Rabu, 26 Agustus 2026

Kabut Asap Kembali Kepung Riau, Mafirion: Korporasi Terbukti Bakar Lahan, Cabut Izinnya!

Kabut Asap Kembali Kepung Riau, Mafirion: Korporasi Terbukti Bakar Lahan, Cabut Izinnya!






KanarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dinilai tak boleh lagi dianggap sebagai persoalan musiman yang berulang setiap kemarau.


Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II, Mafirion, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI). Perusahaan yang terbukti terlibat pembakaran lahan, menurutnya, harus dijatuhi sanksi tegas hingga pencabutan izin.


Mafirion mengaku mendukung ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum mengusut indikasi keterlibatan korporasi dalam karhutla.


"Saya mendukung ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum menyelidiki indikasi keterlibatan korporasi dan memastikan izin perusahaan apa pun akan dicabut jika terbukti terlibat menyuruh membakar lahan," kata Mafirion.Selasa (25/08/2026).


Ia juga menyinggung arahan Presiden agar tiga tersangka karhutla yang disebut tidak memiliki kebun di lokasi terbakar dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut dengan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN).


Berdasarkan data BPBD Riau yang disampaikan Mafirion, sejak Januari hingga Agustus 2026 luas lahan terbakar telah mencapai sekitar 16.277,50 hektare. Dari 10.514 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 521 titik disebut telah menjadi titik kebakaran.


Hingga 24 Agustus 2026, sekitar 900 hektare lahan dilaporkan masih terbakar di empat kabupaten.


Mafirion menilai penanganan karhutla tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Penegakan hukum harus berjalan terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar maupun lalai hingga menyebabkan kebakaran.


"Kalau ada perusahaan perkebunan maupun HTI yang terbukti melakukan pembakaran lahan, izin usahanya harus dicabut. Jangan sampai setiap tahun masyarakat Riau menjadi korban, sementara perusahaan yang bertanggung jawab tetap menjalankan usahanya," tegas Mafirion.


Menurut dia, pencabutan izin harus menjadi pilihan serius apabila penyelidikan dan proses pembuktian hukum menemukan kebakaran terjadi akibat kesengajaan maupun kelalaian perusahaan dalam mengelola areal konsesinya.


Ia juga mendorong pemerintah melakukan audit dan evaluasi terhadap perusahaan perkebunan dan HTI, khususnya yang wilayah konsesinya berada di dalam maupun sekitar lokasi kebakaran.


"Jangan hanya masyarakat yang terus diingatkan untuk tidak membakar. Perusahaan juga harus bertanggung jawab. Kalau memang terbukti membakar atau lalai sehingga kebakaran terjadi di wilayah konsesinya, harus ada sanksi tegas, termasuk pencabutan izin," ujarnya.


Mafirion turut meminta aparat penegak hukum membuka secara transparan hasil penyelidikan terhadap titik-titik kebakaran yang ditemukan di dalam atau berdekatan dengan areal konsesi perusahaan.


Menurut Mafirion, dampak karhutla tidak sebatas persoalan lingkungan. Kabut asap turut menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi hingga kualitas hidup warga.


Karena itu, ia meminta pemerintah membangun sistem pencegahan yang lebih permanen. Setiap pemegang izin perkebunan maupun HTI harus memastikan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran berfungsi efektif.


Sistem tersebut mencakup kesiapan personel, peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air, pemantauan titik api hingga kemampuan memberikan respons cepat ketika kebakaran terdeteksi.


"Kita tidak ingin Riau setiap musim kemarau kembali menjadi langganan kabut asap. Pemerintah harus memutus mata rantai ini. Perusahaan yang taat harus diberikan apresiasi, tetapi perusahaan yang terbukti membakar atau lalai harus dikenakan sanksi maksimal," katanya.


Mafirion juga mendukung langkah pemerintah dan aparat melakukan deteksi dini terhadap hotspot. Namun, menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari seberapa cepat api dipadamkan.


Pencegahan kebakaran berulang, kata dia, harus menjadi salah satu tolok ukur utama.


