Sawit Subur

Bantaran Sungai Air Hitam Kanan Diduga Di Tanami Pohon Kelapa Sawit Oleh PT Inti Indo Sawit Subur






KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Banyaknya rusak sungai-sungai yang berada di Kabupaten Pelalawan, sungai tersebut rusak di lakukan oleh para perusahaan-perusahaan sawit, yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi. Mengakibatkan ekosistem habitat sungai tersebut menjadi rusak. Sehingga sungai semakin kecil, dan ketika musim kemarau sungai menjadi kering.


Merusak ekosistem sungai merupakan pelanggaran undang-undang Daerah Aliran Sungai (Das) PP No 37 tahun 2012, Permen PUPR No 28/PRT/M/2015.


Jarak tanaman sawit dari sungai besar 100M-150M, sedangkan sungai Kecil 50 meter.
 

Pelaku perusak Das akan di hukum sesuai dengan UU No 32 tahun 2009, diancam hukum penjara 4- 12 tahun, denda sebesar 4 miliar -12 miliar.


Salah satu perusak sungai, hasil investigasi awak media ini, Kamis 11-6-2026, tepatnya di desa Bagan Limau, kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan. Diduga PT Inti Indo Sawit Subur (PT.IIS), menanam sawit sepanjang bantaran sungai Air Hitam Kanan.


Sungai Air Hitam Kanan ini, panjang nya kurang lebih 5 Km, ditanami sawit oleh pihak PT IIS, dan bahkan dipanen sebulan ada tiga sampai empat kali. Awak media ini melihat sawit tersebut lagi panen.


Salah satu dari karyawan PT.IIS, dikonfirmasi oleh awak media, dan membenarkan bahwa sawit sepanjang sungai Air Hitam Kanan ini, masih tetap dipanen. Sekalipun sawit tersebut di sepanjang bantaran sungai. Kami memanen sebulan tiga kali atau sampai empat kali ungkap karyawan tersebut.


Ditempat terpisah awak media konfirmasi dengan salah satu Manager PT IIS, Lewat wa, awak media mempertanyakan kenapa sepanjang sungai Air Hitam Kanan ini ditanami sawit, bahkan  di panen oleh karyawan PT IIS?


Manager PT IIS tidak dapat menjawab pertanyaan awak media tersebut, dengan sikap bungkam dan tidak membalas wa awak media tersebut."****






LIPUTAN PELALAWAN    :    IREN DH
EDITOR                               :    REDAKSI 
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Rotan Semelur Rutin Pantau Perkembangan Sayuran Warga

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Rotan Semelur Rutin Pantau Perkembangan Sayuran Warga




KabarPesisirNews.Com
PELANGIRAN INHIL RIAU,    – 
Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Pelangiran melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian masyarakat.


Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur, BRIPKA Sapta Sampurno, melaksanakan kegiatan pemantauan perkembangan tanaman gambas dan pare milik warga di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan perkembangan tanaman hortikultura yang dikelola masyarakat berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar terus memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga maupun daerah.


Dalam kegiatan itu, BRIPKA Sapta Sampurno melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman gambas dan pare yang saat ini telah memasuki fase pertumbuhan yang cukup baik. Selain memantau perkembangan tanaman, ia juga memastikan proses perawatan, termasuk pemberian pupuk, dilakukan secara rutin guna menunjang pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dan produktif.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman gambas dan pare yang dibudidayakan warga menunjukkan perkembangan yang positif. Pertumbuhan tanaman terlihat relatif merata dan sesuai dengan usia bibit yang telah ditanam beberapa waktu lalu.


"Kami melakukan pengecekan secara langsung untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan perawatan yang dilakukan warga berjalan dengan baik. Dari hasil pemantauan, kondisi tanaman cukup bagus dan menunjukkan pertumbuhan yang sesuai harapan," ujar BRIPKA Sapta Sampurno di sela kegiatan.


Ia menambahkan, keberhasilan budidaya tanaman sayuran tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga Desa Rotan Semelur.


Sementara itu, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional.


Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak serta pendamping masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berdampak positif terhadap kesejahteraan warga.


"Kami terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi masyarakat, termasuk dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan semangat kepada warga untuk terus mengembangkan lahan pertanian produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung ketahanan pangan daerah," kata IPTU Iwan Saputra.


Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan maupun kebun produktif menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa. Karena itu, Polsek Pelangiran akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program masyarakat yang berorientasi pada peningkatan ekonomi dan kemandirian pangan.


