Jumat, 19 Juni 2026

Kegiatan pembinaan ke Peternakan Sapi, Polsek Tebing Tinggi Barat wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan pembinaan ke Peternakan Sapi, Polsek Tebing Tinggi Barat wujudkan Ketahanan Pangan Nasional






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Polsek Tebing Tinggi Barat Polres Kep. Meranti Polda Riau, melakukan kegiatan lanjutan berupa pembinaan serta monitoring langsung di peternakan Sapi yang di kelola oleh kelompok Tani Desa Mantiasa Kec. Tebing Tinggi Barat, Senin (15/6/2026) 


Peternakan Sapi ini merupakan binaan Polsek Tebing Tinggi Barat yang di kelola oleh Kelompok Tani Mantiasa Maju Desa Mantiasa Kec. Tebing Tinggi Barat Kab. Kep. Meranti Prov. Riau.


Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda D.Turnip, SE  menyampaikan melalui para personil Bhabinkamtibmas, bahwa Kami bukan hanya melakukan pembinaan di bidang pertanian, tetapi juga melakukan pembinaan di bidang peternakan guna dapat mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional. 


"Kami saat ini bukan hanya fokus melakukan pembinaan dibidang Pertanian, tetapi juga melakukan pembinaan dibidang peternakan. Hal ini adalah bentuk kami sebagai anggota Polri mendukung penuh Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan program bapak Presiden," ujarnya.


Selanjutnya sebagai penutup, Kapolsek Tebing Tinggi Barat berharap dengan adanya kolaborasi antara Kepolisian dan petani/peternak diharapkan produksi pangan dapat terus meningkat. 


"Dengan kolaborasi ini kami berharap dapat membantu dan mewujudkan ketahanan pangan Nasional, serta dapat memberikan kemakmuran kepada petani/peternak," terangnya."****






EDITOR        :     REDAKSI 
MELAKUKAN PEMBINAAN PEMILIK TANAMAN JAGUNG MANIS, POLSEK TEBING TINGGI BARAT WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

MELAKUKAN PEMBINAAN PEMILIK TANAMAN JAGUNG MANIS, POLSEK TEBING TINGGI BARAT WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN






KabarPesisirNews.Com
PULAU MERBAU RIAU,    –
Dalam upaya mendukung program pemerintah menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, Polsek Tebing Tinggi Barat melaksanakan kegiatan pengembangan ketahanan pangan di wilayah hukumnya, Senin (15/6/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik bapak DARUSSALAM , berlokasi di Jalan Setia Indra Desa Tanjung Bunga Kec. Pulau Merbau Kab. Kep. Meranti Prov. Riau, dengan luas 1 hektar yang ditanami Jagung Manis, salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat dibutuhkan masyarakat.


Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPDA D. TURNIP, S.E. menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran kepolisian di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif memajukan ekonomi warga.


“Kami Polsek Tebing Tinggi Barat terus bersinergi dengan masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional. Langkah ini kami ambil agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal menjadi lahan produktif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan contoh serta memotivasi warga lain agar lebih giat bertani dan memanfaatkan potensi alam yang ada, demi terwujudnya kemandirian pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.


Ia menambahkan, sinergi yang terjalin antara kepolisian dan Masyarakat sangat penting untuk mempercepat pembangunan di wilayah, sesuai arahan pimpinan agar kepolisian tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga menjadi mitra yang baik dalam setiap upaya kesejahteraan Masyarakat.


Sementara itu, pemilik lahan bapak DARUSSALAM menyambut baik dan sangat mengapresiasi dukungan serta perhatian dari pihak kepolisian. Kerjasama ini dinilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi desa, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga.


Hingga saat ini, tanaman Jagung Manis yang ditanam terlihat tumbuh subur dan terawat dengan baik serta diprediksi akan panen pada bulan Agustus, serta diharapkan nantinya dapat menghasilkan panen yang melimpah dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat."****






EDITOR         :      REDAKSI 
LMB Karimun Audiensi ke Bupati, Khaidir Datuk Panglima Sulung: Kami Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan

LMB Karimun Audiensi ke Bupati, Khaidir Datuk Panglima Sulung: Kami Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan






KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,   – 
Jajaran pengurus inti DPW Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri Kabupaten Karimun melakukan audiensi dengan Bupati Karimun Iskandarsyah dan Wakil Bupati Bapak Rocky Marciano di Rumah Dinas Bapak Bupati, Kamis 18/6/2026.


Rombongan dipimpin langsung Khaidir Datuk Panglima Sulung selaku Pucuk Pimpinan DPW LMB Kepri Kabupaten Karimun. Ia didampingi Abdul Sahab Datuk Timbalan Kanan, Didang Syarifuddin Datuk Timbalan Kiri, serta Bambang Sugianto, S.H. Datuk Setia Usaha Utama.


Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Pengurus LMB memaparkan visi, misi, serta program kerja organisasi kepada kepala daerah.


Bupati Karimun Iskandarsyah menyambut baik kehadiran LMB Karimun. Ia menegaskan Pemkab Karimun terbuka untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.


“Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun menyambut baik keberadaan Laskar Melayu Bersatu Karimun. Kami membuka peluang kemitraan dan sinergi dalam mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat demi kemajuan Kabupaten Karimun yang lebih baik,” tegas Bupati Iskandarsyah.


Bupati menambahkan, peran ormas berbasis kultural seperti LMB sangat dibutuhkan. “LMB ini penjaga marwah Melayu. Tentu kita harapkan bisa jadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menjaga adat, budaya, sekaligus mengawal program kerakyatan,” ujarnya.


Menanggapi sambutan hangat bupati, Khaidir Datuk Panglima Sulung menegaskan komitmen LMB Karimun untuk mendukung Program Pemerintah Daerah.


“Terima kasih Bapak Bupati dan Wakil Bupati sudah menyambut kami dengan hati terbuka. Ini kehormatan bagi kami,” ucap Khaidir.


Ia menegaskan, DPW LMB Kepri Kabupaten Karimun siap menjadi mitra kritis sekaligus strategis pemerintah. “Kami ini Laskar Melayu Bersatu. Kata kuncinya di ‘Bersatu’. Maka LMB tidak boleh hanya diam. Kami siap bersinergi mendukung program Pemkab Karimun, terutama yang menyentuh langsung ke masyarakat kecil,” tegas Khaidir.


Khaidir menambahkan, salah satu fokus LMB adalah menjaga marwah Melayu sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan. “Adat kita pegang, kemajuan daerah kita dorong. Itu prinsip LMB, tandasnya.


Silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus LMB Karimun dengan Bupati dan Wakil Bupati Karimun. Pertemuan ini jadi sinyal kuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan ormas Melayu di Bumi Berazam."****






EDITOR          :     REDAKSI 
POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PERTANIAN PALAWIJA DI DESA SUNGAI TOHOR BARAT

POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PERTANIAN PALAWIJA DI DESA SUNGAI TOHOR BARAT





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Tebing Tinggi melaksanakan pengecekan lahan pertanian palawija milik warga di Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H. Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Tohor Barat, Bripka Ahmad Robi Fhadilah, bersama pemilik lahan, Bambang.


Lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Sukajadi RT 04 RW 02 Desa Sungai Tohor Barat tersebut memiliki luas sekitar 50 x 50 meter. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui kondisi tanaman palawija dalam keadaan subur dan tumbuh dengan baik.


Pada lahan tersebut terdapat berbagai jenis tanaman palawija yang dibudidayakan, antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, terung, dan mentimun. Keberadaan tanaman tersebut menunjukkan pemanfaatan lahan yang produktif sebagai upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat.


Selain melakukan pemantauan kondisi tanaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antara petani dengan pihak pendamping maupun petugas terkait. 


Dalam kesempatan tersebut, petani diberikan motivasi untuk terus mengembangkan usaha pertanian palawija guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga.


Melalui kegiatan ini, diharapkan sektor pertanian masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti."****







LIPUTAN         :     ALD
EDITOR            :     REDAKSI 
Hadiri Rakor GTRA Provinsi Riau 2026, Sekda Meranti Tegaskan Komitmen Dukung Reforma Agraria Berkeadilan

Hadiri Rakor GTRA Provinsi Riau 2026, Sekda Meranti Tegaskan Komitmen Dukung Reforma Agraria Berkeadilan





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menghadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar di Ruang Melati Lantai III Kantor Gubernur Riau, Kamis (18/6/2026).


Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan dihadiri Direktur Jenderal terkait, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau Nurhadi Putra, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, kepala kantor pertanahan kabupaten/kota, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa reforma agraria merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Menurutnya, reforma agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset melalui penguasaan dan pemilikan tanah, tetapi juga penguatan akses ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, khususnya bagi masyarakat adat, petani kecil, dan kelompok rentan lainnya.


"Pelaksanaan reforma agraria membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta mempercepat pelaksanaan reforma agraria secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan," ujar SF Hariyanto.


Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), optimalisasi pelaksanaan akses reform, serta peningkatan pengawasan program yang dijalankan pemerintah daerah.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau, Nurhadi Putra, menjelaskan bahwa reforma agraria merupakan salah satu kebijakan strategis nasional yang bertujuan mewujudkan keadilan agraria melalui penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria.


Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Provinsi Riau tidak terlepas dari kuatnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota serta seluruh elemen masyarakat.


"Keberhasilan reforma agraria tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan penguatan Gugus Tugas Reforma Agraria melalui pendekatan HITS, yaitu holistik, integratif, tematik dan spasial," jelas Nurhadi Putra.


Ia menerangkan bahwa pendekatan holistik berarti penanganan secara menyeluruh, integratif mengedepankan keterpaduan antarprogram, tematik berfokus pada pencapaian prioritas nasional, sedangkan spasial menitikberatkan pada perencanaan berbasis data dan lokasi yang jelas sehingga memudahkan integrasi program di lapangan.


Pada kesempatan tersebut, Nurhadi Putra juga mengungkapkan bahwa melalui GTRA, sejumlah konflik pertanahan di berbagai daerah di Provinsi Riau berhasil diselesaikan. Salah satunya penyelesaian konflik antara masyarakat dengan pemegang hak atas tanah di Kabupaten Indragiri Hilir yang menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi berbagai pihak.


Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung penuh pelaksanaan reforma agraria sebagai upaya menciptakan kepastian hukum atas tanah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan secara berkeadilan.


"Pemkab Kepulauan Meranti siap mendukung program reforma agraria melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan daerah," ujar Sudandri Jauzah.


Melalui rapat koordinasi ini diharapkan pelaksanaan reforma agraria di Provinsi Riau semakin optimal, mampu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan, serta memberikan kepastian hukum dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan."****






LIPUTAN          :      NUR
EDITOR             :      REDAKSI 

Lingkungan Hidup Turun Tangan, Untuk Pelaku Perusak DAS

Lingkungan Hidup Turun Tangan, Untuk Pelaku Perusak DAS




KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Aktivitas perkebunan kelapa sawit milik, PT Sinar Haska Lestari (SHL) kembali menjadi sorotan. Perusahaan tersebut diduga, melakukan penanaman sawit di sepanjang pinggiran Sungai Buluh, dengan panjang mencapai kurang lebih 7.000 meter.


Dugaan tersebut, memicu kekhawatiran masyarakat, terkait potensi kerusakan lingkungan, terutama terhadap kawasan sempadan sungai yang seharusnya dilindungi dari aktivitas perkebunan maupun pembukaan lahan.


Sejumlah warga meminta, agar Dinas Lingkungan Hidup segera turun ke lokasi untuk melakukan, pengecekan langsung dan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan tersebut.


“Kalau benar ada penanaman sawit sampai ke bibir sungai, ini sangat berbahaya untuk lingkungan. Bisa menyebabkan abrasi, longsor, dan merusak ekosistem sungai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Selain meminta DLH melakukan pemeriksaan, warga juga mendesak Kapolda Riau, untuk melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas PT Sinar Haska Lestari, termasuk menelusuri legalitas pengelolaan lahan, kepatuhan terhadap aturan lingkungan hidup, serta dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.


“Kami meminta Kapolda Riau turun tangan dan melakukan audit terhadap PT SHL. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran, kami berharap ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai lingkungan rusak dan masyarakat yang menanggung dampaknya,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.


Masyarakat juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak tinggal diam apabila ditemukan adanya pelanggaran aturan lingkungan hidup.


Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pihak dilarang melakukan aktivitas yang dapat mengakibatkan pencemaran maupun kerusakan lingkungan. Selain itu, kawasan sempadan sungai memiliki aturan perlindungan tersendiri guna menjaga fungsi ekologis dan mencegah bencana lingkungan.


Apabila terbukti melakukan perusakan lingkungan atau kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan, pelaku dapat dikenakan sanksi administratif, perdata, maupun pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Warga meminta agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar, termasuk evaluasi izin usaha hingga proses hukum sesuai peraturan yang berlaku.


“Kami berharap DLH benar-benar serius turun ke lapangan dan Kapolda Riau dapat memerintahkan jajarannya untuk melakukan audit serta penyelidikan secara transparan. Jangan sampai kerusakan lingkungan dibiarkan terus terjadi,” tambah warga lainnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sinar Haska Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penanaman sawit di bantaran Sungai Buluh tersebut."****







LIPUTAN PELAWAN   :   RED/DAVIDSON
EDITOR                         :   REDAKSI 
Tanaman Jagung Pipil Usia 88 Hari Dipantau Polsek Sabak Auh, Ini Kondisinya di Lapangan

Tanaman Jagung Pipil Usia 88 Hari Dipantau Polsek Sabak Auh, Ini Kondisinya di Lapangan







KabarPesisirNews.Com
SABAK AUH SIAK RIAU,    -
Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional Asta Cita, Kamis (18/6/2026) pagi.


Kegiatan pemantauan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di lahan ketahanan pangan milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Pemantauan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Syarif Adli, SH dan Ps. Kanit Binmas Aipda Romi Arief Saputra.


Kapolsek Sabak Auh Ipda Masri Nalzon, S.E mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.


"Dalam kegiatan ini, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung pipil yang saat ini berusia sekitar 88 hari," ujar Kapolsek.


Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung pipil yang ditanam dengan sistem semai lubang tanam di lahan seluas lebih kurang satu hektare tersebut masih menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan terus mendapatkan perawatan secara berkala.


Meski demikian, petugas menemukan pertumbuhan tanaman yang tidak merata pada beberapa bagian lahan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik kontur tanah mineral dan berpasir yang terdapat di lokasi penanaman.


Adapun lahan ketahanan pangan tersebut berada pada titik koordinat 1°06'51" LU dan 102°06'39,9" BT.


Kapolsek menambahkan, pemantauan secara berkelanjutan akan terus dilakukan guna memastikan tanaman dapat tumbuh optimal hingga memasuki masa panen.


"Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pengawasan dan pendampingan terhadap sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Sabak Auh," tutupnya."****







LIPUTAN           :    SAD
EDITOR              :    REDAKSI 

Kamis, 18 Juni 2026

Gebrakan Bupati Karimun Permudah Adminduk di Pulau Terluar, LMB Apresiasi

Gebrakan Bupati Karimun Permudah Adminduk di Pulau Terluar, LMB Apresiasi




KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,     – 
Rencana Bupati Karimun, Iskandarsyah, mempermudah pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan atau _hinterland_ mendapat apresiasi dari Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun.


Pucuk Pimpinan LMB Karimun, Khaidir Datuk Panglima Sulung, mengatakan kebijakan itu sangat membantu warga. “Tentu dengan rencana Bapak Bupati Iskandarsyah, masyarakat jadi mudah mengurus KTP. Dari sisi ongkos juga bisa irit,” ujarnya kepada awak media, Kamis 18/6/2026.


Selama ini, kata Khaidir, sentralisasi pelayanan Disdukcapil di Pulau Karimun Besar kerap membebani warga pulau terluar. “Biaya transportasi laut ke Karimun tidak murah,  ungkapnya.


Menurut Khaidir, Bapak Bupati Iskandarsyah bakal membagi pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ke dalam tiga zona utama: wilayah Karimun, Kundur, dan Moro. 


“Tentu dengan kebijakan Bapak Bupati ini, beban finansial warga jadi ringan. Ini bukti nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat kepulauan,” tegas Datuk Panglima Sulung.."****







EDITOR         :    REDAKSI 
Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs

Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Setelah membeberkan fakta bahwa Rezim Darmawan Prasodjo merupakan kepemimpinan terburuk di PT PLN (Persero) dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Relawan Listrik Nasional (Re-LUN) kembali mengungkap kabar mencengangkan. Soal dugaan korupsi sebesar US$50 Juta dibalik proyek meteran pintar (AMI). Nama Darmawan Prasodjo dan kroninya pun ikut terseret setelah diduga ikut menerma aliran 'Uang Panas' tersebut. 


Miris memang, di saat pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Pulau Jawa dan Bali, tiba-tiba meledak kabar, PLN menghabiskan dana besar dengan nominal fantastis yang tidak pernah terjadi dalam sejarah perusahaan PLN, untuk satu program transformasi digital bernama AMI (Advanced Metering Infrastructure) atau Infrastruktur Pengukuran Canggih.