"Riau membutuhkan kebijakan yang memberikan efek jera. Jangan sampai api padam, tetapi persoalan yang sama kembali terjadi tahun depan. Kalau terbukti perusahaan menjadi penyebab kebakaran, cabut izinnya. Keselamatan rakyat dan lingkungan harus ditempatkan di atas kepentingan bisnis," tutup Mafirion."****






LIPUTAN       :    SANDI 
EDITOR          :    REDAKSI 
Cooling System Polsek Rangsang Sasar Tokoh Masyarakat, Dorong Suasana Pilkades Tetap Kondusif

Cooling System Polsek Rangsang Sasar Tokoh Masyarakat, Dorong Suasana Pilkades Tetap Kondusif






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, jajaran Polsek Rangsang terus memperkuat upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan cooling system dengan menyambangi serta berdialog bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir.


Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Beting, Aipda Suharmoko, S.E., pada Selasa (25/8/2026. Kegiatan berlangsung di Jalan Pelabuhan, Dusun Banau, Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan, cooling system menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk mendorong masyarakat agar tidak terpengaruh oleh perbedaan pilihan dalam Pilkades.


"Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Yang paling penting, masyarakat tetap menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban agar seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar AKP Gunawan.


Menurutnya, masyarakat juga diharapkan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yang telah ditentukan. Setiap warga diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.


"Silakan masyarakat menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing. Jangan ada intimidasi ataupun upaya memengaruhi pemilih dengan cara-cara yang dapat menimbulkan perselisihan," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk ikut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana Pilkades yang sejuk. Peran para tokoh dinilai penting untuk meredam potensi konflik serta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun provokasi.


Kepolisian juga mengingatkan agar keamanan tidak hanya dijaga pada saat pencoblosan, tetapi sejak tahapan pemilihan berlangsung hingga proses penghitungan dan pengumuman kepala desa terpilih.


"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, sehingga Pilkades dapat menjadi momentum demokrasi yang berlangsung tertib tanpa mengganggu hubungan sosial antarwarga," kata AKP Gunawan.


Ia menambahkan, masyarakat yang nantinya memiliki pilihan berbeda tetap diharapkan dapat menerima hasil Pilkades dengan lapang dada. Kepala desa yang terpilih nantinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat, sehingga persatuan dan keharmonisan antarwarga harus tetap menjadi prioritas.


Polsek Rangsang memastikan kegiatan cooling system akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama rangkaian Pilkades Serentak 2026.


Masyarakat juga diimbau segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan adanya gangguan keamanan, provokasi atau persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.


Untuk laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, warga dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan kepolisian."****






SUMBER      :     HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :      REDAKSI 
Gubernur Lemhannas RI Tutup PPNK Angkatan 73, Megy Aidillova: Angkatan Kami Sangat Spesial Karena Plus Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Gubernur Lemhannas RI Tutup PPNK Angkatan 73, Megy Aidillova: Angkatan Kami Sangat Spesial Karena Plus Peringatan Hari Kemerdekaan RI






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     - 
Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Organisasi Profesi, TNI dan Polri dalam Rangka Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa. 


Pelaksanaan yang dibuka 10 Agustus lalu di Lemhannas RI dengan Tema: "Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Agenda tersebut resmi ditutup di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (18-08-2026)


Saat Penutupan, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si mengatakan dalam sambutannya kegiatan yang dilaksanakan merupakan pengingat akan tantangan di tengah dinamika global dan tantangan ketahanan nasional.


"Kami berpesan agar menjadi teladan dan mandiri, selalu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan ke dalam tugas, profesi, dan kehidupan bermasyarakat serta menjadi agen perubahan. Sebarkan terus pemahaman yang benar tentang kebangsaan, bangun inisiatif lokal yang memperkuat ketahanan komunitas, dan berkontribusilah demi menuju Indonesia emas 2045,” ungkap Gubernur Lemhannas RI. 


“Semoga apa yang telah diperoleh menjadi modal berharga, semangat penggerak, serta fondasi kokoh yang membawa kita semua menuju masa depan Indonesia yang gemilang,” tambahnya


Sementara itu, saat dimintai keterangan oleh awak media saat diskusi santai pada Selasa (25-08-2026) salah satu peserta PPNK Angkatan ke- 73 Lemhannas RI Megy Aidillova, ST menyampaikan kepada awak media bahwa PPNK Angkatan 73 ini sangat spesial, karena berbarengan dengan Puncak HUT RI ke 81


"Alhamdulillah, kami telah selesai melaksanakan PPNK Angkatan 73 dengan baik. PPNK Angkatan 73 ini sangat special, karena berbarengan dengan peringatan puncak HUT RI ke 81, dan kami memperingati dengan Upacara dengan Pimpinan Lemhannas RI dan Jajaran. Suatu suasana yang langka dari biasanya," tutur Megy Aidillova, ST dengan penuh haru. 