Warga Desa Rotan Semelur menyambut baik perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas. Mereka menilai kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan.


Melalui kegiatan pemantauan tersebut, diharapkan perkembangan tanaman gambas dan pare dapat terus meningkat hingga masa panen tiba. Selain mendukung kebutuhan pangan masyarakat, keberhasilan budidaya tanaman hortikultura juga diharapkan mampu menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi warga setempat.


Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, lancar, dan kondusif, serta menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan desa yang berkelanjutan."*****







LIPUTAN INHIL          :     SAD
EDITOR                        :     REDAKSI
POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN P2B BUDIDAYA LELE DI DESA BATIN SUIR

POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN P2B BUDIDAYA LELE DI DESA BATIN SUIR







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Tebing Tinggi melaksanakan pengecekan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) berupa budidaya ikan lele milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Batin Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis.


Pengecekan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di lahan budidaya lele yang berlokasi di Jalan Utama Desa Batin Suir. Lahan milik desa yang dikelola oleh kelompok BUMDes tersebut memiliki luas sekitar 20 x 30 meter.


Kegiatan pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Lukun, Aipda Adi Kusuma, bersama pengelola budidaya lele dari kelompok BUMDes Desa Batin Suir.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi budidaya lele terpelihara dengan baik.


Kebersihan kolam, ketersediaan air, serta stok pakan dalam kondisi mencukupi untuk mendukung pertumbuhan ikan. Selain itu, petugas juga mendata jumlah ikan lele yang saat ini mencapai sekitar 8.000 ekor.


Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara pengelola budidaya dengan pihak pendamping maupun petugas terkait.


Dalam kesempatan itu, petugas memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga.


Melalui kegiatan pengecekan ini, diharapkan program budidaya lele yang dikelola masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Selain memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.


Keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung sektor perikanan dan ketahanan pangan melalui penyuluhan, pendampingan, serta pelaksanaan program yang bersinergi dengan masyarakat."****







LIPUTAN         :      ALD
EDITOR            :     REDAKSI 
Sekda Sudandri Buka Latsar Gelombang Pertama CPNS Meranti, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Sekda Sudandri Buka Latsar Gelombang Pertama CPNS Meranti, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, SH, membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang Pertama Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat BKPSDM Selatpanjang, Kamis (11/6/2026).


Dalam sambutannya, Sudandri menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta Latsar. Ia menegaskan bahwa pelatihan dasar merupakan tahapan penting yang wajib diikuti setiap CPNS sebelum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara penuh.


Menurutnya, Latsar tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi, tetapi juga membentuk karakter ASN yang disiplin, profesional, berintegritas, dan memiliki moral yang baik.


“Latsar ini kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap CPNS agar nantinya dapat menjadi ASN berkompeten, memiliki mental yang baik, serta mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya secara optimal,” kata Sudandri.


Ia menambahkan, sebagai abdi negara, ASN dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberikan pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Sudandri berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.


“Gunakan kesempatan ini untuk belajar, bertanya, dan mengembangkan diri, karena keberhasilan dalam Latsar akan menjadi fondasi yang kuat bagi karier saudara ke depan,” pesannya.


Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kepulauan Meranti, Rodiah, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS tahun 2026 dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama diperuntukkan bagi CPNS Golongan III sebanyak dua angkatan, gelombang kedua untuk CPNS Golongan III satu angkatan, dan gelombang ketiga bagi CPNS Golongan II sebanyak dua angkatan.


Rodiah menyebutkan total peserta Latsar CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun ini berjumlah 177 orang, terdiri dari 101 CPNS Golongan III dan 76 CPNS Golongan II.


Pembukaan kegiatan turut menghadirkan Kepala BKPSDM Provinsi Riau, Evarivita, SE, MSi, sebagai narasumber secara daring. 


Hadir pula mendampingi Sekda, Kepala BKPSDM Kepulauan Meranti Bakharuddin, Ketua Asosiasi Profesi Widyaiswara beserta koordinator, jajaran BKPSDM Kepulauan Meranti, serta seluruh peserta Latsar gelombang pertama."****







LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Pemkab Meranti Bersama Masyarakat Goro Bersih Lingkungan

Pemkab Meranti Bersama Masyarakat Goro Bersih Lingkungan





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar aksi gotong royong (GoRo) massal membersihkan lingkungan di pusat Kota Selatpanjang, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata mendukung pengendalian perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Aksi bersih lingkungan yang dipusatkan di Taman Cik Puan, Selatpanjang, diawali dengan Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.


