Sabtu, 01 Agustus 2026

Kapolres Kep. Meranti Besuk Tokoh Masyarakat H. Katan di RSUD Selatpanjang

Kapolres Kep. Meranti Besuk Tokoh Masyarakat H. Katan di RSUD Selatpanjang





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kep. Meranti melaksanakan kegiatan membesuk tokoh masyarakat Kabupaten Kep. Meranti, Sdr. H. Katan di RSUD Selatpanjang, Jumat (31/7/2026) pukul 16.30 WIB.


Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada tokoh panutan masyarakat yang saat ini sedang menjalani perawatan akibat sakit jantung.


*Pelaksana Kegiatan:*  
1. Kapolres Kep. Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K  
2. Ketua DPH LAMR Kab. Kep. Meranti Datuk Sri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si  
3. Kabag SDM Polres Kep. Meranti Kompol Ali Azhar, S.Sos  
4. Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E  
5. Kasat Intelkam AKP Roly Irvan, S.H., M.H  
6. Kasat Narkoba AKP Jimmy Andre, S.H., M.H  
7. Ps. Kasat Polairud Iptu Abdul Roni, S.H  
8. Kasie Propam AKP Daniel Bakara  
9. Kasie Humas Iptu Iskandar Nopianto  
10. Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A Lubis, S.H., M.H  


Kedatangan Kapolres dan rombongan PJU disambut oleh Sdr. Joni selaku anak dari H. Katan yang juga merupakan anggota DPRD Kab. Kep. Meranti. 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres dan PJU Polres Kep. Meranti menyampaikan dukungan moril serta doa kesembuhan kepada H. Katan yang sedang berjuang melawan sakit. Suasana kekeluargaan dan keakraban terlihat selama kunjungan berlangsung.


Kapolres Kep. Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada para tokoh yang memiliki peran penting dalam menjaga kondusifitas di daerah.


*Tujuan dan Makna Kegiatan:*  
1. *Bentuk Empati*: Menunjukkan rasa peduli dan dukungan moril kepada tokoh masyarakat yang sedang berjuang melawan sakit.  
2. *Menjaga Silaturahmi*: Mempererat hubungan baik dan komunikasi antara pihak kepolisian dengan warga serta tokoh masyarakat setempat.  
3. *Sinergi Kamtibmas*: Menciptakan suasana aman dan damai melalui kedekatan emosional dengan para tokoh panutan di masyarakat.


Kegiatan membesuk tokoh masyarakat ini menjadi salah satu upaya Polres Kep. Meranti dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran langsung Kapolres dan PJU di tengah masyarakat, khususnya kepada tokoh yang dihormati, diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri serta mempererat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi keluarga dan masyarakat terkait kondisi sosial di lingkungan sekitar.


Kegiatan membesuk berakhir pukul 17.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung situasi aman, tertib, dan kondusif. Laporan kegiatan telah disampaikan kepada pimpinan.






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Polsek Sabak Auh Bersama UPTD Pertanian Siapkan Lahan Jagung 1,5 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan

Polsek Sabak Auh Bersama UPTD Pertanian Siapkan Lahan Jagung 1,5 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan







KabarPesisirNews.Com
SABAKAUH SIAK RIAU,     -
Personel Polsek Sabak Auh bersama UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh melakukan pemantauan dan pengecekan lahan yang akan digunakan untuk penanaman jagung pipil dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui Asta Cita, Sabtu (1/8/2026).


Kapolsek Sabak Auh, Ipda Masri Nalzon, SE, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional melalui sinergi dengan instansi terkait.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dipusatkan di lahan milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh seluas sekitar 1,5 hektare. Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi penanaman jagung pipil pada kuartal III tahun 2026.


Pengecekan dilakukan oleh Ps. Kanit Samapta Polsek Sabak Auh Aiptu Iwanto, Bhabinkamtibmas Kampung Belading Aipda Rinalldo, pegawai UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh, serta karyawan PT BSP Pedadah.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan yang akan dibersihkan sebagai tahap awal persiapan penanaman jagung pipil. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan memiliki kontur tanah mineral dan saat ini masih dalam proses pembersihan sebelum memasuki tahapan penanaman.


Komoditas yang akan dikembangkan adalah jagung pipil dengan sistem tanam semai lubang tanam. Luas areal penanaman diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare dengan titik koordinat 1°06'51" LU dan 102°06'39,9" BT.


"Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah," ujar Ipda Masri Nalzon.


Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan program penanaman jagung pipil di Kecamatan Sabak Auh dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat."****






LIPUTAN        :      SANDI 
EDITOR           :      REDAKSI 
Kepulauan Meranti Sambut Kapolres Baru dan Tamu Melaka dengan Tepung Tawar, Persaudaraan Serumpun Kian Erat

Kepulauan Meranti Sambut Kapolres Baru dan Tamu Melaka dengan Tepung Tawar, Persaudaraan Serumpun Kian Erat







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Majelis Tepung Tawar untuk menyambut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., serta rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Malaysia, di Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Jumat (31/7/2026).


Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah, S.H., mewakili Bupati Kepulauan Meranti. Prosesi tepung tawar menjadi simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan masyarakat Melayu di kedua wilayah.


Dalam sambutannya, Sudandri mengatakan Majelis Tepung Tawar bukan sekadar prosesi adat, tetapi mengandung doa, harapan, serta penghormatan yang diwariskan turun-temurun dalam tradisi Melayu. Menurutnya, nilai kasih sayang, keselamatan, keberkahan, dan persaudaraan menjadi ruh dari tradisi tersebut.


"Kami mengucapkan selamat datang dan selamat mengemban amanah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga kehadiran Bapak menjadi energi baru dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat," ujar Sudandri kepada Kapolres Kepulauan Meranti.


Kepada rombongan dari Negeri Melaka, Sudandri menyampaikan bahwa hubungan Kepulauan Meranti dan Melaka telah terjalin sejak lama melalui sejarah, budaya, bahasa, adat istiadat, hingga hubungan kekeluargaan. Ia menegaskan Selat Melaka bukan menjadi pemisah, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat Melayu serumpun.


"Kami berharap silaturahmi ini akan terus berkembang menjadi kerja sama yang lebih erat, khususnya dalam pelestarian budaya Melayu, pengembangan pariwisata, pendidikan, ekonomi masyarakat, dan pertukaran budaya antar generasi," katanya.


Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan LAMR dan masyarakat Kepulauan Meranti. Ia mengaku terkesan dengan kehidupan masyarakat yang mampu hidup rukun dalam keberagaman.


"Saya berharap selama saya mengabdi di sini, bantu saya untuk bisa berbuat yang terbaik. Sudah menjadi prinsip saya, di mana bertugas harus ada legacy atau peninggalan yang positif yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.


Ketua Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Datuk Sha'ari Bin Abu, juga menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan yang diberikan. Ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar mewakili Negeri Melaka, tetapi membawa semangat persaudaraan dengan masyarakat Kepulauan Meranti.


"Terima kasih atas segala sambutannya. Berdirinya saya di Rumah Adat Melayu Riau bukan sekadar mewakili Negeri Melaka, tetapi membawa titipan rasa persaudaraan antara Kepulauan Meranti dengan Melaka," ucapnya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, mengatakan lawatan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Melayu serumpun sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.


Ia juga menyampaikan secara simbolis bahwa Kapolres Kepulauan Meranti telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Melayu. Melalui sebuah pantun, Afrizal menyampaikan, "Bagaikan bunga kembang setaman, kalau sudah sampai ke balai adat tentulah menjadi anak kemenakan."


Menurut Afrizal, hubungan yang semakin erat diharapkan mampu membuka peluang investasi dari Negeri Melaka ke Kepulauan Meranti.


"Saya mendapat informasi saudara-saudara kita dari Melaka masih melihat peluang untuk menaburkan benih-benih investasinya di sini. Semoga apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud," katanya.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan pulut kuning bersama dan penanaman pohon di halaman Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan harapan agar hubungan antara Kepulauan Meranti dan Negeri Melaka terus tumbuh semakin erat.


Turut hadir Ketua MKA LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti beserta jajaran pengurus, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan."****






LIPUTAN          :     NUR
EDITOR             :     REDAKSI 


Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Budidaya Jagung

Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Budidaya Jagung




KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,        -
Sinergi Polri dan Petani, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tinjau Tanaman Jagung di Pekan Arba


Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Tembilahan melaksanakan kegiatan peninjauan perkembangan tanaman jagung sekaligus pembersihan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Kegiatan berlangsung di Jalan Pekan Arba, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan jagung pipil seluas kurang lebih 0,5 hektare milik Rahman. Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan AIPDA Mario Tobing, Banit Samapta Brigpol Efriwandi, serta pemilik lahan, Rahman.


Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman jagung sekaligus melaksanakan pembersihan lahan agar budidaya tanaman dapat tumbuh optimal. Langkah ini merupakan bagian dari sinergi Polri bersama masyarakat dalam mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026.


Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan mengatakan keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan. Melalui pendampingan dan gotong royong bersama masyarakat, kami berharap pemanfaatan lahan pertanian dapat meningkatkan produktivitas jagung sehingga ikut memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.


Ia menambahkan, pemanfaatan lahan produktif diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan para petani.


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif."****





LIPUTAN INHIL       :      SANDI 
EDITOR                     :      REDAKSI 
Bupati Asmar Jenguk Tokoh dan Warga Meranti yang Dirawat di RSUD Dorak, Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan Humanis

Bupati Asmar Jenguk Tokoh dan Warga Meranti yang Dirawat di RSUD Dorak, Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan Humanis







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengunjungi tokoh masyarakat H. Katan beserta sejumlah warga yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bentuk Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pasien dan keluarganya.


Dalam kesempatan itu, Bupati Asmar menyambangi ruang perawatan dan menyapa satu per satu pasien. Ia juga berdialog dengan keluarga pasien untuk mendengarkan secara langsung kondisi mereka serta memberikan semangat agar tetap optimistis menjalani proses pengobatan hingga pulih.


"Kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui kepedulian secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan merasa diperhatikan," kata Asmar.


Selain memberikan motivasi kepada pasien, Bupati juga berdiskusi dengan jajaran manajemen RSUD Dorak mengenai kualitas pelayanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan, meningkatkan keramahan tenaga kesehatan, serta memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan profesional.


Menurut Asmar, pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus ditingkatkan. Karena itu, ia berharap RSUD Dorak sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan demi memberikan layanan kesehatan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Jonny Katan, Pelaksana Harian (Plh.) Direktur RSUD Dorak, Romi Haris nanda, serta Kabag Propokim, Afrinal Yusran.


Kunjungan Bupati, Berlangsung dalam suasana hangat penuh keakraban. dengan Pasien, Keluarga Pasien, dan Tenaga kesehatan. Mereka mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah yang hadir secara langsung untuk memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Dorak berjalan dengan baik."****






LIPUTAN       :    NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Aroma Kongkalikong Lahan Ulayat Desa Palas: Kades Samsari Dituding Lego Lahan 2.090 Hektar dan Terima Panjar Fantastis, PT Arara Abadi Bebas Panen Akasia

Aroma Kongkalikong Lahan Ulayat Desa Palas: Kades Samsari Dituding Lego Lahan 2.090 Hektar dan Terima Panjar Fantastis, PT Arara Abadi Bebas Panen Akasia





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Dugaan skandal mafia tanah dan praktik korupsi berskala besar mengguncang Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Kepala Desa sekaligus Pemangku Adat Bathin Sengeri, H. Samsari, AS, kini berada di pusaran investigasi atas dugaan negosiasi bawah tangan dengan PT Arara Abadi serta penjualan sepihak lahan ulayat seluas 2.090 hektar pasca-Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA) No. 105 PK/TUN/LH/2023.


Investigasi Lapangan: Alih Fungsi Lahan, Uang Panjar, dan Pemanenan HTI


Informasi yang dihimpun dari sumber tepercaya mengungkapkan fakta mengejutkan di lapangan. Dari total 2.090 hektar lahan yang dimenangkan secara kolektif oleh masyarakat adat, sekitar 700 hektar di antaranya dilaporkan telah disulap menjadi perkebunan kelapa sawit produktif.


Lebih lanjut, ratusan hingga ribuan hektar sisa lahan tersebut disinyalir telah terjual secara sepihak kepada pihak ketiga di luar masyarakat adat asli Bathin Sengeri. Modus operandi yang berkembang menyebutkan, sejumlah pembeli bahkan telah menyetorkan uang panjar (DP) bernilai fantastis langsung kepada Samsari untuk mengamankan kavling tanah di areal tersebut.


Dugaan adanya kesepakatan terselubung ini kian diperkuat oleh fakta mencolok di lokasi sengketa. Meski status hukum lahan sudah dimenangkan oleh masyarakat, pihak PT Arara Abadi terpantau bebas melenggang melakukan aktivitas pemanenan pohon akasia atau tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI) di sana.


Aktivitas pemanenan komoditas HTI oleh korporasi yang berjalan mulus tanpa adanya hambatan, protes, atau tindakan hukum tegas dari otoritas desa maupun kelembagaan adat setempat ini memicu kecurigaan besar. Pembiaran tersebut memperkuat dugaan di tengah masyarakat bahwa hak atas tanah ulayat hasil putusan pengadilan sengaja digadaikan demi keuntungan pribadi pejabat desa.


Putusan PTUN Inkracht: Deretan Larangan Mutlak bagi PT Arara Abadi
Berdasarkan putusan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan membatalkan izin konsesi di atas objek sengketa, PT Arara Abadi secara yuridis tidak lagi memiliki hak kepemilikan maupun hak kelola. 


Konsekuensi hukum dari pembatalan izin tersebut menegaskan bahwa PT Arara Abadi dilarang keras melakukan aktivitas berikut di atas lahan 2.090 hektar tersebut:


1. Dilarang Melakukan Pemanenan Hasil Hutan: Korporasi tidak boleh memanen, menebang, atau mengambil kayu akasia maupun komoditas HTI lainnya, karena tindakan tersebut dikategorikan sebagai penjarahan hasil bumi di atas lahan milik masyarakat adat.


2. Dilarang Melakukan Replanting (Penanaman Ulang): Perusahaan dilarang melakukan pembersihan lahan (land clearing), pembibitan, maupun penanaman kembali pohon akasia baru setelah area dipanen.


3. Dilarang Memobilisasi Alat Berat dan Personel: PT Arara Abadi tidak berhak memasukkan, mengoperasikan, atau menyiagakan alat berat serta menempatkan personel pengamanan (sekuriti) korporasi di dalam kawasan ulayat tersebut.


4. Dilarang Mengalihkan atau Mengagunkan Lahan: Perusahaan dilarang menjaminkan, mengandalkan, atau mengalihkan hak kelola lahan tersebut kepada mitra kerja atau pihak ketiga mana pun karena status konsesinya sudah gugur demi hukum.


Bebasnya aktivitas pemanenan akasia yang terjadi saat ini merupakan pelanggaran nyata terhadap putusan pengadilan yang telah inkracht, dan pembiaran oleh pihak desa memicu indikasi kuat adanya permufakatan jahat.


Pembelaan Kades: "Ini Isu Murahan Tahun Politik"


Saat dikonfirmasi tim redaksi, H. Samsari membantah keras seluruh tudingan miring, termasuk rumor penerimaan aliran dana Rp20 miliar dari pihak korporasi. Ia menuding balik bahwa ada motif politik di balik mencuatnya kasus ini menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.


"Jaman sekarang banyak isu murahan yang beredar. Apalagi tahun ini adalah tahun politik, pemilihan kepala desa serentak termasuk saya. Berbagai opini diobral demi kepentingan politik,"****






LIPUTAN PELALAWAN      :    DAVIDSON
EDITOR                                 :    REDAKSI 
Bupati Asmar Sambut Lawatan Adat Melaka, Perkuat Ikatan Serumpun Indonesia–Malaysia di Kepulauan Meranti

Bupati Asmar Sambut Lawatan Adat Melaka, Perkuat Ikatan Serumpun Indonesia–Malaysia di Kepulauan Meranti






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Hubungan persaudaraan serumpun Melayu antara Indonesia dan Malaysia kembali diperkuat melalui kunjungan Lawatan Adat dan Budaya Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026).


Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti itu disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka yang dipimpin Encik Shaari bin Abu.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan seluruh masyarakat Meranti, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka di Bumi Sagu, Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar Asmar.


Ia menegaskan bahwa hubungan antara Melaka dan masyarakat pesisir Riau telah terjalin sejak lama melalui sejarah dan budaya Melayu yang sama.


Menurutnya, Selat Melaka bukanlah batas pemisah, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat serumpun.


"Sejarah telah mencatat bahwa Selat Melaka bukanlah pemisah, melainkan penghubung. Laut yang membentang di antara kita menjadi saksi lahirnya peradaban Melayu yang menjunjung tinggi adat, agama, bahasa, dan budaya yang sama," katanya.


Bupati Asmar mengapresiasi pelaksanaan program ziarah adat dan budaya yang dinilai menjadi ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat hubungan masyarakat serumpun yang diwariskan para leluhur.


Ia juga memberikan penghargaan atas kegiatan sosial yang dilakukan rombongan Melaka, di antaranya penyaluran bantuan kepada kaum dhuafa, mualaf, dan anak-anak pesantren.


"Nilai-nilai kepedulian seperti inilah yang menjadi cerminan ajaran Islam dan budaya Melayu yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan kasih sayang," ungkapnya.


Lebih lanjut, Asmar memperkenalkan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai daerah yang masih menjaga kekayaan adat istiadat, seni budaya, dan tradisi Melayu.


Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pelestarian warisan budaya Melayu.


"Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal lahirnya berbagai bentuk kerja sama yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi mendatang," tuturnya.


Sementara itu, Ketua Rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Encik Shaari bin Abu, mengaku terharu atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti beserta masyarakat.


Ia menegaskan bahwa kehadiran rombongan dari Melaka bukan sekadar kunjungan resmi, melainkan membawa semangat persaudaraan yang telah terjalin sejak lama antara Melaka dan Kepulauan Meranti.


"Kedatangan kami ke sini ibarat kepulangan anak perantau ke kampung halamannya sendiri untuk bertemu saudara kandung. Begitu akrabnya hubungan antara Melaka dan Riau," ujarnya.


Menurut Shaari, meski dipisahkan oleh Selat Melaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, kedekatan budaya dan hubungan emosional masyarakat kedua wilayah tetap terjaga.


Ia menilai masyarakat Melaka dan Kepulauan Meranti memiliki banyak kesamaan, mulai dari adat istiadat, bahasa, makanan, hingga karakter masyarakat yang ramah dan santun.


Dalam kesempatan itu, Shaari juga menyampaikan harapannya agar hubungan Malaysia dan Indonesia, khususnya Melaka dan Kepulauan Meranti, terus berkembang melalui kerja sama di bidang sejarah, ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta pelestarian budaya Melayu.


Ia turut menyampaikan salam dari Yang di-Pertua Negeri Melaka, Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus mengundang Bupati Asmar beserta jajaran untuk melakukan kunjungan balasan ke Negeri Melaka.


Sebelum menghadiri agenda resmi, rombongan Melaka juga melaksanakan ziarah ke makam tokoh-tokoh setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat Melayu di Kepulauan Meranti.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya."****






LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 
Rombongan Negeri Melaka dan Kapolres Meranti Ditepungtawari, Sinergi Adat hingga Green Policing Menguat

Rombongan Negeri Melaka dan Kapolres Meranti Ditepungtawari, Sinergi Adat hingga Green Policing Menguat





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Prosesi Tepung Tawar yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026), menjadi lebih dari sekadar tradisi penyambutan tamu kehormatan. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, lembaga adat, serta masyarakat serumpun Melayu dari Negeri Melaka, Malaysia, sekaligus menegaskan komitmen bersama mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.


Majelis yang berlangsung di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah mewakili Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Ketua DPH LAMR Datuk Afrizal Cik, Ketua MKA LAMR Datuk Seri Asnawi Nazar, jajaran Polres, pengurus LAMR, serta rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka yang dipimpin Encik Shaari bin Abu.


Kedatangan rombongan disambut dengan tabuhan kompang dan pertunjukan silat Melayu sebelum memasuki balai adat. Di dalam majelis, Kapolres Kepulauan Meranti menerima pemasangan tanjak sebagai simbol penghormatan, kemudian menjalani prosesi Tepung Tawar dan doa restu yang dipimpin Sekretaris Daerah bersama para Datuk LAMR.


Dalam sambutannya, Ketua DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Afrizal Cik, mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara LAMR dan Polres Kepulauan Meranti. Menurutnya, kedua lembaga memiliki tujuan yang sama dalam menjaga keamanan sekaligus melestarikan adat dan budaya Melayu.


Ia juga menyoroti ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Kepulauan Meranti. Kondisi itu dinilai bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keberlangsungan warisan budaya Melayu.


"Sinergi antara Lembaga Adat Melayu Riau dengan Polres Kepulauan Meranti selama ini terjalin dengan sangat baik. Visi dan misi yang diemban sejalan, yaitu menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta budaya Melayu," ujar Datuk Afrizal.


Ia pun mengapresiasi Program Green Policing yang diinisiasi Polda Riau sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.


"Hadirnya program Green Policing yang digagas Kapolda Riau memberikan harapan baru dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Atas hal tersebut, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polri," katanya.


Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengaku tersentuh dengan penyambutan yang diberikan LAMR. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Kepulauan Meranti bukan hanya untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian, tetapi juga ingin menjadi bagian dari masyarakat Melayu.


"Saya mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang hangat dari Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Kepulauan Meranti. Kehadiran saya di sini bukan hanya sebagai Kapolres yang baru, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat dan adat Melayu. Saya berharap dapat diterima, diberikan bimbingan, nasihat, serta dukungan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolres," ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.


Rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Kepulauan Meranti. Mereka mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Melayu yang masih terjaga dan berharap hubungan kedua wilayah terus berkembang.


"Menyampaikan komitmen untuk mempererat hubungan dan membangun kolaborasi dengan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di berbagai bidang, khususnya pelestarian budaya Melayu," demikian salah satu poin sambutan rombongan Negeri Melaka.


Rombongan juga mengundang Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti beserta Kapolres untuk melakukan kunjungan balasan ke Negeri Melaka sebagai bentuk penguatan hubungan masyarakat serumpun.


Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah H. Sudandri Jauzah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian adat sebagai identitas masyarakat Melayu.


"Kami juga menyampaikan selamat datang kepada rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka, Malaysia. Kunjungan ini menjadi wujud eratnya hubungan persaudaraan serumpun yang telah terjalin sejak lama. Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi," kata Sudandri membacakan sambutan Bupati.


Setelah prosesi adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata, ramah tamah, dan foto bersama.


Sebagai penutup, seluruh tamu kehormatan bersama jajaran LAMR, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Polres Kepulauan Meranti, dan rombongan Negeri Melaka melakukan penanaman pohon secara simbolis di halaman Balai Adat LAMR dalam rangka mendukung Program Green Policing.


Aksi tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, lembaga adat, dan masyarakat serumpun Melayu dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengurangi dampak abrasi yang menjadi tantangan di wilayah pesisir Kepulauan Meranti.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan, sekaligus mempertegas bahwa pelestarian adat, penguatan persaudaraan serumpun, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan melalui kolaborasi berbagai pihak.


Menutup kegiatan, Polres Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan dan budaya Melayu. Masyarakat juga diimbau agar tidak ragu memanfaatkan Layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam untuk melaporkan tindak kriminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran petugas kepolisian."****





SUMBER    :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR      :    REDAKSI 
Kenalkan Program Green Policing, LAMR Kepulauan Meranti Libatkan PKKKSNM Malaysia

Kenalkan Program Green Policing, LAMR Kepulauan Meranti Libatkan PKKKSNM Malaysia





KabarPesisirNews.Com
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR)  Kabupaten Kepulauan Meranti memperkenalkan Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau kepada Persatuan Ketua-Ketua Kampung  (Sidang)  Negeri Melaka (PKKKSNM) Malayasia.  Kegiatan ini berlangsung seiring pelaksanaan Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan LAMR, yang berlangsung di Balai Adat LAMR,  Jalan Dorak,  Selatpanjang, Jum'at (31/7/2026).


Dalam pemaparannya Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR,  Datuk Seri Afrizal Cik,  S.Sos.,M.Si., mengatakakan bahwa visi dan misi LAMR melestarikan adat dan budaya dapat lakukannya dengan mudah karena banyaknya seniman, budayawan, yang memahami hal tersebut yang berjalan seiring dan saling dukung-mendukung.  Namun,  dalam rangka menjaga kearifan lokal,  pada mulanya pihaknya bergerak sendiri.  


Sebab tak banyak pihak yang memahami seluk beluk menjaga kearifan lokal terutama upaya menjaga alam dan lingkungan.  Kebimbangan akan tenggelamnya pulau-pulau di Kepulauan Meranti membuat pihaknya terus bergerak melakukan upaya penyelamatan alam dan lingkungan yang merupakan kearifan lokal.  


Pihaknya memilili kelemahan karena bergerak sendiri.  Namun,  menurut beliau,  tiada disangka,  Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan,  S.IK., M.Hum., membuat terobosan baru upaya penyelamatan lingkungan. Namanya Green Policing,  dengan tagline "Melindungi Tuah Menjaga Marwah".  


Polda Riau, Polres, dan jajarannya melaksanakan program ini secara gencar dengan penanaman puluhan ribu pohon bahkan saat ini sudah ratusan ribu pohon di berbagai tempat dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan perusakan alam dan lingkungan.  


Kehadiran Green Policing membuat LAMR Kepulauan Meranti merasa tidak sendiri lagi menjaga kearifan lokal.  


Sejak saat itu,  LAMR Kepulauan Meranti selalu bergandengan tangan dengan jajaran Polda Riau dan Polres Kepulauan Meranti. Selanjutnya LAMR mengajak berbagai pihak untuk melakukan upaya penyelamatan lingkungan. 


Begitu juga pada setiap momen,  para pengurus LAMR selalu menyampaikan pesan-pesan tentang penyelamatan lingkungan. 


"Alhamdulillah, kami tidak sendirian lagi dalam upaya menjaga alam lingkungan yang merupakan kearifan lokal masyarakat adat Melayu.  


Kini telah ada pihak kepolisian baik itu Polda Riau,  maupun Polres Kepulauan Meranti dan jajarannya yang selalu membersamai. Pada hari ini,  kami sengaja memperkenalkan Green Policing itu kepada Saudara-Saudara kami dari negara tetangga Malaysia,  yaitu PKKKSNM. Maka,  secara langsung kami mengajak mereka untuk bersama-sama menanam pohon. 


Tentu penanaman pohon ini bukan sekedar upaya pengenalan Green Policing,  tapi sebagai kenang-kenangan untuk sebuah ingatan.  Ada kebersamaan LAMR dan Polda Riau,  Polres Kepulauan Meranti dan jajarannya dalam upaya penyelamatan lingkungan dan kearifan lokal", ungkap Datuk Seri Afrizal Cik. 


Ikut bersama dalam penanaman pohon ini Kapolres Kepulauan Meranti,  AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita,  S.IK., Ketua PKKKSNM YDP  Datuk Shaari bin Abu dan jajaran pengurusnya,  Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, tokoh masyarakat,  tokoh pemuda,  dan tokoh wanita.


Penanaman pohon ini berlangsung di RTH LAMR,  Jalan Dorak,  Selatpanjang."****






SUMBER     :    HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 

Jumat, 31 Juli 2026

UPT Puskesmas Teluk Belitung Gelar Kegiatan Larvasidasi Massal, Wujud Nyata Cegah DBD.

UPT Puskesmas Teluk Belitung Gelar Kegiatan Larvasidasi Massal, Wujud Nyata Cegah DBD.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      -
UPT Puskesmas Teluk Belitung bersama lintas sektor Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, melaksanakan kegiatan Larvasidasi Massal di Desa Mekar Sari pada 28 Juli 2026 kemarin. Kegiatan ini sebagai upaya dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).


Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas UPT Puskesmas Teluk Belitung yang bersama-sama melakukan larvasidasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan 3M Plus.


Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari Demam Berdarah Dengue (DBD), ucap Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung 
dr.H.Suhadi menambahkan. 


Ia menghimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dilingkungan pekarangan rumah, dan bak air, Ayo, mulai dari rumah kita! Rutin lakukan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan langkah pencegahan lainnya, tuturnya.


Pihaknya mengajak, mari kita bersama  mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari jangkitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mudah mudahan dengan dilakukan larvasidasi ini lingkungan masyarakat kita terhindar dari DBD, sebagai mana harapan kita bersama.


Sementara Kepala Desa Mekar Sari Herman S.Pd menyambut baik kegiatan larvasidasi tersebut, kami menyambut baik kegiatan positif ini, ini merupakan wujud kepedulian pemerintah Puskesmas Teluk Belitung, sehingga desa kami dapat dilakukan larvasidasi dalam rangka mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pungkas Herman."****





PENULIS.         :       ALI SANIP  
EDITOR.           :       REDAKSI
Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Pengecekan Ketahanan Pangan Warga

Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Pengecekan Ketahanan Pangan Warga




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., melaksanakan pengecekan ketahanan pangan pada lahan pertanian hidroponik milik Ky. Dalhar di Jalan Perjuangan Gang Pahlawan, Desa Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., didampingi Kanit Intel Polsek Tebing Tinggi AIPTU Hans Hutapea, S.H., M.H., Bhabinkamtibmas Desa Alahair BRIPKA Mukhtar R., serta dihadiri pemilik lahan, Ky. Dalhar.


Lahan pertanian hidroponik seluas kurang lebih 10 x 15 meter tersebut ditanami berbagai komoditas hortikultura, di antaranya cabai dan selada. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi pertanian masyarakat terpantau dalam keadaan baik. Tanaman cabai dan selada tumbuh subur serta menunjukkan perkembangan yang positif.


Selain melakukan pengecekan, personel Polsek Tebing Tinggi juga mempererat komunikasi dan koordinasi dengan pemilik lahan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan motivasi agar masyarakat terus mengembangkan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti."****





LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :     REDAKSI