Megy Aidillova juga menceritakan beberapa kegiatan yang diikuti selama PPNK ke 73 tersebut, serta menyampaikan beberapa harapannya kedepan


"Kami begitu banyak berdiskusi baik dengan Narasumber / Panelis / Pimpinan / Instruktur di Lemhannas RI, serta antar kelompok, berbagi pengalaman, dan memperkaya wawasan mengenai berbagai aspek yang menentukan masa depan bangsa, seperti mengantisipasi perubahan geopolitik, penguatan sistem ketahanan nasional, pemberdayaan sumber daya manusia, hingga penguatan etika dan integritas dalam penyelenggaraan negara. Hal yang paling berkesan bagi kami adalah pada saat Outbound dan Api Unggun, disana Makin Terbangun Rasa Solidaritas dan Soliditas dalam membangun Tim, " Ulas Megy Aidillova, Putra Minang, Asli Nagari Kapau, Kabupaten Agam ini. 


"Yang Terpenting dalam Kegiatan Kami adalah Bagaimana Nilai-nilai Kebangsaan yang bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa dapat kami Implementasikan, Untuk mewujudkan Kemandirian Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045. Semoga apa yang telah Kami dapatkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, minimal dimana tempat kami melakukan pengabdian," kata Megy Aidillova Perwakilan Organisasi GMMP, yang juga Alumni Resimen Mahasiswa ini. 


Peserta PPNK Angkatan ke 73 Lemhannas RI yang telah mengikuti kegiatan dengan baik, dan dinyatakan memenuhi syarat mendapatkan Sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, dan juga mendapatkan PIN Lemhannas RI yang ditandai pemasangan secara simbolis pada Penutupan oleh Gubernur Lemhannas RI. Pada Angkatan tersebut berjumlah 100 orang, nantinya akan bergabung di IKABNAS atau IKAL Lemhannas RI."****

#PPNK73
#PPNKAngkatan73
#MegyAidillova




LIPUTAN       :      MEGY
EDITOR          :      REDAKSI 

Selasa, 25 Agustus 2026

Polsek Tebingtinggi lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabai Rawit

Polsek Tebingtinggi lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabai Rawit







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Selat Panjang Timur melaksanakan pengecekan terhadap lahan pertanian cabai rawit milik warga di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Selat Panjang Timur BRIPKA Ade Fadhli bersama pemilik lahan, Ismail (38), warga Jalan Lintas Timur, Kelurahan Selat Panjang Timur.


Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari upaya monitoring dan pendampingan terhadap program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.


Lahan pertanian cabai rawit yang diperiksa memiliki luas sekitar 40 x 40 meter. Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, kondisi tanaman cabai rawit milik warga tersebut diketahui dalam keadaan baik dan subur.


Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara petugas dengan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif serta mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan motivasi agar terus mengembangkan pertanian cabai rawit dan berbagai kegiatan P2B lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga."****





LIPUTAN       :      ALD
EDITOR          :      REDAKSI 

Jurnalis SHL Saling Tuding Soal Uang Damai, dengan Pengelola BBM di Pelalawan Saling Lempar Klaim

Jurnalis SHL Saling Tuding Soal Uang Damai, dengan Pengelola BBM di Pelalawan Saling Lempar Klaim






KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Dinamika informasi mengenai pusaran bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Pelalawan kian memanas. Isu ini tidak lagi sekadar membahas kelangkaan atau regulasi, melainkan melebar pada dugaan adanya praktik transaksional transparan yang melibatkan seorang oknum jurnalis berinisial SHL dan pihak pengelola lapangan berinisial KSN.


Informasi yang dihimpun tim redaksi mengungkap adanya dua versi cerita yang bertolak belakang mengenai uang puluhan juta rupiah. Di satu pihak, SHL secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya sempat ditawari uang belasan juta rupiah oleh pihak KSN agar aktivitas pelangsiran BBM tidak dipublikasikan ke media massa.


"Benar belum lama ini saya pernah ditawari sebesar Rp 15 juta sebagai uang suap oleh KSN untuk tidak memberitakan bisnisnya. Dengan tegas saya tolak dan tidak pernah saya terima karena saya menganggap itu uang haram," tegas SHL dalam keterangan resminya.


Terkait isu yang menyebut dirinya meminta kompensasi sebesar Rp37.400.000—yang dihitung dari tarif Rp1,7 juta per orang untuk 22 pelangsir minyak di Pangkalan Kerinci—SHL memberikan bantahan keras. Menurutnya, angka tersebut merupakan temuan pungutan liar di lapangan yang ia pertanyakan kepada KSN dan keponakannya, IMM, karena mencatut institusi pers.


"Perlu diluruskan bahwa saya hanya mempertanyakan kebenaran pengutipan uang setiap bulan sebesar Rp1,7 juta oleh KSN melalui IMM dari para pelangsir yang berjumlah 22 orang. Karena uang kutipan tersebut diatasnamakan untuk wartawan, tentu saya merasa dicemarkan," tambah SHL. Ia juga mengakui pernah menerima uang Rp500 ribu dari IMM pada akhir tahun 2024, namun menolak kiriman berikutnya sebesar Rp800 ribu.


Versi Berbeda dari Sumber Lapangan


Sebaliknya, kesaksian dari berbagai sumber di lapangan justru menyudutkan SHL. Seorang sumber menyebutkan bahwa nominal Rp37.400.000 tersebut bukan temuan, melainkan syarat atau "uang damai" yang diajukan sendiri oleh SHL dalam sebuah pertemuan dirinya dengan (SHL) baru-baru ini di kedai kopi kawasan Pangkalan Kerinci, dekat simpang empat jalan koridor PT RAPP.


Untuk "berdamai dengan KSN," SHL membuat syarat sebesar Rp37.400.000 dari jumlah 22 pelangsir dikali Rp1,7 juta. Sumber tersebut bilang itu terlalu besar, kalau Rp15 juta masih mungkin saya berani menyampaikan dengan KSN, Namun SHL menjawab, 'Saya orangnya seperti itu, (ketua), kalau A ya A, kalau B ya B'," ungkap sumber tersebut menirukan ucapan SHL.


Informasi lainnya dari sumber yang patut dan dapat dipercaya mengatakan, bahwa SHL pernah juga menyampaikan, untuk "berdamai," dengan KSN, SHL meminta angka 37 juta. Saya sampaikan, "saya memang tidak terlalu dekat dengan (KSN), tapi saya coba nanti untuk menyampaikan. Namun karena angka yang diminta terlalu besar, saya mengurungkan niat untuk menyampaikan kepada KSN," ujar sumber.


Untuk mendapatkan informasi yang lengkap, Tim media  mendapatkan informasi, bahwa dirinya ada komunikasi dengan SHL baru-baru ini. Saya bilang, pusing lihat berita ini, apakah tidak bisa duduk ngopi? "Saya pikir, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. (SHL), sepertinya bersedia, dia bilang, coba saja sondingkan," itunya katanya sama aku, ucap sumber yang berdomisili di SP 6 Pangkalan Kerinci ini.


Sumber lain juga menguatkan adanya penolakan opsi damai murah dari SHL. Pihak pengelola dikabarkan sempat menawarkan sistem rapel bulanan sebesar Rp500 ribu per bulan selama setahun (total Rp 6 juta) hingga menaikkan tawaran tunai menjadi Rp15 juta, namun SHL bersikeras pada angka hitungan per pelangsir.


IMM kepada Tim media mengakui, bahwa dirinya tahun 2024, dan 2025 ada menyetor uang 500.000/setiap bulannya. Memang pernah tidak aku kasih satu bulan, tapi bulan berikutnya, saya rapel dua bulan, karena saya kasih 800.000, saya dimaki-maki nya dengan kata-kata kotor. Sejak itu, saya tidak mau kasih lagi, coba Abang bayangkan awak dimaki-maki nya," ungkap IMM.


Akibat benturan klaim ini, muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa."****





LIPUTAN PELALAWAN    :   DAVIDSON
EDITOR                               :   REDAKSI 
Hadapi Karhutla Rantau Baru, Ketua DPC GRIB Jaya Pelalawan Geo Sihite Perintahkan Satgas Turun Langsung Padamkan Api

Hadapi Karhutla Rantau Baru, Ketua DPC GRIB Jaya Pelalawan Geo Sihite Perintahkan Satgas Turun Langsung Padamkan Api





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,   -
25 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Pelalawan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pelalawan, Geo Sihite, secara tegas menginstruksikan Komandan Satuan Tugas (Satgas) beserta seluruh personel untuk turun langsung membantu upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan.


Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti. Sejak Senin (24/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026), Satgas GRIB Jaya Pelalawan diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan penyisiran terhadap titik-titik api yang berpotensi meluas.


Langkah cepat tersebut dilakukan setelah muncul laporan mengenai titik api yang kembali ditemukan di kawasan Desa Rantau Baru. Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir dikhawatirkan mempercepat penjalaran api dan meningkatkan dampak asap terhadap masyarakat.


“Keselamatan warga dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama. Saya telah memerintahkan Komandan Satgas GRIB Jaya untuk mengerahkan personel yang tersedia guna membantu tim gabungan dari BPBD, Damkar, dan masyarakat setempat dalam memadamkan api,” ujar Geo Sihite, Selasa (25/8/2026).


Menurut Geo, keterlibatan GRIB Jaya dalam penanganan karhutla bukan semata-mata aktivitas organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.


Ia juga meminta seluruh personel yang diterjunkan mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta membangun koordinasi dengan posko penanganan karhutla dan unsur terkait.



“Kita tidak ingin api semakin meluas dan mengancam permukiman maupun lahan masyarakat. Karena itu, anggota harus bergerak cepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan dan koordinasi dengan petugas yang berwenang,” tegasnya.


Sementara itu, Komandan Satgas GRIB Jaya Pelalawan menyatakan seluruh personel telah disiagakan untuk membantu penanganan di lapangan. Selain membawa peralatan pendukung pemadaman yang tersedia, anggota juga menyiapkan logistik untuk menunjang kegiatan selama berada di lokasi.


“Kami siap siaga sesuai instruksi Ketua DPC. Fokus kami membantu petugas dan masyarakat agar api dapat dikendalikan sehingga tidak semakin meluas ke kawasan permukiman,” ujarnya.


Hingga berita ini diterbitkan, proses pemadaman dan penyisiran masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur terkait bersama masyarakat.


GRIB Jaya Pelalawan menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat dalam menghadapi bencana karhutla, sembari mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.


Di tengah ancaman karhutla yang sewaktu-waktu dapat meluas, kehadiran berbagai elemen masyarakat di lapangan menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian api sekaligus melindungi keselamatan warga dan lingkungan."****






LIPUTAN        :      FIRMAN 
EDITOR           :      REDAKSI 
Meriahkan Kemerdekaan, Pegawai Bapenda Meranti Semangat Ikuti 11 Lomba Dalam Rangka HUT RI yang Ke 81 Tahun 2006.

Meriahkan Kemerdekaan, Pegawai Bapenda Meranti Semangat Ikuti 11 Lomba Dalam Rangka HUT RI yang Ke 81 Tahun 2006.






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau turut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 dengan menggelar berbagai perlombaan di halaman Kantor Bapenda, Jalan Merdeka, Selatpanjang, Senen (24/8/2026).


Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Bapenda ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas.


11 Jenis Lomba Warnai Peringatan 
Dalam Rangka HUT RI yang Ke 81 Tahun 2006 Rangkaian acara dimulai dengan Apel sekaligus Pembukaan Lomba dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang mengundang tawa dan semangat.


Berikut susunan acara lomba HUT RI Ke-81 di Bapenda Meranti:


1.   Apel Sekaligus Pembukaan Acara Lomba Dalam Rangka HUT RI yang Ke 81 Tahun 2006.
2.   Jalan Santai.
3.   Estafet Kata.  PA / PI
4.   Estafet Lagu.  PA / PI
5.   Lomba Mengeluarkan Bola,  PA / PI
6.   Estafet Karet Gelang.
7.   Komando.
8.   Balon Dangdut.
9.   Estafet Tepung.
10. nDoorprice.
11.  Penutupan dan Pembagian Hadiah.


Lomba-lomba tersebut diikuti oleh pegawai putra dan putri secara bergantian, sehingga suasana semakin meriah dan kompetitif namun tetap penuh kekeluargaan.


Kepala Bapenda Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, S.Sos., M.Si, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk ikut menyemarakkan peringatan HUT RI Ke-81 Tahun.


“Selama kegiatan berlangsung, Bapenda tetap membuka pelayanan kepada masyarakat seperti biasa. Kita ingin pelayanan tidak terganggu,” ujar Agusyanto.


Ia berharap melalui kegiatan ini semangat kemerdekaan dapat diadopsi dan diimplementasikan dalam tugas pokok dan fungsi Bapenda.


“Terutama dalam hal mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti,” tambahnya.


Dengan semangat 17 Agustus, Bapenda Meranti berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah."****







LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 

Fadli Ketua JMSI Kepulauan Meranti mengecam beredarnya konten di akun TikTok infoxpos86 yang diduga memuat narasi fitnah dengan menyeret nama salah seorang anggota DPRD

Fadli Ketua JMSI Kepulauan Meranti mengecam beredarnya konten di akun TikTok infoxpos86 yang diduga memuat narasi fitnah dengan menyeret nama salah seorang anggota DPRD






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepulauan Meranti, Fadli, mengecam beredarnya konten di akun TikTok infoxpos86 yang diduga memuat narasi fitnah dengan menyeret nama salah seorang anggota DPRD Kepulauan Meranti berinisial LM. Selasa (25/08/2026) 


Konten tersebut menarasikan keterkaitan LM dengan peristiwa meninggalnya seorang pemuda di Hotel Evo Pekanbaru. Fadli menilai narasi yang disampaikan dalam konten tersebut keliru dan belum dapat dibuktikan secara hukum.

Menurut Fadli, penyebaran narasi semacam itu tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, informasi yang menyangkut nama seseorang dan disebarluaskan melalui media sosial dapat dengan cepat membentuk opini publik serta berdampak terhadap kehidupan pribadi orang yang menjadi sasaran.


“Saya mengecam penyebaran narasi seperti ini. Kalau informasi tersebut memang tidak benar dan sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik seseorang, saya minta APH segera menelusuri akun tersebut dan mengungkap siapa di balik penyebaran konten itu,” ujar Fadli kepada wartawan pada 25 Agustus 2026


Ia meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan secara profesional dengan menelusuri sumber awal informasi, pembuat konten hingga pihak yang menyebarluaskannya.


“Siapa yang membuat, dari mana sumber informasinya dan apa motifnya harus ditelusuri. Kalau memang ditemukan unsur pidana, pelakunya harus bertanggung jawab sesuai hukum,” katanya.


Prihatin Dampak terhadap Korban dan Keluarga


Fadli mengaku sangat prihatin terhadap pihak yang menjadi sasaran narasi tersebut. Menurutnya, dampak dari informasi yang diduga fitnah tidak hanya berkaitan dengan nama baik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental dan psikologis seseorang.


“Saya sangat prihatin dengan orang yang menjadi korban. Dampaknya bukan hanya nama baik, tetapi bisa berpengaruh terhadap mental dan psikologis. Bahkan keluarga juga ikut terkena dampaknya,” ujarnya.


Ia menyebut, ketika sebuah informasi negatif menyebar luas di media sosial, pihak keluarga juga dapat menghadapi tekanan sosial dan stigma dari lingkungan.


“Jangan berpikir hanya orang yang disebut yang terkena dampak. Keluarganya juga bisa ikut terpukul. Anak, pasangan, orang tua dan keluarga besar bisa merasakan tekanan akibat informasi yang belum tentu benar,” katanya.


Karena itu, Fadli meminta masyarakat tidak ikut menyebarluaskan kembali konten tersebut sebelum mengetahui kebenaran dan sumber informasinya.


JMSI Soroti Prinsip Jurnalistik


Sebagai Ketua JMSI Kepulauan Meranti, Fadli menegaskan bahwa penyebaran informasi harus tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, terutama akurasi, verifikasi dan keberimbangan.


Menurutnya, setiap informasi yang membawa nama seseorang dalam suatu peristiwa harus melalui proses pemeriksaan dan konfirmasi terlebih dahulu.


“Dalam jurnalistik, setiap informasi harus diverifikasi. Kalau membawa nama seseorang dalam sebuah peristiwa, harus jelas sumber dan faktanya. Pihak yang disebut juga harus diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi,” tegasnya.


Ia mengatakan, kecepatan informasi di media sosial tidak boleh mengorbankan kebenaran dan akurasi.


“Cepat memang penting, tetapi akurasi jauh lebih penting. Jangan sampai mengejar sensasi kemudian ada orang yang menjadi korban dan keluarganya ikut menanggung akibatnya,” katanya.


Fadli juga mengingatkan bahwa media sosial tidak seharusnya digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan tuduhan yang belum terbukti.


Dugaan Politisasi


Selain persoalan penyebaran informasi, Fadli juga menduga munculnya narasi tersebut berpotensi berkaitan dengan kepentingan tertentu atau politisasi.


Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan tidak boleh diarahkan kepada pihak tertentu tanpa bukti.


“Kami menduga ada kemungkinan politisasi. Tetapi itu masih dugaan. Karena itu, biarkan aparat yang menelusuri dan membuktikannya,” ungkap Fadli.


Ia meminta APH tidak hanya melihat akun yang menyebarkan konten, tetapi juga menelusuri sumber awal dan motif di balik penyebaran narasi tersebut.


Fadli berharap aparat dapat bergerak cepat agar persoalan tersebut segera terang dan pihak yang dirugikan mendapatkan kepastian hukum.


“Kami meminta APH serius menangani persoalan ini. Kalau memang ada unsur pidana, proses sesuai hukum. Jangan sampai informasi yang belum terbukti justru menghancurkan nama baik seseorang dan membuat keluarganya ikut menderita,” pungkasnya.


Fadli kembali mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang belum terverifikasi.


“Saring sebelum sharing. Kalau belum tahu kebenarannya, jangan disebarkan,” tutupnya."****







LIPUTAN       :         RED
EDITOR         :          REDAKSI 
Program Jalur Bersih Pantai Sasar Pelabuhan Camat, Polairud Meranti Gandeng Warga

Program Jalur Bersih Pantai Sasar Pelabuhan Camat, Polairud Meranti Gandeng Warga





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Upaya menjaga kawasan pesisir tetap bersih kembali dilakukan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Kepulauan Meranti. Senin (24/8/2026) siang, personel Polairud bersama masyarakat pesisir turun langsung membersihkan sampah di kawasan Pelabuhan Camat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut menjadi bagian dari Program Jalur Bersih Pantai. Sejumlah personel menyisir kawasan pesisir dan mengumpulkan sampah yang berserakan, terutama sampah plastik yang berpotensi terbawa arus dan mencemari perairan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K.,
melalui  Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti IPTU Abdul 
Roni, S.H., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan kawasan pantai, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.


“Membersihkan pantai bukan hanya soal mengangkut sampah, tetapi bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa kawasan pesisir merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat,” ujar Abdul Roni.


Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perairan. Karena itu, kebersihan pantai dan laut perlu dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan gotong royong sesekali.


Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Polairud juga mengajak masyarakat pesisir untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang berada di daratan, terutama plastik, dinilai dapat dengan mudah terbawa air hingga masuk ke laut apabila tidak segera ditangani.


“Kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Kami mengajak warga pesisir untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya,” katanya.


Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Patroli Sat Polairud Ipda Ito Hermanto, S.E., M.M., Kaurmintu Sat Polairud Aipda Yurnaldi, Aipda Harun Haris Harahap, Briptu Ezra, Briptu Nurul Azmi, Bripda Kevin, Bripda Ibnu dan Bripda Siska, serta sekitar tiga orang masyarakat pesisir.


Sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah tersebut dilakukan agar sampah yang telah dibersihkan tidak kembali berserakan di sekitar kawasan pantai.


Abdul Roni menambahkan, kelestarian ekosistem laut tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan pesisir. Pantai yang bersih dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi masyarakat.


“Laut dan pesisir adalah bagian dari kehidupan kita. Kalau kebersihannya terjaga, manfaatnya juga kembali kepada masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman dan terkendali. Sat Polairud berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat sehingga kepedulian terhadap kebersihan pesisir tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan bersama.


Selain mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan kawasan pesisir, Polres Kepulauan Meranti juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan kepolisian. 


"Layanan Call Center Polri 110 dapat dihubungi masyarakat untuk menyampaikan laporan atau informasi yang membutuhkan tindak lanjut kepolisian," ungkap Abdul Roni."****






SUMBER       :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Maulid Nabi di Tebingtinggi Barat, Sekda Meranti Ingatkan Warga Soal Bahaya Karhutla

Maulid Nabi di Tebingtinggi Barat, Sekda Meranti Ingatkan Warga Soal Bahaya Karhutla






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.


Pesan tersebut disampaikan Sudandri saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Ar-Rahman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin malam (24/8/2026). Ia hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti.


Sudandri meminta masyarakat tidak lalai dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat membuka atau membersihkan lahan.


Menurutnya, pembakaran lahan yang tidak terkendali tidak hanya merugikan pemilik lahan, tetapi juga dapat berdampak kepada masyarakat sekitar apabila api meluas.


“Janganlah kita lalai. Kita harus maksimal dalam menghindari masalah kebakaran lahan dan tanaman yang dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain maupun diri kita sendiri,” tegas Sudandri.


Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa persoalan karhutla memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama oleh pemerintah, aparat dan masyarakat.


“Jangan sampai kita nanti berhadapan dengan hukum. Karena itu, kita harus menjaga dan melaksanakan upaya pencegahan secara maksimal terhadap kebakaran lahan,” ujarnya.


Imbauan serupa disampaikan Camat Tebingtinggi Barat, Rinaldi. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka, terutama dalam kondisi cuaca yang cukup panas.


“Sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, pada kesempatan malam ini jangan melakukan pembakaran di lahan terbuka. Bersabar dengan kondisi cuaca panas,” kata Rinaldi.


Rinaldi berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih luas.


Pesan Keteladanan Nabi


Selain mengingatkan soal karhutla, Sudandri juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi sarana meningkatkan amal ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.


“Semoga kehadiran kita pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dapat meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menanamkan kecintaan yang dalam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” ujarnya.


Sudandri menegaskan, Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat Islam. Karena itu, nilai-nilai yang dicontohkan Nabi hendaknya diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.


“Sebagai umat Rasulullah kita harus menjaga dan menjalankan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam secara sungguh-sungguh dan menjadikan figur pribadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik,” ucapnya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustadz H. Mustafa, S.Ag., M.M. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti masyarakat serta jamaah Masjid Besar Ar-Rahman.


Turut hadir jajaran Pemkab Meranti, Forkopimcam Tebingtinggi Barat, tokoh agama, kepala desa, pengurus Masjid Besar Ar-Rahman serta masyarakat dan jamaah."****





LIPUTAN       :    NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api

Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,   – 
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran saat ini hanya memiliki satu fokus, yakni menuntaskan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan masyarakat terlindungi dari dampaknya.


Hal itu disampaikan Herry menyusul perhatian dan apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap penanganan karhutla di Riau. 


Menurutnya, apa yang disampaikan Presiden merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh unsur yang selama ini bekerja menangani karhutla.


“Apa yang disampaikan Bapak Presiden tentu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Namun yang paling utama hari ini adalah menuntaskan tugas. Api harus padam, masyarakat harus terlindungi, dan seluruh personel yang bekerja di lapangan harus kembali dengan sehat dan selamat,” kata Herry, Senin (24/8/2026).


Menurut Herry, penanganan karhutla di Riau bukan kerja satu atau dua orang. Di balik setiap titik api yang berhasil dikendalikan terdapat personel Polri, prajurit TNI, BPBD, Manggala Agni, BNPB, pemerintah daerah, relawan, Masyarakat Peduli Api, tenaga kesehatan hingga masyarakat yang bekerja bersama di lapangan.


Sebagian personel bahkan telah berhari-hari berada di kawasan terdampak, menembus asap dan medan gambut untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna memastikan api tidak kembali menyala.


“Kalau hari ini penanganan karhutla mendapat perhatian dan apresiasi dari Bapak Presiden, maka penghargaan itu juga menjadi milik seluruh anggota, prajurit dan semua pihak yang bekerja di lapangan. Mereka yang berada di depan, menghadapi panas dan asap, siang dan malam. Mereka yang harus kita jaga dan kita beri semangat,” ujarnya.


Herry mengatakan dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo akan terus mengawal penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait hingga kondisi benar-benar terkendali.


Ia meminta seluruh personel tetap menjaga soliditas, keselamatan dan semangat dalam menjalankan tugas. 


Menurutnya, berbagai dinamika yang berkembang tidak boleh mengalihkan perhatian dari tanggung jawab utama yang saat ini berada di depan mata.


“Saya meminta seluruh anggota dan prajurit tetap fokus pada tugas di lapangan. Apa pun dinamika yang berkembang, tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan api padam dan masyarakat terlindungi,” tegasnya.


Bagi Herry, keberhasilan penanganan karhutla pada akhirnya bukan diukur dari siapa yang mendapatkan apresiasi, tetapi dari kondisi yang dirasakan masyarakat setelah seluruh operasi kemanusiaan tersebut selesai.


“Yang kita inginkan sederhana. Api padam, langit Riau kembali bersih, masyarakat bisa bernapas dengan tenang, dan seluruh anggota serta prajurit kita kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Itu yang sekarang kami perjuangkan bersama,” pungkas Herry."****






LIPUTAN      :     SANDI 
EDITOR         :     REDAKSI