Dalam amanatnya, Muzamil mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai sarana meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga bumi yang kini menghadapi berbagai tantangan serius.


Menurutnya, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan pencemaran lingkungan merupakan persoalan global yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak melalui langkah-langkah konkret.


“Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan demi masa depan bumi yang berkelanjutan,” ujar Muzamil.


Ia menilai persoalan sampah menjadi salah satu isu yang harus ditangani secara masif dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sebab, sampah tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga memicu pencemaran udara dan air, merusak ekosistem, serta berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.


“Menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi tanggung jawab moral dan sosial bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tegasnya.


Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membudayakan gotong royong, mengelola sampah secara produktif, meningkatkan penanaman pohon dengan target dua juta pohon, serta memperkuat pengelolaan sampah dan limbah demi menjaga kawasan hijau.


Menurutnya, berbagai langkah tersebut harus menjadi budaya baru untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.


“Jadikan ini sebagai budaya baru yang beretika dalam menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan bumi menuju Indonesia Emas,” katanya.


Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang diperkuat melalui kampanye publik #NowForClimate.


Tema tersebut menekankan pentingnya solusi berbasis alam (nature-based solutions), partisipasi masyarakat yang lebih luas, serta pemanfaatan teknologi hijau dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.


Melalui semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya berhenti pada tahap membangun kesadaran, tetapi juga melakukan aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar.


Usai apel, Wakil Bupati Muzamil bersama jajaran Forkopimda melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Selatpanjang untuk membersihkan sampah yang berserakan.


Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan."****







LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Selvi Gibran Borong Produk Sagu Meranti, Tertarik dengan Ragam Olahan dan Songket Sagu

Selvi Gibran Borong Produk Sagu Meranti, Tertarik dengan Ragam Olahan dan Songket Sagu





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Produk unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil mencuri perhatian Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, saat mengunjungi pameran produk Dekranasda se-Provinsi Riau di Aula Gedung Serindit, Pekanbaru, Rabu (10/6/2026).


Di antara banyak stan yang menampilkan produk unggulan kabupaten dan kota se-Riau, stan Dekranasda Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu yang menarik perhatian. Selvi Gibran tampak antusias melihat berbagai produk berbahan dasar sagu yang dipamerkan.


Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun Asmar, SE, mengaku bangga dan bersyukur karena produk-produk lokal Meranti mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum Dekranas.


"Ibu Selvi cukup antusias. Beliau melihat satu per satu produk yang kami tampilkan, bertanya tentang olahan sagu, bahkan membeli beberapa produk yang ada di stan kami. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pelaku UMKM Meranti," ujar Ismiatun.


Menurutnya, sagu merupakan identitas sekaligus kekayaan alam yang telah melahirkan beragam produk unggulan daerah.


"Inilah hasil olahan daerah kami. Semuanya berbahan dasar dari kekayaan alam yang ada di tempat kami, yaitu sagu. Hampir ratusan variasi menu dan produk telah kami ciptakan, dan semuanya berbahan dasar sagu," jelasnya.


Pada pameran tersebut, Dekranasda Kepulauan Meranti menampilkan berbagai produk UMKM unggulan, mulai dari tenun motif pohon sagu, tanjak tenun motif anak sagu, batik motif pohon sagu, batik motif daun sirih.


Termasuk beragam kuliner khas berbahan dasar sagu seperti mie sagu boedjang, cendol sagu, kue bangkit sagu, brownies sagu, donat sagu, gula sagu, rengginang sagu, seblak sagu, serta kopi liberika Meranti. 


Selain kuliner, Meranti juga memperkenalkan produk kerajinan khas yang mengangkat identitas daerah.


"Selain olahan sagu, kami juga memiliki batik dan songket khas daerah kami yang bernama Songket Sagu. Motifnya terinspirasi dari pohon sagu yang menjadi ikon Kabupaten Kepulauan Meranti," tuturnya.


Ismiatun mengatakan, kunjungan Ketua Umum Dekranas menjadi momentum berharga bagi para perajin dan pelaku UMKM Meranti untuk memperluas promosi produk berbasis kearifan lokal.


Ia berharap perhatian yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas akses pemasaran hingga tingkat nasional maupun internasional.


"Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga mempererat sinergi dalam memajukan sektor kerajinan dan kuliner unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti," pungkasnya."****








SUMBER      :    PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI