Rabu, 08 April 2026

Ketua DPRD Kepulauan Meranti H.Khalid Ali Gelar Halal Bihalal Di Kediamannya.

Ketua DPRD Kepulauan Meranti H.Khalid Ali Gelar Halal Bihalal Di Kediamannya.




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H.Khalid Ali SE melaksanakan kegiatan Halal Bi Halal bersama Keluarga dan masyarakat Jemaah Masjid Al-Ihsan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau pada Selasa (7/4/2026) malam di kediamannya.


Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan kehangatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H.Khalid Ali SE menyampaikan ucapan selamat Idul fitri 1447 hijriah kepada seluruh masyarakat yang hadir pada malam itu.


“Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita kembali fitri dan selalu berada dalam rahmat Allah SWT,” ucap H.Khalid Ali dalam sambutan singkatnya.

Kegiatan Halal Bihalal ini turut diisi dengan ramah tamah dan saling bermaafan antar sesama Ketua DPRD Kepulauan Meranti, yang berpasangan Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi, yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kekeluargaan yang menjadi semangat utama dalam momentum Idul fitri tersebut.


Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara legislatif bersama masyarakat."****






LIPUTAN       :    ALI SANIP 
EDITOR         :    REDAKSI
Progres Di Hari Kedua Polres Meranti Bersama Warga Bagun Jembatan Merah Putih Akses Antar Desa Makin Terbuka

Progres Di Hari Kedua Polres Meranti Bersama Warga Bagun Jembatan Merah Putih Akses Antar Desa Makin Terbuka






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan progres positif. 


Memasuki hari kedua, Jembatan Batang Malas dan Jembatang Sialang Pasung Selasa (7/4/2026), kegiatan pembangunan dilakukan di dua lokasi berbeda dengan melibatkan personel kepolisian dan masyarakat setempat.


Hal ini Sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung infrastruktur desa sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat.


“Pembangunan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga mempererat kebersamaan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.


Progres di Desa Batang Malas


Di lokasi pertama, yakni jembatan penghubung antar desa di Jalan Peleper, Dusun I, Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, kegiatan pembangunan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.


Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan lubang pondasi dasar, pemasangan cerocok, serta perakitan besi pondasi. Kegiatan ini melibatkan dua personel Polsek Tebing Tinggi Barat bersama enam warga setempat.


Sejumlah peralatan digunakan dalam proses pembangunan, seperti bondem, gunting besi, palu, gergaji, parang, tang, hingga gerobak angkong.


Untuk tahap selanjutnya, direncanakan akan dilakukan pengecoran pondasi dasar dan perakitan besi lantai jembatan.


Pembangunan Akses Musholla di Sialang Pasung


Sementara itu, di lokasi kedua yang berada di Dusun V Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, pembangunan diawali dengan doa bersama di Musholla Nurul Iman.


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sialang Pasung Rudianto, personel Polsek Rangsang Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus musholla.


Usai doa bersama, pembangunan dilanjutkan dengan pembongkaran jembatan lama dan pembersihan area kerja. Proses ini melibatkan empat personel Polsek Rangsang Barat dan enam warga.


Wujud Polri Presisi


Program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi Polri Presisi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang lebih layak dan aman.


Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan hingga selesai agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat."****





SUMBER      :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 

Selasa, 07 April 2026

WFH ASN Siak Setiap Rabu, Bupati Dr.Afni Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

WFH ASN Siak Setiap Rabu, Bupati Dr.Afni Pastikan Pelayanan Tetap Optimal


 

 
KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,   -
Pemerintah Kabupaten Siak resmi menerbitkan kebijakan strategis berupa penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN selama satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Siak Nomor 008/BKPSDMD-BINWAS/275 Tahun 2026 tentang pengaturan pelaksanaan kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, sebagai langkah konkret dalam mendorong transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis kinerja.


Penerapan WFH ini dijadwalkan mulai Rabu, 
08 April 2026, dan menjadi bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam mempercepat digitalisasi tata kelola pemerintahan serta meningkatkan produktivitas ASN melalui fleksibilitas kerja. Dengan kebijakan ini, Kabupaten Siak menunjukkan komitmennya dalam mengadopsi pola kerja modern yang tidak hanya berorientasi pada kehadiran fisik, tetapi juga pada capaian kinerja yang terukur dan akuntabel.


Bupati Siak, Dr.Afni, menegaskan bahwa penetapan hari Rabu sebagai jadwal WFH merupakan hasil penyesuaian kebijakan pusat dengan kondisi dan kebutuhan daerah.


“Jika pemerintah pusat menetapkan WFH pada hari Jumat, maka di Siak kita mulai dari hari Rabu. Kebijakan ini bersifat fleksibel, satu hari dalam sepekan, dan dapat disesuaikan oleh masing-masing daerah,” ujar Dr.Afni, Selasa (7/4/2026).


Meski bekerja dari rumah atau dari lokasi lain (Work From Anywhere/WFA), Dr.Afni menekankan bahwa seluruh ASN dan Non ASN tetap wajib menjaga disiplin, integritas, serta memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh mengalami penurunan akibat kebijakan ini.


“WFH bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Kehadiran, tanggung jawab, dan capaian kerja tetap menjadi prioritas utama. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan seperti biasa, tanpa ada gangguan,” tegasnya.


Lebih lanjut, implementasi WFH di lingkungan Pemkab Siak didukung dengan optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga seluruh aktivitas kerja dapat dipantau dan dievaluasi secara digital. Penilaian kinerja ASN dilakukan secara terukur dengan memperhatikan efektivitas pelayanan serta efisiensi biaya operasional, baik di tingkat perangkat daerah maupun individu pegawai.


Dalam surat edaran tersebut, Bupati Afni juga memberikan sejumlah penegasan penting, di antaranya ASN dan Non ASN dilarang keluar daerah selama pelaksanaan WFH, kecuali dalam kondisi tertentu dengan Surat Perintah Tugas resmi. Selain itu, pegawai tetap diwajibkan mengisi daftar hadir melalui aplikasi e-Government dengan titik lokasi berada di wilayah Kabupaten Siak, serta melaporkan seluruh produk layanan baik yang dilakukan secara daring (online) maupun luring (offline).


Menurut Dr.Afni, kebijakan WFH tidak hanya bertujuan meningkatkan fleksibilitas kerja, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan nasional dalam mendukung efisiensi energi dan penghematan anggaran daerah.


“WFH ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung gerakan hemat energi, sekaligus mengubah pola kerja konvensional dari Work From Office (WFO) menuju sistem kerja yang lebih dinamis seperti WFH dan WFA, sejalan dengan penguatan SPBE,” jelasnya.


Ia juga memastikan bahwa selama pelaksanaan WFH, aktivitas operasional kantor akan diminimalisir, kecuali untuk fungsi-fungsi penting seperti keamanan, pemeliharaan sarana prasarana, serta pelayanan langsung kepada masyarakat yang bersifat esensial.


Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan bahwa layanan publik strategis dan mendasar tetap berjalan normal dan optimal. Layanan tersebut meliputi sektor kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas, layanan darurat medis, pendidikan, perpustakaan daerah, administrasi kependudukan, perizinan, serta pelayanan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pemerintahan kampung.


Selain itu, sektor vital lainnya seperti penanganan bencana, pengelolaan pendapatan daerah, operasional lalu lintas termasuk pengawasan kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL), pelayanan pelabuhan, penerangan jalan umum, pengelolaan sampah, kebersihan dan pertamanan, hingga pekerjaan teknis seperti perbaikan jalan, jembatan, dan sistem penyediaan air bersih tetap diwajibkan beroperasi secara maksimal sesuai kebutuhan dan karakteristik layanan.


“Kita pastikan seluruh Perangkat Daerah yang memberikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Tidak boleh ada satu pun layanan yang terganggu. WFH harus tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Dr.Afni kembali.


Dari sisi efisiensi, kebijakan ini diharapkan mampu menekan berbagai biaya operasional, mulai dari penggunaan listrik, air, telepon, hingga konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta biaya operasional pegawai lainnya. Pemerintah daerah juga diminta untuk melakukan perhitungan rinci terhadap potensi penghematan yang dihasilkan selama pelaksanaan WFH.


“Saya minta setiap Perangkat Daerah menghitung secara detail penghematan anggaran yang diperoleh selama WFH. Laporan tersebut harus disampaikan paling lambat tanggal 10 setiap bulan berikutnya,” instruksi Bupati.


Sebagai bagian dari tata kelola yang akuntabel, Pemkab Siak juga akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala guna memastikan kebijakan WFH berjalan efektif, efisien, dan tetap menjaga kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.


Dengan langkah ini, Kabupaten Siak tidak hanya mengikuti arus transformasi birokrasi nasional, tetapi juga berupaya menjadi daerah yang progresif dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital."****






SUMBER  :  HUMAS PEMKAB SIAK
EDITOR    :  REDAKSI 

Kemendes dan BAZNAS Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat untuk Mendukung Pembangunan Desa

Kemendes dan BAZNAS Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat untuk Mendukung Pembangunan Desa




KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,   -
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk meningkatkan literasi zakat serta optimalisasi potensi ekonomi desa melalui pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ) hingga tingkat desa.

Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan antara Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, dengan Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (6/4/2025).

Yandri menegaskan bahwa penguatan literasi zakat di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban berzakat, sekaligus mendukung pembangunan desa.

“Literasi zakat di tingkat desa penting digaungkan. Kampanyenya harus simpel, mudah dipahami, dan mendorong masyarakat untuk mau berzakat,” ujar Mendes PDT.

Menurutnya, berbagai program ekonomi desa yang tengah dikembangkan pemerintah, seperti desa ayam petelur, desa lele, hingga desa perikanan, memiliki potensi penghasilan yang dapat dioptimalkan melalui zakat mal.

Ia mendorong pelaku usaha di desa, baik individu maupun kelompok, untuk menunaikan zakat dari hasil usaha yang diperoleh sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan.

“Zakat ini tidak hanya kewajiban, tetapi juga bisa menjadi instrumen untuk membangun desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga mendukung pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas jangkauan pengelolaan zakat hingga ke desa melalui pembentukan UPZ.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus meningkatkan potensi penghimpunan zakat nasional.

“Ada empat fokus yang akan kami lakukan, yakni meningkatkan potensi pengumpulan zakat, memperkuat kolaborasi, 

Ada empat fokus yang akan kami lakukan, yakni meningkatkan potensi pengumpulan zakat, memperkuat kolaborasi, membentuk UPZ hingga desa, serta menjaga amanah pengelolaan zakat,” ungkap Sodik.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pengelolaan zakat dapat semakin terintegrasi dengan program pembangunan desa, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat."****
(Rls).-



EDITOR         :    REDAKSI


Polres Meranti Berhasil Ciduk 2 Orang Penyalahgunaan BBM Solar.

Polres Meranti Berhasil Ciduk 2 Orang Penyalahgunaan BBM Solar.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Polres Kepulauan Meranti berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar , Tim Gabungan Opsnal Sat Reskrim dan Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti menangkap 2 orang pelaku pada Senin (6/4/2026) malam.


"Adapun Pelaku, JM (53 tahun) dan AS (24 tahun), warga Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, ditangkap di Jalan Lalang Tanjung, Desa Tanjung, saat sedang mengangkut 5 jeregen minyak solar  menggunakan sepeda motor," ujar Kapolres Kep. Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H  Selasa 
7 April 2026.


Kapolres menyatakan bahwa pelaku diduga melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM solar.


"Pelaku dijerat dengan Pasal 55 dan/atau Pasal 53 huruf d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 591 KUHP," ujar Kapolres.


Dijelaskan Kapolres pula, Barang bukti yang disita antara lain 1 unit sepeda motor, 5 jeregen minyak solar, dan 1 buah keranjang rotan.


"Polres Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penyalahgunaan BBM solar  dan melaporkannya jika mengetahui adanya kegiatan ilegal tersebut," jelas Kapolres."****





SUMBER     :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
110 CJH Meranti Ikuti Bimbingan Manasik Haji

110 CJH Meranti Ikuti Bimbingan Manasik Haji






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Sebanyak 110 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2026 mengikuti bimbingan manasik haji yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. 


Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, melalui Sekretaris Daerah, Sudandri, di Lapangan Afifa Futsal Selatpanjang, Selasa (7/4/2026).

Sudandri menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji merupakan upaya pemerintah daerah bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah untuk membantu calon jamaah dalam memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh.


Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi para CJH untuk memperdalam pengetahuan terkait rukun, wajib, hingga teknis pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

“Semoga apa yang dilaksanakan nantinya sampai di tempat pelaksanaan haji tidak akan sia-sia,” ujarnya.


Ia menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan ibadah yang menuntut kesiapan ilmu dan pemahaman yang baik agar pelaksanaannya sah dan sempurna.


“Ikuti manasik haji dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan teratur, sehingga dalam melaksanakan ibadah haji nantinya kita akan memperoleh hasil yang baik dan memuaskan, yaitu haji yang mabrur dan maqbul yang diridai Allah,” tambahnya.


Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Syafrizal melalui Sub Koordinator Bina Mental dan Spiritual, Khaidir, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar seluruh calon jamaah memahami informasi terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk tuntunan perjalanan dan aspek kesehatan.


“Tujuannya adalah memberikan pembinaan dan pelayanan maksimal kepada jamaah, meningkatkan kemampuan dan kompetensi, serta menumbuhkan kekompakan dan persatuan antar sesama jamaah haji,” jelasnya.


Adapun 110 CJH tersebut berasal dari sembilan kecamatan di Kepulauan Meranti, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Tebingtinggi sebanyak 44 orang, disusul Rangsang 18 orang, Tebingtinggi Barat 14 orang, serta kecamatan lainnya dengan jumlah bervariasi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau H. Defizon, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti H. Surasman, MUI Kepulauan Meranti, serta para calon jamaah haji."****





SUMBER       :
HUMAS PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  - 
Jajaran Polres Kepulauan Meranti melaksanakan evakuasi terhadap penumpang kapal yang mengalami sakit sekaligus melakukan pengamanan di kawasan Pelabuhan Terminal Tanjung Harapan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (6/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB itu dipimpin IPTU Suryadi bersama enam personel. Pengamanan difokuskan pada aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di area pelabuhan.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis, meliputi objek vital, pusat keramaian, hingga aktivitas masyarakat di sekitar terminal.


Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas pelabuhan pada hari tersebut terpantau padat. Untuk keberangkatan internasional tercatat dua armada dengan total 214 penumpang, terdiri dari 212 Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA). Sementara itu, keberangkatan domestik mencapai 23 armada dengan 876 penumpang. Dengan demikian, total keberangkatan mencapai 25 armada dengan 1.090 penumpang.


Adapun untuk kedatangan, tercatat dua armada internasional dengan jumlah 18 penumpang, terdiri dari tiga WNI dan 15 WNA. Sedangkan kedatangan domestik sebanyak 23 armada dengan total 711 penumpang. Secara keseluruhan, total kedatangan mencapai 25 armada dengan 729 penumpang.


Selain melakukan pengamanan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, khususnya terhadap arus penumpang yang datang dan berangkat.


IPTU Suryadi, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran personel Polri di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus siap membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan, termasuk yang mengalami sakit.


“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas di wilayah Pelabuhan Tanjung Harapan dan seluruh armada berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengamanan di objek vital seperti pelabuhan akan terus ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut di wilayah Kepulauan Meranti.


Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Harapan dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut."****




SUMBER      :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :   REDAKSI 
LAMR Kepulauan Meranti Dukung Pemberantasan TPPO Polda Riau

LAMR Kepulauan Meranti Dukung Pemberantasan TPPO Polda Riau





KabarPesisirNews.Com
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan dukungannya atas upaya Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)  yang dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Riau.  Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti,  Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., saat menerima kunjungan Panit III POA Dit Intelkam Subdit Kamneg, Polda Riau,  Iptu Anjaswan,  S.H., bersama rombongan ke Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti,  Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin  (6/4/2026).


Dalam sambutannya Datuk Seri Afrizal Cik menyatakan dukungannya atas upaya pemberantasan TPPO yang dilakukan oleh Polda Riau. 


"Kami  seluruh pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung upaya pemberatasan tindak pidana perdagangan orang yang dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Riau", ungkap Datuk Seri Afrizal Cik yang diamini oleh para pengurus LAMR Kepulauan Meranti yang hadir. 


Tujuan kedatangan Panit III POA Dit Intelkam  Subdit Kamneg Polda Riau beserta anggota adalah untuk menyampaikan permasalahan TPPO yang terjadi di Riau,  khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.  


"Kami datang ke Kepulauan Meranti ini bertemu dengan Datuk-Datuk Para Pemangku Adat di LAMR adalah untuk bersama-sama mengantisipasi adanya TPPO.  Dukungan dari LAMR yang memahami masyarakat dan geografis Kepulauan Meranti sangat diperlukan untuk memberantas TPPO. Karena itulah kami mengajak LAMR untuk mensosialisasikan dan mengantisipsi ancaman dan bahaya TPPO bagi masyarakat mengingat daerah seperti ini termasuk kawasan yang rawan terjadinya TPPO", ungkap Iptu Anjaswan. 


Apa yang disampaikan oleh Iptu Anjaswan mendapat sambutan positif dari Pengurus LAMR Kepulauan Meranti. 


"Kami siap bekerjasama dengan Polda Riau dan jajarannya dalam hal pemberantasan TPPO di daerah ini. Ini semua demi kebaikan dan keselamatan anak kemanakan dan masyarakat kami", sambut Datuk Seri Afrizal Cik. 


Terlihat hadir pada pertemuan ini bersama Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Afrizal Cik,  di antaranya Timbalan Ketua Umum LAMR Datuk Wan Zulkifli,  S.H., M.Si., Datuk Ibrahim Munir,  Datuk Zaini Mahadun,  Datuk Izam, S.Pd., M.Si., dan sejumlah pengurus lain.  


Dalam pertemuan ini terlihat suasana akrab dan saling berbagi cerita. Pertemuan di akhiri dengan foto bersama."**** 






SUMBER.        : 
HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR           :    REDAKSI 

Senin, 06 April 2026

Bupati Asmar Buka Sosialisasi Pascasarjana UMRAH di Meranti

Bupati Asmar Buka Sosialisasi Pascasarjana UMRAH di Meranti




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Gedung Kuning Kantor Bupati, Senin (6/4/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pascasarjana UMRAH, Prof Dr. Rumzi Samin, MSi beserta jajaran, para asisten, staf ahli, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, peserta sosialisasi dari kalangan ASN, unsur akademisi STKIP Meranti, tokoh adat, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan Polres Kepulauan Meranti.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dengan UMRAH dalam menghadirkan program pendidikan pascasarjana di daerah.


“Ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan. Kami menyambut baik kehadiran program ini sebagai bagian dari pembangunan yang berfokus pada peningkatan kapasitas manusia,” ujar Asmar.


Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, terutama di tengah era disrupsi dan persaingan global.


Menurutnya, pendidikan pascasarjana bukan lagi sekadar prestise, melainkan kebutuhan strategis bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga profesional untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja.


“Melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3 adalah investasi jangka panjang. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan analisis dalam menyelesaikan persoalan publik, melahirkan inovasi daerah, serta mendukung pengembangan karier ASN ke posisi strategis,” jelasnya.


Program pascasarjana ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Meranti dan menjadi tonggak awal dalam sejarah pengembangan pendidikan tinggi di daerah tersebut. Menariknya, seluruh proses perkuliahan akan dilaksanakan di Meranti, sehingga peserta tidak perlu lagi menempuh pendidikan ke Tanjungpinang.


Direktur Pascasarjana UMRAH dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan kapasitas SDM di daerah, khususnya dalam mengisi struktur organisasi pemerintahan yang membutuhkan tenaga profesional berkualifikasi tinggi.


Sementara itu, tokoh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, turut memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan peluang pendidikan ini.


“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Pendidikan tinggi adalah kunci kemajuan daerah. Kami optimistis kerja sama ini akan membawa dampak besar bagi masa depan Meranti,” ujarnya.


Ia juga menilai sinergi antara STKIP Meranti dan UMRAH berpotensi membuka jalan menuju berdirinya universitas besar di Kepulauan Meranti di masa mendatang.


Bupati Asmar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmen dalam mendukung sektor pendidikan melalui alokasi anggaran beasiswa. Pada tahun 2025, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp1,5 miliar untuk beasiswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,2 miliar.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemberian beasiswa tetap mengacu pada persyaratan yang berlaku.


“Kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur dan pelayanan publik, serta mewujudkan masyarakat Meranti yang cerdas, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya."****






LIPUTAN        :    NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Dorong Urgensi Penegasan Batas Wilayah, Pemkab Kepulauan MerantiAgendakan Pembahasan ke DPR RI

Dorong Urgensi Penegasan Batas Wilayah, Pemkab Kepulauan MerantiAgendakan Pembahasan ke DPR RI





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, memimpin rapat internal penegasan batas daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (6/4/2026) di Ruang Rapat Wakil Bupati Kepulauan Meranti.


Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wakil Bupati bersama Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu di Pekanbaru. Dalam arahannya, Wabup Muzamil menegaskan agar seluruh perangkat daerah segera menginventarisir berbagai persoalan batas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang berimplikasi terhadap kebijakan fiskal daerah.

“Persoalan batas wilayah  berdampak pada kebijakan fiskal daerah, mulai dari dasar hukum pembentukan daerah hingga pengaturan porsi bagi hasil ke daerah,” tegas Wabup Muzamil.


Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan melakukan audiensi bersama DPR RI guna membahas persoalan tersebut secara komprehensif dengan kementerian terkait.

“Perlu langkah konkret melalui audiensi dengan DPR RI dan kementerian terkait agar persoalan ini mendapat kejelasan dan tidak merugikan hak fiskal daerah,” tambahnya.


Melalui rapat ini diharapkan terbangun koordinasi yang solid, kesamaan persepsi, serta langkah terpadu dalam percepatan penyelesaian batas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Turut hadir Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, para kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Setda."****
(Rls).-





EDITOR        :   REDAKSI 
Dapur MBG di Mantiasa Diresmikan, 43 Ribu Warga Sudah Terima Manfaat

Dapur MBG di Mantiasa Diresmikan, 43 Ribu Warga Sudah Terima Manfaat





KabbarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  - 
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus diperluas. Terbaru, satu dapur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mantiasa Agro Mulya mulai beroperasi di Desa Mantiasa, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin (6/4/2025).


Perluasan ini menambah jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi menjadi 22 unit di seluruh kecamatan, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 43 ribu orang.

Sekretaris Satgas MBG Kepulauan Meranti, Ifwandi, menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan gizi sejak dini.


“Ke depan, akan ditambah 36 dapur lagi, terutama di wilayah terpencil. Targetnya penerima manfaat bisa mencapai 60 ribu orang,” ujarnya saat peresmian dapur tersebut.

Selain menyasar pemenuhan gizi, program ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 tenaga kerja telah terserap dari operasional dapur-dapur SPPG.


Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kepulauan Meranti, Suryani, menegaskan pentingnya pengawasan dalam distribusi makanan agar tetap memenuhi standar kesehatan.


“Kami berharap dukungan semua pihak untuk memastikan makanan yang didistribusikan sehat, layak, dan sesuai standar,” katanya.


Di tingkat lokal, kehadiran dapur MBG dinilai mulai memberi dampak langsung, terutama dalam upaya menekan angka stunting. Camat Tebing Tinggi Barat, M. Nazir, mengatakan program ini sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak.


“Kami berharap ini bisa berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayah kami,” ujarnya.


Pemerintah desa juga menekankan pentingnya komunikasi dalam pelaksanaan program. Kepala Desa Mantiasa, Muhajir, mengingatkan agar setiap persoalan di lapangan disampaikan melalui jalur yang tepat.


“Jika ada temuan, sebaiknya dikomunikasikan lebih dulu agar bisa ditangani tanpa menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.


Sementara itu, pihak pengelola dari Yayasan PPSDI Al-Fityah Pekanbaru menyatakan akan mengoptimalkan potensi lokal dalam operasional dapur, termasuk melibatkan tenaga kerja setempat dan memanfaatkan hasil pertanian desa.


"Sehingga selain meningkatkan gizi, juga mendorong perputaran ekonomi desa,” ujarnya.


Dapur MBG Desa Mantiasa ini memiliki kapasitas produksi untuk 719 penerima manfaat. Untuk Kecamatan Tebingtinggi Barat sendiri telah beroperasi dua dapur MBG, yakni di Desa Insit dan Desa Mantiasa."****





EDITOR         :    REDAKSI