Jumat, 28 Agustus 2026

Satriadi, SH . M.H., CPLA Raih Juara I Turnamen Domino di Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti

Satriadi, SH . M.H., CPLA Raih Juara I Turnamen Domino di Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Turnamen domino yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Dalam ajang tersebut, Satriadi,l SH. M.H., CPLA berhasil keluar sebagai juara pertama.


Kegiatan turnamen domino tersebut menjadi salah satu rangkaian perlombaan dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Sejak awal pertandingan, para peserta menunjukkan kemampuan dan strategi masing-masing. Suasana pertandingan berlangsung semarak dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kekeluargaan.


Satriadi, SH.M.H., CPLA tampil konsisten hingga berhasil mengungguli peserta lainnya dan memastikan posisi teratas pada turnamen tersebut.


Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan domino juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga semakin memperkuat rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat persaudaraan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dengan semangat kemerdekaan, seluruh peserta diharapkan dapat terus menjaga nilai sportivitas serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mempererat hubungan antarsesama.


Satriadi,  S.H.M.H., CPLA pun berhak menyandang predikat sebagai juara I Turnamen Domino Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia."****






LIPUTAN      :     MISWAN 
EDITOR         :     REDAKSI 
Mulai 28 Agustus 2026, Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan melalui Pintu Tol Bypass

Mulai 28 Agustus 2026, Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan melalui Pintu Tol Bypass







KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    -
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) akan mengalihkan akses masuk Jalan Tol Pekanbaru–Dumai melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai Jumat, 28 Agustus 2026. Perubahan jalur diberlakukan pada area Jalan Akses Pintu Tol Pekanbaru KM 00+200 sebagai bagian dari pekerjaan penyambungan dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.


Dengan skema tersebut, kendaraan yang sebelumnya memasuki jalan tol melalui Jalan Akses Muara Fajar akan diarahkan menuju akses baru di Pintu Tol Bypass Pekanbaru. Pengalihan diperlukan untuk memberikan ruang kerja yang aman bagi pembangunan jembatan overpass di KM 00+200 Jalan Tol Pekanbaru–Dumai atau STA 206+950 Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.


Hutama Karya telah menyiapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi agar perpindahan akses dapat berlangsung tertib. Pengguna jalan diminta mencermati petunjuk arah sejak mendekati kawasan Pintu Tol Pekanbaru karena pola perjalanan akan berbeda dari jalur yang selama ini digunakan.


_Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut merupakan bagian dari tahapan konstruksi yang dibutuhkan untuk menghubungkan kedua ruas tol sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja proyek.


“Mulai 28 Agustus, kendaraan yang akan memasuki Jalan Tol Pekanbaru–Dumai diarahkan melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru. Kami mengimbau pengguna jalan memperhatikan petunjuk arah, menurunkan kecepatan saat mendekati area pengalihan, dan mengikuti instruksi petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” ujar Hamdani.


Pada masa awal penerapan, perlambatan berpotensi terjadi di sekitar titik pertemuan arus kendaraan. Pengguna jalan diharapkan mengantisipasi tambahan waktu perjalanan, menjaga jarak aman, serta menghindari perpindahan lajur secara mendadak.


Untuk mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas, Hutama Karya berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Dinas Perhubungan, dan pemangku kepentingan terkait. Rambu sementara, papan informasi, traffic cone, water barrier, lampu peringatan, serta petugas pengarah akan ditempatkan pada titik-titik yang diperlukan.


Kondisi lalu lintas akan dipantau secara berkala dan pengaturan di lapangan dievaluasi sesuai kebutuhan. Hutama Karya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.


Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan. Penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan dapat semakin meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.


Hutama Karya turut mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik sebelum memasuki jalan tol, mematuhi batas kecepatan yang berlaku, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta mengikuti informasi lalu lintas terkini melalui akun media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya maupun aplikasi Mozy.


*SEKILAS TENTANG HUTAMA KARYA*


_PT Hutama Karya (Persero), bagian dari Danantara, adalah BUMN yang dipercaya menggarap proyek-proyek infrastruktur strategis nasional. Dengan visi menjadi Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer, perusahaan berpengalaman membangun dan mengelola jalan tol, jembatan, gedung, hingga kawasan—dengan rekam jejak pada proyek berskala besar seperti Jalan Tol Trans-Sumatra. Hutama Karya bekerja bersama enam anak perusahaan: HKI (konstruksi), HKA dan HMW(operasi dan pemeliharaan jalan tol), HKR (properti), serta HMTP dan HPSL (jalan dan jembatan di Papua dan Sumatra Barat). Perusahaan menjalankan setiap proyek dengan tata kelola yang baik, standar keselamatan tinggi, dan perhatian pada kelestarian lingkungan—sebagai wujud komitmen membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi generasi mendatang dan mendukung Asta Cita Pemerintah._


*Plt. EVP Sekretaris Perusahaan*
*PT Hutama Karya (Persero)*
*Hamdani*


Untuk informasi dan kebutuhan media dapat menghubungi:


*_Zsafhira Rachmadanti_*
*_Corcomm Jalan Tol_*
*_PT Hutama Karya (Persero)_*
*_Email:zsafhira@hutamakarya.com_*


*_I Dewa Ayu Pradnyasari_*
*_Komunikasi Korporat_*
*_PT Hutama Karya Infrastruktur_*
*_Email: corcomm@hkinfrastruktur.com_*






EDITOR         :    REDAKSI 

Kamis, 27 Agustus 2026

Video Polda Sitanggang Tuai Murka — 25 Advokat hingga Mahasiswa Siap Kawal Kasus Darwis DT

Video Polda Sitanggang Tuai Murka — 25 Advokat hingga Mahasiswa Siap Kawal Kasus Darwis DT







KabarPesisirNews.Com
TELUK KUANTAN RIAU,    -
Jagat media sosial di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendadak memanas setelah beredarnya video terbaru yang diunggah oleh seorang pria bernama Polda Sitanggang, Rabu (26/8/2026) malam.


Video tersebut menuai kecaman dan reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat Kuansing. Pasalnya, dalam unggahan yang beredar luas itu, Polda Sitanggang diduga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap salah seorang komentator Pacu Jalur, Darwis DT, yang juga dikenal sebagai ustadz sekaligus tokoh adat di Kabupaten Kuantan Singingi.


Padahal sebelumnya, persoalan serupa sempat mereda setelah Polda Sitanggang didampingi Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Bripka Hardianto Manik, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kuansing.


Namun, kemunculan video terbaru yang diduga berisi caci maki menggunakan bahasa daerah kembali memantik kemarahan publik. Dalam video yang beredar, Polda Sitanggang diketahui sedang berada di kampung halamannya sambil ditemani segelas minuman tradisional tuak.


Unggahan tersebut sontak menjadi perbincangan luas dan memicu gelombang kecaman dari masyarakat Kuansing, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.


Rekan Komentator Darwis DT Desak Pemda dan Aparat Bertindak


Rekan sesama komentator Pacu Jalur, Japriadi alias Ojap, mengaku sangat menyayangkan beredarnya video tersebut.


Menurutnya, persoalan ini tidak lagi menyangkut individu semata, melainkan telah menyentuh harga diri masyarakat Kuantan Singingi.


“Kami atas nama rekan seprofesi sebagai komentator dan juga sebagai masyarakat Kuansing sangat berharap ada tindakan dari Pemda Kuansing, Polres Kuansing dan seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah ini,” tegas Ojap.


Ia menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara serius agar tidak menimbulkan konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.


Advokat Riau: Marwah Daerah Jangan Sampai Dipijak


Kecaman juga datang dari kalangan advokat.


Advokat yang tergabung dalam organisasi PERADI sekaligus putra jati Kuantan Singingi, H. Jufri, SH., MH., menegaskan bahwa marwah daerah harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat Kuansing.


“Marwah daerah kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaganya. Jangan sampai batang kalah pulo dek sagoa. Ndak masuk ceritanya tu. Salah-salah kepala kita dipijak-pijak orang di kampung kita sendiri nantinya,” tegas H. Jufri.


Menurutnya, setiap masyarakat memiliki kewajiban moral untuk menjaga kehormatan daerah, adat istiadat, serta tokoh-tokoh yang selama ini menjadi bagian dari identitas Kuansing.


25 Advokat Riau Siap Dampingi Darwis DT


Sementara itu, Advokat Riau lainnya, Ferindoni, SH., MH., mengungkapkan bahwa sedikitnya 25 orang advokat dari berbagai daerah di Provinsi Riau telah menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada Darwis DT.


Menurut Ferindoni, yang juga merupakan putra asli Kuantan Singingi, dukungan hukum tersebut tidak hanya ditujukan kepada Darwis DT secara pribadi, tetapi juga sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan kebudayaan daerah yang diduga telah dihina.


“Sedikitnya ada 25 advokat yang siap menjadi kuasa hukum dan mendampingi Bang Darwis DT serta memperjuangkan kehormatan kebudayaan daerah Kabupaten Kuantan Singingi apabila langkah hukum nantinya ditempuh," ujar pria yang akrab disapa Doni.


Doni juga menyoroti dugaan bahwa Polda Sitanggang merupakan salah seorang atlet yang didatangkan untuk salah satu jalur pada Pacu Jalur Event Nasional Kuansing 2026 melalui sponsorship tertentu.


Doni juga menyampaikan, bahwa dari 25 advokat yang siap mendampingi Darwis DT nanti, dari Rohil, Rohul, Pelalawan, dan lain sebagainya. Selain itu juga ada nama Advokat Kondang tengah viral, yakni Ikhsan, SH., MH., CLA., CPM.,


Mahasiswa Kuansing Siap Gelar Aksi


Gelombang dukungan juga datang dari para mahasiswa Kabupaten Kuantan Singingi dari semua penjuru.


Salah seorang Komando Mahasiswa, Noverman, S.Pd., menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.


“Kami langsung merapatkan persoalan ini. Kami berkumpul dan siap menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap marwah Kuansing dan kebudayaan Pacu Jalur,” tegas Noverman.


Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan sekadar menyangkut individu, tetapi telah menyentuh simbol budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing.


Karang Taruna Kuansing Turut Bersikap


Dukungan serupa datang dari Karang Taruna Kabupaten Kuantan Singingi.


Ketua Karang Taruna Kuansing, Ahmad Fathony, SH., menyatakan pihaknya siap ikut menjaga kehormatan daerah.


“Allahuakbar. Kami siap berpartisipasi menjaga marwah Kuansing,” tegas Ahmad Fathony.


Pernyataan singkat tersebut langsung mendapat respons positif dari sejumlah masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.


Tokoh Adat: Ada Sanksi dalam Hukum Adat Melayu


Dari kalangan adat, mantan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kuansing Periode 2019-2024, Datuk Seri Pebri Mahmud, SP., M.Eng., menilai persoalan ini tidak hanya dapat dilihat dari perspektif hukum negara, tetapi juga dari perspektif hukum adat Melayu.


Menurutnya, Darwis DT merupakan bagian dari masyarakat adat yang memiliki kedudukan terhormat di tengah masyarakat.


“Semestinya persoalan ini juga dilihat dari perspektif adat. Yang dihina itu salah satu cucu kamanakan orang adat. Sudah sepatutnya persoalan ini mendapat perhatian dari lembaga adat,” ujar Datuk Seri Pebri Mahmud.


Ia menjelaskan bahwa dalam hukum adat Melayu terdapat ketentuan yang mengatur perbuatan menghina seseorang.


“Dalam adat ada sanksi untuk orang yang menghina seseorang. Itu masuk dalam Undang Nan Salapan, bagian dari kesalahan dago dagi,” jelasnya.


Menurut Datuk Seri Pebri Mahmud, hukum adat mengatur tata kehidupan masyarakat, termasuk hubungan bamamak bakamanakan serta kehidupan bakampuang banagori.


Karena itu, ia menilai persoalan yang berkaitan dengan Pacu Jalur tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai adat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kuansing.


“Pacu Jalur itu bagian dari adat dan budaya masyarakat Kuansing. Karena itu, apabila memang terbukti terjadi penghinaan terhadap tokoh, masyarakat adat maupun simbol budaya daerah, sudah sewajarnya persoalan tersebut mendapat perhatian dari lembaga adat,” katanya.


Meskipun demikian, Datuk Seri Pebri Mahmud menegaskan bahwa penerapan sanksi adat harus mengikuti mekanisme dan ketentuan adat yang berlaku.


Di sisi lain, jalur hukum negara juga tetap terbuka apabila pihak yang merasa dirugikan memilih untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.


“Hukum negara tetap berjalan sepanjang yang bersangkutan merasa keberatan dan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib. Sedangkan dari sisi adat, tentu ada mekanisme dan tata cara yang harus ditempuh sesuai ketentuan adat yang berlaku,” tutupnya.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Sitanggang terkait berbagai reaksi dan kecaman yang muncul atas video yang beredar tersebut.


Sementara itu, desakan agar persoalan ini ditindaklanjuti melalui jalur hukum maupun mekanisme adat terus menguat dari berbagai elemen masyarakat Kuantan Singingi."****






LIPUTAN        :     REDAKSI 
EDITOR           :     REDAKSI 
Sekda Meranti Serahkan Bantuan untuk Guru Korban Kebakaran di Rangsang

Sekda Meranti Serahkan Bantuan untuk Guru Korban Kebakaran di Rangsang





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mewakili Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, meninjau rumah guru yang menjadi korban kebakaran di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kamis (27/8/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Sudandri menyerahkan bantuan dari Bupati Kepulauan Meranti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Kepulauan Meranti kepada korban, Susi Winarti, S.Pd., guru SMP Negeri 5 Rangsang.


Rumah Susi mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8/2026). Akibat musibah tersebut, keluarga korban kehilangan sejumlah harta benda dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.


Sudandri menyampaikan salam dan kepedulian Bupati H. Asmar kepada Susi dan keluarganya. Ia mengatakan, Bupati sebenarnya ingin datang langsung, namun berhalangan karena sedang sakit.


“Pak Bupati ingin datang langsung menjenguk saudara kita yang ditimpa cobaan ini. Namun karena beliau dalam keadaan sakit, beliau perintahkan saya untuk mendampingi bersama kawan-kawan PGRI, Dinas Pendidikan serta jajaran Korwil,” ujar Sudandri.


Ia meminta keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, kehilangan akibat kebakaran merupakan cobaan yang tidak diharapkan siapa pun.


“Apabila kita ditimpa cobaan atau musibah, yang patut kita sampaikan adalah innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mudah-mudahan rezeki yang sementara terkorbankan akibat musibah ini segera diganti oleh Allah SWT,” katanya.


Selain menyerahkan bantuan, Sudandri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Ia juga mengingatkan penggunaan perangkat elektronik yang dapat memicu korsleting listrik.


“Bukan hanya api, elektronik juga bisa memicu korsleting. Itu juga kita harus hati-hati,” ujarnya.


Sudandri turut mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kemarau panjang yang disebutnya masih dapat berlangsung hingga 2027.


“Mari kita berwaspada. Berdasarkan pemetaan Badan Geologi dan Meteorologi bahwa El Nino atau kemarau panjang bisa sampai menginjak 2027. Untuk itu kita lebih berhati-hati,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Sudandri juga menyerahkan bantuan pribadi dari Bupati H. Asmar sebesar Rp3 juta kepada Susi dan keluarga.


“Pak Bupati juga secara pribadi menitipkan dengan saya uang Rp3.000.000 untuk menyumbangkan secara pribadi beliau kepada Ibu sekeluarga. Mudah-mudahan itu dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.


Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan bantuan juga dihimpun dari para guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesi.


Total donasi yang terkumpul mencapai Rp69.430.000. Selain uang, para guru juga menyiapkan bingkisan untuk Susi dan keluarga.


“Alhamdulillah, dukungan dari kawan-kawan guru Meranti. Kami mengumpulkan donasi sebesar Rp69.430.000. Kemudian kami juga menyiapkan bingkisan sebagai cendera mata kepada Bu Susi,” kata Raja Yusran.


Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban setelah rumah mereka mengalami kebakaran.


“Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh kawan-kawan seprofesi dengan Ibu Susi dapat memberikan keringanan atas musibah ini,” ujarnya.


Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah kepada Susi Winarti dan keluarganya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Ketua PGRI, para Koordinator Wilayah (Korwil), kepala sekolah dan guru, Camat Rangsang beserta jajaran, Kepala Desa Dwi Tunggal, serta sejumlah pihak lainnya."****





LIPUTAN       :      NUR
EDITOR          :      REDAKSI 
Anev Polres Meranti, Karhutla dan Pilkades Jadi Atensi Utama

Anev Polres Meranti, Karhutla dan Pilkades Jadi Atensi Utama





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 menjadi perhatian utama Polres Kepulauan Meranti. Jajaran diminta memperkuat deteksi dini dan mengambil langkah cepat sebelum potensi gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


Hal itu dibahas dalam Analisa dan Evaluasi (Anev) Gangguan Kamtibmas Bulanan Agustus 2026 di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mako Polres Kepulauan Meranti, Jalan Raya Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (26/8/2026).


Anev dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., dan diikuti para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, perwira serta personel Polres Kepulauan Meranti.


Dalam evaluasi tersebut, jajaran membahas perkembangan gangguan Kamtibmas, mulai dari tindak pidana, narkotika, kecelakaan lalu lintas hingga Karhutla. Secara umum, kasus pidana mengalami penurunan, namun narkotika dan Karhutla masih menjadi perhatian.


Khusus Karhutla, kejadian mengalami peningkatan dengan puluhan titik panas dan belasan hektare lahan terbakar. Kecamatan Rangsang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus.


Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan melalui patroli, penyuluhan, pengecekan kawasan rawan serta patroli terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD dan masyarakat. Penegakan hukum juga dilakukan apabila ditemukan dugaan tindak pidana.


Sementara itu, tahapan Pilkades Serentak 2026 terus berjalan dan dijadwalkan memasuki pemungutan serta penghitungan suara pada 8 Oktober mendatang. Kondisi tersebut membuat pengamanan dan pemetaan potensi konflik perlu dilakukan sejak sekarang.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita meminta seluruh jajaran tidak menunggu persoalan muncul baru bertindak.


"Deteksi dini harus diperkuat. Setiap potensi gangguan harus dipetakan dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar," tegasnya.


Untuk Karhutla, Kapolres meminta Kapolsek memperkuat jaringan informasi di tengah masyarakat. Informasi dari warga dinilai penting untuk mempercepat penanganan, sehingga personel tidak hanya bergantung pada sistem pemantauan yang memiliki jeda waktu.


"Jangan sampai kita terlambat mengetahui adanya titik api. Kapolsek harus memiliki jaringan informasi di masyarakat, sehingga setiap kejadian bisa diketahui dan ditindaklanjuti sedini mungkin," ujarnya.


Kapolres juga mengingatkan jajaran agar peka terhadap potensi konflik sosial, terutama menjelang Pilkades. Perbedaan pilihan dan kepentingan harus dipetakan sejak awal agar tidak berkembang menjadi konflik.


"Pilkades jangan hanya diamankan ketika hari pemungutan suara. Dari sekarang harus dilakukan pemetaan, monitoring dan komunikasi dengan seluruh pihak agar potensi konflik bisa dicegah," tegas AKBP Gede.


Selain itu, personel diminta meningkatkan kecepatan dalam merespons laporan masyarakat dan memperkuat komunikasi antarjajaran. Penanganan perkara yang berpotensi menimbulkan keresahan juga harus dilakukan secara cepat dengan pengawasan langsung dari pimpinan.


Kapolres turut meminta Satreskrim menyelidiki kebakaran di Desa Kepau Baru untuk memastikan penyebabnya serta mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana.


Anev tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polres Kepulauan Meranti untuk menentukan langkah menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas. Penanganan Karhutla, pemberantasan narkotika, pelayanan masyarakat dan pengamanan Pilkades menjadi perhatian jajaran ke depan.


Polres Kepulauan Meranti menegaskan kesiapan menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan deteksi dini, respons cepat serta sinergi bersama pemerintah daerah, TNI dan masyarakat."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :     REDAKSI 
Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor*

Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor*







KabarPesisirNews.Com
KABUPATEN BOGOR JABAR,    -
Indikasi korupsi dibalik pemotongan upah pungut pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), seolah menjadi menjadi bola panas yang kini digenggam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Apalagi duduk perkara kasus tersebut hingga kini belum jelas muaranya. Publik kini sangat berharap tindakan tegas atas dugaan korupsi di Bumi Tegar Beriman tersebut.


Penyelidikan secara menyeluruh menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan kewenangan KPK menangani perkara tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang KPK.


Berdasarkan formasi yang dihimpun, Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan, kewenangan lembaga antirasuah dalam menangani perkara korupsi bersifat limitatif. Di antaranya, perkara yang melibatkan penyelenggara negara, menyangkut kerugian negara di atas Rp1 miliar, maupun perkara yang penanganannya berlarut-larut di aparat penegak hukum (APH).


”Ya karena sesuai dengan Pasal 11, kewenangan KPK untuk menangani perkara itu ada limitatifnya. Perkara yang melibatkan penyelenggara negara, kerugian negara di atas Rp1 miliar, kemudian yang berlarut-larut yang ditangani di APH. Sehingga ini memang nanti akan dilihat seperti apa di proses penyidikan ini,” ungkapnya, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/8/2026) kemarin.


Terkait perkara di Bapenda Bogor, lanjut Achmad Taufik, penyidik akan menelusuri lebih jauh apakah terdapat penyelenggara negara terlibat dugaan pemotongan upah pungut tersebut, meski dia belum mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga terlibat.


Menurut Achmad Taufik, perkara tersebut baru memasuki tahap awal penyidikan dan masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Dengan demikian, KPK belum menetapkan tersangka.


Kendati demikian, Achmad Taufik memastikan perkara tersebut telah memenuhi indikasi awal sebagai tindak pidana korupsi. Hal itu menjadi dasar KPK meningkatkan penanganannya dari penyelidikan ke penyidikan.


Hasil pendalaman nantinya juga akan menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka apabila penyidik memperoleh kecukupan alat bukti.


Di ketahui KPK telah menyita uang sekitar Rp1,5 miliar yang sebelumnya ditemukan dalam rangkaian penyelidikan perkara tersebut.


Achmad Taufik menyebut uang itu baru dapat dilakukan penyitaan setelah perkara resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sebab, tindakan penyitaan merupakan kewenangan yang dilakukan dalam proses penyidikan.
Namun, KPK belum membeberkan dari siapa uang Rp1,5 miliar tersebut disita maupun keterkaitannya dengan dugaan pemotongan upah pungut pegawai Bapenda Kabupaten Bogor.


Menurutnya, informasi tersebut masih menjadi bagian dari strategi penyidikan yang belum dapat dibuka kepada publik.


KPK akan menyampaikan perkembangan perkara setelah penyidik memperoleh temuan yang dapat dipublikasikan. Termasuk mengenai kecukupan alat bukti untuk menetapkan tersangka maupun hasil pendalaman terkait kewenangan KPK berdasarkan ketentuan perundang-undangan.


*Bupati Kabur, Terendus Jejak Sembunyi di Amsterdam, Malaysia Hingga Yogyakarta*


Sementara, hingga saat ini Bupati Bogor Rudi Susmanto belum dapat di konfirmasi terkait adanya kasus di Kabupaten Bogor yang sedang di tangani KPK tersebut.


Belakangan berhembus kabar, kalau pada saat KPK beraksi di lapangan, sang bupati Rudi Susmanto kabur alias melarikan diri meninggal Indonesia.


Jejaknya pun terendus nyata. Berdasarkan manifest penerbangan yang beredar di kalangan wartawan, pada tanggal 20 Agustus 2026 pukul 18.58, Rudi terbang ke Amsterdam, Belanda dari Bandara Soekarno-Hatta.


Kemudian, pria 41 tahun itu terbang ke Malaysia sampai pada akhirnya pesawat yang membawanya terbang dari negeri Jiran kembali ke tanah air. Tapi bukan ke Jakarta, pada tanggal 24 Agustus 2026 pukul 10.38 WIB, pesawat yang membawanya mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
Penetapan Nomor Urut dan Calon Kepala Desa Kudap Kecamatan Tasik Putri Puyu berjalan lancar

Penetapan Nomor Urut dan Calon Kepala Desa Kudap Kecamatan Tasik Putri Puyu berjalan lancar





KabarPesisirNews.Com
TASIK PUTRI PUYU RIAU,    -
Pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu mengawal langsung proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kudap, Kabupaten Kepulauan Meranti. agar berjalan transparan dan demokratis.


Hal itu terlihat saat , Camat Tasik Putri Puyu Muhammad Nazir, M.Si,
diwakili Suhaimi menghadiri  acara Penetapan dan Pengumuman Nomor Urut Calon Kepala Desa Kudap, Minggu (23/8/2026).



“2 Calon Resmi Bertarung”
Berdasarkan pengumuman Panitia Pilkades Desa Kudap Tahun 2026, sebanyak 2 calon resmi mendapatkan nomor urut, yaitu:
No Urut  – Nama Calon.


1.  Rahmat Hidayat,A.Md.Kep

2.  Spikarati,S.Akun




Penetapan nomor urut ini dilakukan melalui pengundian yang disaksikan langsung oleh Camat Tasik Putri Puyu Muhammad Nazir, M.Si, diwakili Suhaimi, Kapolsek Merbau diwakili Bhabinkamtibmas Desa Kudap Begadir Pol Wahyu Sudrajad, Pj.Kepala Desa Kudap Selamat diwakili Sekretaris Desa, Ketua Panitia Pilkades Hermansyah. S.Pd.I, Ketua BPD Nanang, tokoh masyarakat, serta seluruh calon kepala desa beserta tim pendukung.



“Kawal Transparansi dan Luber Jurdil”
Camat Tasik Putri Puyu Muhammad Nazir, M.Si, diwakili Suhaimi, dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh tahapan Pilkades dilaksanakan sesuai aturan dan mengedepankan asas .Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil) .


Kami hadir untuk memastikan proses Pilkades Kudap berjalan aman, tertib dan transparan. Mari kita jaga kondusivitas, perbedaan pilihan itu biasa, tapi kekompakan warga harus tetap dijaga,” tegas Camat Tasik Putri Puyu Muhammad Nazir, M.Si, diwakili Suhaimi.


juga menekankan pentingnya peran panitia dan masyarakat dalam menyukseskan Pilkades. Ia mengingatkan agar tidak ada politik uang dan kampanye hitam.


“Pilkades ini milik kita bersama. Siapapun yang terpilih nanti adalah pemimpin untuk seluruh masyarakat Kudap Jaga sportivitas,” ujarnya.


Dengan telah ditetapkannya nomor urut, para calon diharapkan dapat segera melakukan sosialisasi visi misi kepada masyarakat. Pilkades Kudap 
diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan desa ke depan.


Hingga kegiatan selesai, suasana berlangsung aman, tertib dan penuh kekeluargaan."****






LIPUTAN       :    RED
EDITOR          :    REDAKSI

POLSEK TEBING TINGGI BARAT LAKUKAN PEMBINAAN PETANI DESA PADANG KAMAL.

POLSEK TEBING TINGGI BARAT LAKUKAN PEMBINAAN PETANI DESA PADANG KAMAL.







KabarPesisirNews.Com
PULAU MERBAU RIAU,   – 
Dalam upaya mendukung program pemerintah menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, Polsek Tebing Tinggi Barat melaksanakan kegiatan pembinaan ketahanan pangan di wilayah hukumnya, Rabu (26/8/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik IBUK SULIS berlokasi di Jalan Pelajar Desa Padang Kamal Kec. Pulau Merbau Kab. Kep. Meranti Prov. Riau, dengan luas 1/2 hektar yang ditanami Jagung Manis. 


Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPDA D. TURNIP, S.E. menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran kepolisian di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif membantu memajukan ekonomi warga.


“Kami Polsek Tebing Tinggi Barat terus bersinergi dengan masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional. Langkah ini kami ambil agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal menjadi lahan produktif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.


Ia menambahkan, sinergi yang terjalin antara kepolisian dan Masyarakat sangat penting untuk mempercepat pembangunan di wilayah, sesuai arahan pimpinan agar kepolisian tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga menjadi mitra yang baik dalam setiap upaya kesejahteraan Masyarakat.


Sementara itu, Pemilik lahan menyambut baik dan sangat mengapresiasi dukungan serta perhatian dari pihak kepolisian. Kerjasama ini dinilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga."****






LIPUTAN        :      MP
EDITOR           :      REDAKSI 





HUT ke-81 RI, Sekda Meranti Serahkan Hadiah Lomba Semarak Kemerdekaan

HUT ke-81 RI, Sekda Meranti Serahkan Hadiah Lomba Semarak Kemerdekaan




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mewakili Bupati Kepulauan Meranti menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Semarak Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.


Penyerahan hadiah berlangsung usai apel pagi di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (26/8/2026).


Rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan sebelumnya digelar pada Senin (24/8/2026) di halaman Kantor Bupati. Kegiatan diawali senam sehat bersama yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung meriah.


Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain lempar bola menggunakan sarung, estafet sedotan tanpa tangan, jalan zig-zag tutup mata, konsentrasi warna, solo song lagu nasional, estafet air gandeng tangan, estafet sarung, angkat gelas, caterpillar estafet balon, hingga estafet tepung.


Dari seluruh rangkaian perlombaan tersebut, Bagian Umum berhasil meraih Juara Umum.


Sementara itu, lomba solo song lagu nasional yang diikuti para kepala bagian, staf ahli dan asisten juga berlangsung meriah. Juara pertama diraih Suardi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).


Juara kedua diraih Kepala Bagian Ekonomi Ira Selda Fitri, S.IP., MPA, sedangkan juara ketiga diraih Kepala Bagian Hukum, Maizatul Baizura, S.H., M.H.


Untuk kategori juara harapan, Asisten I Tengku Arifin, S.Sos. meraih Harapan I, Febry, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, meraih Harapan II, serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem), Jimy Dizahadi, meraih Harapan III.


Sekda Meranti H. Sudandri Jauzah mengapresiasi antusiasme seluruh ASN yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Menurutnya, Semarak Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Sekretariat Daerah.


«“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan, kekompakan dan silaturahmi kita. Semangat seperti ini juga diharapkan dapat terbawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sudandri.»


Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari.


«“Dengan kebersamaan dan kekompakan yang baik, tentu akan semakin memudahkan kita dalam bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti,” tambahnya.»


Penyerahan hadiah tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026."****






LIPUTAN          :      NUR
EDITOR             :     REDAKSI 

Peringatan Maulid Nabi, Polres Meranti Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

Peringatan Maulid Nabi, Polres Meranti Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Polres Kepulauan Meranti tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ar-Rahman Polres Kepulauan Meranti, Jalan Lintas Gogok, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, diikuti sejumlah pejabat utama dan personel Polres Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti Kompol Ali Azar, S.Sos., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas.


Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW memiliki nilai penting yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika anggota Polri memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.


"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kompol Ali Azar.


Ia menekankan, nilai kejujuran, amanah, kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting yang harus terus ditanamkan dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.


"Keteladanan Rasulullah SAW dapat kita terapkan secara langsung dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjaga amanah, meningkatkan kedisiplinan, mempererat persaudaraan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," lanjutnya.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Bripda Endy Syahputra. Suasana kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti.


Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan diserahkan oleh Al-Ustadz bersama pejabat utama Polres Kepulauan Meranti serta pengurus Bhayangkari yang telah ditunjuk.


Pemberian santunan tersebut menjadi bagian dari pesan sosial dalam peringatan Maulid Nabi, sekaligus bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.


Usai penyerahan santunan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Ustadz Dr. Amrul Fahmi Hasibuan, S.Pd.I., M.M.


Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW juga dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas.


Ia mengingatkan pentingnya menjaga amanah, kedisiplinan, persaudaraan serta membangun sikap yang baik ketika berinteraksi dengan masyarakat.


Pesan tersebut dinilai sejalan dengan tugas kepolisian yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, akhlak dan keteladanan tidak hanya menjadi nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ustadz Dr. Amrul Fahmi Hasibuan, S.Pd.I., M.M., dilanjutkan foto bersama.


Sejumlah pejabat Polres Kepulauan Meranti yang hadir di antaranya Kabag Ren AKP Edi Junaidi, S.H., Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., Kasat Intelkam AKP Roly Irvan, S.H., M.H., Kasat Narkoba AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., KA SPKT IPTU Wahyu Dwi Heriyanyo, Kasi Humas IPTU Iskandar Nopianto, KBO Sat Intelkam IPTU Mada Surya, Kasubsiluhkum IPDA Hendiyanto, S.H., dan Pama Polres Kepulauan Meranti IPDA Eko Prima Saputra, serta para personil lainnya."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Kapolda dan Pangdam Bertungkus Lumus Tangani Karhutla, PKC PMII Riau Beri Apresiasi

Kapolda dan Pangdam Bertungkus Lumus Tangani Karhutla, PKC PMII Riau Beri Apresiasi





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo atas kerja keras dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.


Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan keseriusan seluruh unsur. Menurutnya, Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai telah menunjukkan komitmen tersebut dengan mengerahkan kekuatan dan jajaran masing-masing untuk menghadapi karhutla di lapangan.


“Kami melihat Kapolda dan Pangdam bersama jajaran telah bertungkus lumus dan berjibaku menangani karhutla. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Ini bentuk kerja nyata dalam melindungi masyarakat dan lingkungan Riau,” ujar Ghulam Zaky.


Ghulam secara khusus mengapresiasi langkah Kapolda Riau yang dinilai tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek penegakan hukum lingkungan. Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan hingga penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.


“Keseriusan Kapolda Riau dalam menindak pelaku pembakaran lahan juga patut diapresiasi. Bagi kami, ini merupakan bentuk komitmen beliau dalam penegakan hukum lingkungan. Karhutla tidak cukup hanya dipadamkan, tetapi penyebab dan pelakunya juga harus ditangani sesuai hukum,” tegasnya.


Menurut Ghulam, penegakan hukum dalam perkara karhutla harus dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan bukti. Penindakan tidak boleh hanya menyasar masyarakat apabila dalam suatu perkara terdapat bukti keterlibatan atau tanggung jawab pihak lain, termasuk korporasi.


“Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti pada masyarakat di lapangan. Jika berdasarkan penyelidikan dan alat bukti ditemukan keterlibatan korporasi atau pihak lainnya, tentu harus ditindak secara profesional,” katanya.


Di sisi lain, Ghulam mengapresiasi peran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dalam memperkuat sinergi TNI bersama Polri dan unsur lainnya. Menurutnya, keterlibatan TNI menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan karhutla, khususnya dalam pengerahan personel dan dukungan di lapangan.


“Peran Pangdam dan jajaran TNI juga sangat penting. Penanganan karhutla membutuhkan kekuatan besar dan koordinasi yang kuat. Sinergi TNI-Polri seperti ini harus terus dipertahankan,” ujar Ghulam.


Ia menilai apresiasi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penanganan karhutla di Riau juga menunjukkan bahwa kerja bersama yang dilakukan di lapangan mendapat perhatian pemerintah pusat. Karena itu, Ghulam berharap momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat penanganan karhutla secara berkelanjutan.


“Apresiasi ini bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol masyarakat. Justru kami berharap kerja keras Kapolda dan Pangdam terus dilanjutkan. Api harus dipadamkan, pencegahan harus diperkuat dan penegakan hukum lingkungan harus berjalan secara adil,” pungkasnya.


PKC PMII Riau menilai sinergi Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dalam penanganan karhutla merupakan langkah penting untuk menjaga masyarakat dan lingkungan Riau. Kerja lapangan yang disertai dengan penegakan hukum diharapkan mampu mencegah karhutla kembali terjadi dan memastikan setiap pihak yang terbukti melanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya."****






LIPUTAN      :     NUR
EDITOR         :    REDAKSI