Kabar ini semakin hangat, menyusul beredarnga kabar, PT PLN (Persero) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis malam (18/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.


Koordinator Nasional (Kornas) Re-LUN Teuku Yudhistira yang konsisten menyoroti persoalan PLN menjelaskan, secara resmi, program ini dipromosikan sebagai terobosan modernisasi, mengganti meteran listrik konvensional dengan alat pintar yang bisa mengirim data pemakaian secara otomatis, dua arah, tanpa perlu dibaca petugas. 


"Namun, hasil investigasi Re-LUN yang dilakukan secara mendalam, kami menemukan fakta sebaliknya. Proyek senilai Rp5 Triliun ini justru menjadi sumber masalah utama yang membuat jaringan listrik rusak parah, serta sarat dugaan kecurangan, markup harga, dan aliran dana suap yang mengarah langsung ke Direktur Utama Darmawan Prasodjo dan kolega serta kroninya," ungkap Yudhistira, Kamis malam di Jakarta. 


"Sumber dari kalangan internal PLN dan dokumen yang kami peroleh dari hasil investigasi menyebutkan secara gamblang, terdapat aliran dana senilai US$ 50 Juta (sekitar Rp 780 Miliar) yang diduga diterima oleh Darmawan Prasodjo dan kelompoknya dari pemenang tender proyek AMI sebagai imbalan pengadaan," imbuhnya. 


Berikut adalah laporan lengkap hasil penelusuran kami.


*APA ITU PROYEK AMI?*


AMI adalah sistem meteran pintar yang mampu mencatat pemakaian listrik secara real-time, memutus atau menyambung arus dari jarak jauh, serta mengirimkan data langsung ke pusat kendali. Di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo, proyek ini ditetapkan sebagai program unggulan dengan anggaran raksasa dan pelaksanaan massal mulai tahun 2022 hingga 2026.


"Secara teori, tujuannya baik: efisiensi, akurasi tagihan, dan pengurangan kebocoran. Namun dalam pelaksanaannya, proyek ini berubah menjadi mesin penyedot dana yang merugikan negara dan rakyat," papar Yudhistira.


*ANGGARAN DAN SKEMA KONTRAK: KERUGIAN JANGKA PANJANG*


Dijelaskan Yudhis, nlai total proyek AMI mencapai Rp5 Triliun. Artinya, proyek itu menjadi salah satu pengadaan tunggal termahal dalam sejarah PLN. Namun, yang lebih mencengangkan adalah cara pembayarannya:


"Skemanya Sewa Beli 10 Tahun: PLN tidak membeli alat tersebut secara tunai di muka, melainkan menyewanya dengan kewajiban pembayaran bulanan sebesar Rp25.251 per pelanggan selama 120 bulan.


Perhitungan kami: Nilai asli alat dan layanan ini sebenarnya hanya sekitar Rp1,8 – 2 Triliun. Artinya, ada kelebihan pembayaran atau markup harga mencapai Rp3 Triliun lebih yang harus ditanggung PLN — dan akhirnya dibebankan ke rakyat melalui tarif listrik," sebutnya.


Kemudian, ada istilah Biaya Berulang Tanpa Nilai Tambah. Meskipun alat sudah terpasang dan beroperasi, PLN tetap harus membayar biaya layanan bulanan yang sangat tinggi, yang tidak ditemukan pada pengadaan meteran biasa di masa lalu.


"Fakta yang menjadi kunci adalah, dana raksasa untuk proyek AMI ini diambil langsung dari anggaran investasi dan pemeliharaan jaringan. Data keuangan PLN menunjukkan, sejak proyek ini dimulai tahun 2022, anggaran pemeliharaan pembangkit dan jaringan dipotong drastis sebesar 35%. Inilah alasan utama mengapa pemeliharaan tower transmisi dan mesin pembangkit menjadi minimal atau nyaris tidak sesuai dengan kebutuhannya, yang akhirnya memicu pemadaman bergilir dan keruntuhan sistem yang kita alami sekarang,* ujarnya.


*DUGAAN KECURANGAN TENDER & ALIRAN SUAP US$ 50 JUTA*


"Berdasarkan penelusuran kami terhadap dokumen lelang, perjalanan bisnis pejabat, serta keterangan saksi internal yang berani bersaksi dengan syarat anonim, mengungkap skema korupsi terstruktur yang melibatkan puncak pimpinan PLN," ungkap Yudhistira. 


Diantaranya:

1. Rekayasa Spesifikasi Teknis
Dokumen persiapan lelang menunjukkan bahwa spesifikasi teknis perangkat AMI disusun sedemikian rupa agar hanya bisa dipenuhi oleh satu kelompok pemasok tertentu. 


Perusahaan-perusahaan peserta lain yang memenuhi standar internasional justru digugurkan dengan alasan administrasi yang dibuat-buat. Hal ini adalah praktik umum untuk memastikan pemenang sudah ditentukan sejak awal.


2. Aliran Dana US$ 50 Juta ke Darmawan & Rekan


Sumber yang dekat dengan proses negosiasi kontrak mengungkapkan detail yang mengejutkan:


"Sebelum kontrak ditandatangani, ada kesepakatan tak tertulis. Pemenang proyek wajib menyetor komisi sebesar 5% dari nilai kontrak kotor, yang setara dengan US$ 50 Juta, ke rekening perantara yang dikendalikan oleh lingkaran terdekat Darmawan Prasodjo. Uang ini kemudian dibagi ke beberapa pejabat kunci dan penasihatnya," ungkap Yudhis. 


Berdasarkan dokumen aliran dana yang ditemukan Re-LUN,, pembayaran ini dilakukan bertahap:


Tahap 1 (2022): US$ 20 Juta cair segera setelah kontrak ditandatangani.
Tahap 2 (2023–2024): Sisa US$ 30 Juta dibayarkan seiring progres pemasangan, yang disamarkan sebagai biaya konsultasi dan biaya lisensi ke perusahaan cangkang di Singapura.


Nama-nama yang disebut sebagai penerima manfaat utama selain Direktur Utama adalah: pejabat direksi yang membidangi niaga, kepala divisi pengadaan, serta konsultan pribadi yang berperan sebagai perantara.


3. Kualitas Alat Di Bawah Standar


Di samping itu, harga yang dibayar PLN jauh di atas harga pasar global, namun kualitas alat yang dipasang ternyata rendah. Banyak laporan lapangan bahwa meteran pintar ini sering error, salah hitung, atau mati sendiri, namun biaya perbaikannya tetap dibebankan ke PLN. 


"Ini membuktikan bahwa pemilihan vendor tidak didasarkan pada kualitas, melainkan besaran komisi yang bisa diberikan," tuturnya. 


*DAMPAK NYATA: METERAN PINTER, TAPI SISTEM KELISTRIKAN BODOH*


Ini adalah ironi terbesar di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo:
PLN dianggap sukses karena berhasil memasang jutaan meteran pintar (AMI) → Pencapaian di atas kertas.


Namun, karena uang habis untuk AMI dan pemeliharaan dipotong, jaringan listrik tua tidak diperbaiki, pembangkit tidak dirawat, cadangan daya habis → Bencana di kenyataan.


Data membuktikan korelasi yang sangat jelas:
Tahun 2021: Sebelum AMI, SAIDI (durasi mati lampu) masih di angka 600 menit/tahun.


Tahun 2022–2025: Seiring berjalannya proyek AMI, SAIDI melonjak menjadi 1.450 menit/tahun → Rekor terburuk sepanjang sejarah.


"Bali yang dulunya stabil, kini padam total berkali-kali karena dana perbaikan jaringan laut (kabel bawah laut Jawa-Bali) dialihkan ke proyek AMI.


Kesimpulan sederhana: Uang rakyat seharusnya dipakai agar listrik nyala terus, tapi malah dipakai beli meteran canggih untuk listrik yang sering mati.


*PERBANDINGAN: MASA LALU VS MASA DARMAWAN*


Direktur-direktur utama sebelumnya (Eddie Widiono, Dahlan Iskan, Sofyan Basyir, Zulkifli Zaini) juga melakukan modernisasi, tapi selalu memprioritaskan keandalan sistem. Anggaran pemeliharaan selalu aman, tidak pernah dipotong drastis.


"Baru di era Darmawan, ada proyek bernilai triliunan rupiah yang anggarannya diambil langsung dari pos pemeliharaan, dan disertai dugaan aliran dana suap yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah," ucapnya miris 


*KESIMPULAN: PROYEK AMI ADALAH ALAT, BUKAN SOLUSI*


Berdasarkan data keuangan, dokumen kontrak, dan fakta di lapangan, investigasi ini menyimpulkan:


Proyek AMI adalah proyek strategis untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan publik. Dipakai Darmawan Prasodjo sebagai "piala" untuk menunjukkan kinerja digital demi mempertahankan jabatan, padahal dampaknya merusak inti bisnis PLN: menyuplai listrik yang andal.
Dugaan suap US$ 50 Juta sangat beralasan. 


Skema kontrak yang mencurigakan, harga yang dimarkup besar, dan rekayasa lelang mengarah pada satu tujuan: mengeruk keuntungan pribadi bagi pemimpin tertinggi dan kroninya.


Rakyat yang menanggung kerugian. Biaya sewa AMI mahal, pemeliharaan jaringan berhenti, listrik sering padam, ekonomi rugi triliunan rupiah, sementara PLN tetap mencatatkan laba akibat pemotongan biaya perawatan aset.


"Proyek AMI yang dibanggakan ini pada akhirnya menjadi bukti nyata bagaimana sebuah perusahaan vital negara bisa dijalankan bukan untuk melayani rakyat, melainkan sebagai ladang bisnis dan sumber kekayaan bagi para pemimpinnya. Sudah saatnya Kejaksaan Agung, BPK, dan DPR menelusuri aliran dana US$ 50 Juta tersebut dan meminta pertanggungjawaban penuh kepada Darmawan Prasodjo," pungkas Yudhis."*****







LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra: Tanaman Jagung Warga Berkembang Baik dan Terawa

Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra: Tanaman Jagung Warga Berkembang Baik dan Terawa





KabarPesisirNews.Com
PELANGIRAN RIAU,   -
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta memastikan perkembangan tanaman pertanian masyarakat berjalan optimal, Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur, Polsek Pelangiran, melaksanakan kegiatan pemantauan perkembangan tanaman jagung milik warga di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (18/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB tersebut difokuskan pada pengecekan kondisi tanaman jagung yang saat ini memasuki fase pertumbuhan serta memastikan perawatan tanaman dilakukan sesuai anjuran.


Kapolsek Pelangiran, Iptu Iwan Saputra, SH, MH, mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk pendampingan dan dukungan Polri terhadap sektor pertanian masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan.


“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik dan memperoleh perawatan yang optimal sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal,” ujar Iptu Iwan Saputra.


Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam warga terlihat tumbuh dengan baik dan relatif merata. Selain itu, kondisi lahan pertanian juga terawat dan dinilai cukup mendukung proses pertumbuhan tanaman.


Petugas juga memastikan petani secara rutin melakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman. Selama pengecekan berlangsung, tidak ditemukan adanya serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman secara signifikan.


Berdasarkan hasil monitoring, para petani telah melaksanakan perawatan tanaman sesuai dengan anjuran yang diberikan, sehingga kondisi tanaman saat ini berada dalam keadaan baik dan terus menunjukkan perkembangan yang positif.


Kapolsek Pelangiran berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan dapat terus terjalin, sehingga mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Pelangiran.


Kegiatan pemantauan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bahan laporan kepada pimpinan."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
Polsek Kateman Dampingi Perawatan Tanaman Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan di Tagaraja

Polsek Kateman Dampingi Perawatan Tanaman Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan di Tagaraja





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Personel Polsek Kateman, Polres Indragiri Hilir, Polda Riau melaksanakan pendampingan langsung proses pemeliharaan tanaman sayur kangkung milik Sdra. Lubis di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.


Kegiatan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Jl. Lingkar 1 Gg. Sayur, Kel. Tagaraja, Kec. Kateman. Pendampingan dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Kateman, Aipda Fany H, bersama pemilik lahan, Sdra. Lubis.


Kapolsek Kateman, KOMPOL Bachtiar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas perintah langsung guna mendukung program ketahanan pangan daerah.


“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Polri dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar KOMPOL Bachtiar.


Dalam pendampingan tersebut, personel Polsek Kateman bersama Sdra. Lubis melakukan perawatan tanaman kangkung mulai dari penyiangan gulma hingga pemupukan. Selain membantu secara teknis, personel juga memberikan motivasi agar kegiatan pertanian dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.


Polsek Kateman berkomitmen untuk terus bersinergi dengan warga dalam mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah daerah dan Mabes Polri.


Warga menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendampingan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan."****





LIPUTAN INHIL        :    SAD
EDITOR                      :    REDAKSI